
Haii para pencinta kisah yang berbau mistis terima kasih sudah mampir di kisahku Author mohon maaf jika masih banyak typo dan Author juga minta dukungannya ya dengan cara tinggalkan jejak like,rate,kalau bisa kasih poin juga buat Author dan juga kritsarnya setelah membaca.
Happy Reading
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah kejadian Ita pingsan diline yang pertama, ia jadi sering melamun,tadinya aku juga gak begitu mau ambil pusing toh jika ia punya masalah itu bukan urusanku,tetapi jika sudah merambat dan mengganggu kerja mau tak mau aku pun harus ikut campur.
"Nay...gimana udah ada info apa dari dia,kenapa dia pingsan melulu diline" tanya Dian ketika dikantin saat makan malam
"katanya sih dia lagi ada masalah bu terus jadi kepikiran"jawabku sambil memasukan sesendok nasi kedalam mulutku
"emang loe gak nanya masalahnya apa sampe bikin dia kepikiran" cecar Dian
"gak"jawabku singkat
"coba loe selidikin Nay,siapa tau kita bisa bantu"
"baik madam"jawabku sambil tersenyum
"jangan manggil gw madam,awas loe gw jitak tar kalo manggil itu lagi" protes Dian
Setelah jam 1'an malam rasa kantukku mulai melanda,untuk menghilangkan kantukku akhirnya aku pun membuat kopi namun sebelumnya aku harus mencari air panas dahulu beberapa dispenser air yang terletak tak jauh dari line air sudah tak panas dan ada juga yang memang tidak dicolokin jadi airnya normal.
__ADS_1
Dengan terpaksa aku pun menuju ruang QC aku yakin disana pasti panas karena tak ada yang berani kesana selain tempatnya sepi dan sedikit tersembunyi.
"Nay...kamu yakin mau ambil air disana?"tanya hantu Hendra
"kenapa?loe takut?kan loe juga hantu" ejek Nayla pada hantu Hendra
"Nay...gw kan cuma Nanya,soalnya kan disana ada...."Hendra tak melanjutkan kata-katanya lagi karena aku sudah berjalan meninggalkanya
ada rasa merinding saat melintasi lorong visual room aku pun mencoba tak menghiraukannya aku tetap memencet tombol Hot yang tertulis di dispenser.
Seluruh bulu kudukku berdiri aku merasa seperti ada yang memperhatikanku
"Nay...ayo cepat pergi dari sini aduknya nanti aja"Hendra mencoba memperingatiku aku pun menganggukinya
namun sial begitu aku berbalik mataku secara tak sengaja melihat sosok wanita berbaju merah sedang menatap tajam kearahku
"Hendra loe kan hantu tolongin gw dong bukain ni pintu" pintaku pada sosok yang kini berada disisiku
"Nay aku gak bisa nolongin" jawabnya seakan menyesal
"ishhh gak ada untungnya dong" gerutu Nayla pelan
Nayla berusaha menenangkan diri lalu membaca ayat suci Al-Quran apa pun yang ia hapal
__ADS_1
Sosok berbaju merah itu menatapku dengan tatapan yang begitu menyeramkan aku pun merasakan badanku terasa panas dan lututku lemas
"ahhh sial niatnya mau bikin kopi buat ngilangin ngantuk malah ketemu hantu lahi..."gerutu Nayla sambil berjalan dilorong yang menghubungkan antara QC dengan line produksi
karena lelah Nayla pun duduk diatas tumpukan kardus lalu ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.
Ia pun meneguk kopi yang tadi ia buat. Setelah lelahnya hilang ia pun kembali ke line dan menemui Dian
"dari mana aja loe Nay"tanya Dian begitu melihat Nayla
"sorry mam gw tadi dari QC ambil air panas buat bikin kopi"jawab Nayla
"lama amat ambil airnya" tanya Dian lagi sambil mengambil gelas yang sedang aku pegang lalu membukanya dan meneguk nya sedikit.
"he...he tadi ketemu ama tante kunti lagi,terus gw dikonciin,makanya lama bu"jelas Nayla yang hanya ditanggapi dengan senyum yang terpaksa
"ihhh Nay dunia loe sekarang serem ya bentar-bentar hantu" tutur Dian
"iya bu makanya gw juga bingung,kenapa gw berurusan ama hantu terus,padaha di ruqiah juga udah tapi gak ada hasilnya" ucap Nayla pelan
"sabar ya Nay,ini tuh karunia buat loe, jarang loh orang yang bisa liat mahluk astral" Dian mencoba menenangkan Nayla.
"iya sih bu tapi gw tersiksa juga tau soalnya gw kan takut"
__ADS_1
"ya udah sekarang gak usah dipikirin Nay,mending nyiapain tempat buat tidur"ucap Dian mengingatkan lalu aku pun melihat jam yang melingkar dipergelangan tanganku.dan benar saja sebentar lagi jam 4 waktunya tidur.
Aku pun merapikan tempat yang biasa aku gunakan untuk istirahat tidur setelah semuanya siap aku pun kembali ke line untuk mengecek dan begitu bel istirahat berbunyi aku pun langsung merebahkan diri diatas kardus-kardus yang sudah kususun rapi berharap hari segera pagi.