
Begitu turun dari jemputan Nayla pun memutuskan untuk jajan dahulu sebelum ia meneruskan perjalanannya.
Ia membeli sebungkus otak-otak dan siomay dan juga air mineral untuk ia makan didalam angkot nanti.
Setelah selesai ia pun segera naik angkot dan duduk dipaling ujung sambil menunggu angkot penuh ia pun segera memakan siomay dan otak-otak yang ia beli barusan.
sementara itu diujung bangku satunya lagi tepat dibelakang supir nampak seorang pria yang memperhatikan Nayla sambil tersenyum.
Rony memperhatikan Nayla,ingin rasanya ia menegur gadis itu namun jaraknya terlalu jauh takut mengganggu penumpang yang lainnya.
Setelah penuh angkotpun melaju,karena perutnya belum juga kenyang dan ia ingin yang lebih segar setelah kejadian tadi akhirnya Naylapun berhenti disebuah warung bakso,begitu melihat Nayla turun Rony pun menyusul.
Setelah memesan Nayla pun duduk manis sambil menunggu pesanannya datang.
"Nay....masih inget gw gak?"sapa Rony yang tanpa permisi sudah duduk dibangku depan Nayla.
Nayla mengerutkan dahinya mencoba mengingat wajah pria didepannya
"ini gw Rony temen SMP loe,masa lupa"jelas Rony mencoba mengingatkan
setelah mengingat Naylapun tersenyum
"oh....iya gw inget sekarang,loe yang suka jailin gw kan?sering ngumpetin alat tulis gw" ucap Nayla sambil mengingatkan
Rony hanya tersenyum kala bayangan masa SMP kembali terputar diingatannya
"iya emang gw yang suka jailin loe,oh iya...sekarang loe gawe dimana" tanya sambil menusuk salah satu bakso kecil dari dalam mangkokku
"ihhh itu punya gw..."protesku
"bagi satu Nay pelit amat.."
__ADS_1
"pesan sana jangan ganggu gw napa"
Rony hanya tersenyum kami pun ngobrol sambil menikmati semangkok bakso dan es campur menceritakan sosok almarhum Rendy yang ternyata dulu itu dia suka padaku menurut Rony.
"ha...ha masa SMP kan cintanya masih cinta monyet Ron" jawabku saat Rony bilang kalau Rendy itu beneran suka bahkan sampai ia meninggal.
"sekarang loe udah punya cowo belom Nay"
"emmm kira-kira menurut loe udah punya apa belom?"tanya Nayla balik
"kayanya sih udah deh"jawabnya
ting...
hp Nayla berbunyi begitu ia melihat ponselnya ternyata dari Adit
"Nayla kamu lagi dimana"
"perasaan aku gak enak Nay,kamu lagi ama cowo ya" tanyanya seakan tau
"ohhh..iya tadi kebetulan satu angkot ama temen smp"balas Nayla jujur
"oh...ya udah,jangan selingkuh ya" balas Adit seakan tau
aku pun langsung memasukan ponselku kedalam saku celanaku
Sesaat aku pun tertegun saat melihat hantu wanita yang tadi di bus kini berada tak jauh dari ku
aku pun memalingkan wajahku tak mau melihatnya,bukan karena takut tapi karena ngeri melihat wajahnya yang hancur dan berdarah-darah.
"kamu kenapa Nay?"tanya Rony yang seketika itu langsung melihat perubahan diwajahku.
__ADS_1
"gak apa-apa Ron" jawabku
"aku udah selesai ah,aku duluan ya Ron"pamitku pada Rony
namun saat aku hendak berdiri Rony menarik tanganku
"Nay..gw minta no hp loe dong"
aku pun langsung mengambil ponsel Rony lalu mengetik no ku disana
"ihhh jangan ngikutin aku dong,kan tadi aku bilang aku tuh gak bisa nolong kamu"ucapku pada hantu wanita itu karena terus membuntutiku
"aku mohonnn Nay tolong aku" ucap hantu wanita itu dengan nada mengiba
aku pun berusaha untuk tak memperdulikannya,aku segera naik angkot dan tak lama kemudian aku pun sampai.
Begitu turun dari angkot aku sempat menarik nafas lega karena sosok itu tak lagi mengikutiku namun dugaanku salah ternyata sosok itu sudah berdiri diseberang jalan.
"kok dia tau sih kalo rumah aku kearah situ" batinku
setelah menyebrang jalan aku pun sagera berlari secepat mungkin dengan maksud menghindar dari sosok itu
namun lagi-lagi aku kecewe begitu sampai didepan rumahku kulihat sosok itu sudah duduk manis disalah satu dahan pohon jambu didepan rumahku.
Tanpa salam aku pun menerobos masuk karena dari tadi menahan rasa ngeri terhadap sosok yang mengikutiku tadi.
"kamu kenapa lagi sih Nay?"tanya mama saat melihat wajahku yang sedikit pucat
"nanti Nay cerita ma,sekarang Nay mau mandi dulu"
akupun segera menuju kamarku dan langsung membersihkan diri
__ADS_1
kini aku merasa sedikit lega berada didalam rumah karena menurut mama rumahku sudah dipagar gaib jadi sosok itu tak ada yang bisa masuk kedalam rumahku lagi hanya bisa berada diluar pagar.