TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 318


__ADS_3

Selamat Membaca


Setelah memeriksa keadaan disekitar kamar, akhirnya Aa memutuskan untuk tidak tidur,ia khawatir terjadi sesuatu pada Nayla, masalah nya secara tidak sengaja ia melihat ada yang berniat tidak baik pada Nayla yang sudah dianggap seperti adiknya itu.


Begitupula dengan Ryan ia menemani Aa berjaga.


Malam itu semua tidur diruang tengah dengan menggelar karpet dan juga kasur lipat.


Karena lelah Nayla dan juga Damra tertidur dengan sangat lelapnya hingga tak mendengar saat Radit menangis.


Aa dan juga Ryan yang berada tak jauh dari tempat mereka tidur sayup-sayup mendengar suara anak kecil menangis langsung berlari dan melihat Radit yang sudah berada dilantai.


Dengan sigap Ryanpun langsung menggendong Radit dan memberinya minum.


"Ish udah pada kaya kebo sih masa gak ada yang denger Radit nangis" decak Ryan sambil menatap kearah Nayla dan yang lainnya.


Aa hanya tersenyum mendengar ucapan Ryan.


"Mereka tuh lagi kena sirep Yan makanya gak ada yang denger"jawab Aa sambil tersenyum.


Akhirnya Ryanpun menggendong Radit dan membawanya bermain sambil berjaga-jaga.


Srekkkk


Srekkkkk


Terdengar seperti suara orang berjalan yang diseret didepan pintu.


Aa pun langsung berdiri dan memeriksa keluar sementara Ryan didalam.


Setelah Aa memeriksa ternyata tidak ada apa-apa.


"Gak akan bisa masuk yang begitu, dah Aa pagerin" ucap Aa pada Ryan yang menatapnya seakan tau jika Ryan sedang bertanya.


"Tau aja sih Aa,kan aku belom tanya" jawab Ryan sambil tersenyum.


"Jangan senyum sama Aa, tar si Nay cemburu" ucap Aa sambil bercanda.


Setelah azan subuh akhir mereka pun tertidur, Ryan sengaja membawa Radit tidur bersamanya.


Benar saja ketika pagi tiba hampir seisi rumah dibuat ramai karena kehebohan Nayla yang mencari Radit.


Ryan yang terusik tidurnya karena berisik dengan tanpa dosa keluar kamar sambil menggendong Radit.


"Astaga Ryan, ternyata Radit sama kamu ih" Nayla yang kesal tanpa sengaja memukul bahu Ryan sedikit kencang hingga Ryan meringis.

__ADS_1


"Ih panas bnget sih pukulan kamu sayang"ucap Ryan sambil mengusap bahunya.


"Biarin lagian kamu bawa Radit gak bilang-bilang" ucap Nayla masih kesal.


"Lah coba kalian bertiga tidur pules banget masa gak denger suara Radit nangis sampe mau jatoh sih" ucap Ryan menjelaskan.


"Masa sih" Nayla seakan tak percaya dengan apa yang Ryan ucapkan.


"Ya udah kalo gak percaya sih"Ryan langsung berjalan menuju meja makan yang disana sudah ada kopi hitam dan beberapa kue basah.


"Sayang nanti aku mau ngajak kamu kesuatu tempat, yang lain tunggu dirumah aja ya cuma sebentar kok" ucap Ryan sambil meneguk kopi panasnya lalu memakan beberapa kue.


"Mau kemana?"tanya Nayla bingung


"Rahasia,dah sana mandi abis itu kita berangkat mumpung masih pagi belum panas"ucap Ryan lagi.


Dengan malas Naylapun berdiri dan menuju kamarnya.


Setengah jam kemudian Mereka pun pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai motor.


Adit yang sudah dari tadi menunggu tersenyum saat motor yang Nayla dan Ryan kendarai melintas di samping mobilnya.


Ia pun langsung mengikuti motor tersebut yang ternyata menuju pemakaman.


"Setelah memarkirkaj motornya Ryan m nuntun Nayla menuju salah satu makam.


"Nanti aku jelasin, sekarang kita berdoa dulu yuk minta restu" ujar Ryan.


Naylapun tak mau banyak tanya ia pun menuruti kemana Ryan berjalan hingga akhirnya berhenti di makam yang batu nisannya bernama "SARAH"


Dalam hati Nayla bertanya-tanya siapa gerangan Sarah dan apa hubungannya dengan Ryan, namun saat ini ia terpaksa menahan rasa ingin tahunya karena melihat Ryan yang sangat khusu berdoa.


Saat mata Nayla melihat sekitar tanpa sengaja ia melihat sosok pria yang seperti Adit.


"Masa ia Adit sih,ini kan dijawa gak mungkin juga dia ada disini" batin Nayla


Ryan yang sedang berdoa pun sedikit mengerutkan keningnya saat tidak sengaja melihat wajah Nayla yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa sayang?"tanya Ryan


"Ehh..gak apa-apa Yan" jawab Nayla dengan senyum yang dipaksakan.


"Jangan mikir yang macem-macem sayang,nanti aku ceritain semuanya biar kamu tau semuanya tentang aku"ucap Ryan yang ternyata berpikiran jika Nayla sedang menduga-duga tentang makam yang sedang mereka datangi.


Setelah membersihkan makam dan berdoa akhirnya mereka pun meninggalkan area pemakaman.

__ADS_1


Ryan mengajak Nayla singgah disalah satu rumah makan, setelah mendapatkan tempat yang nyaman untuk berbicara Ryan pun memesan makanan dan minuman.


Ryan meminta Nayla untuk makan terlebih dahulu sebelum ia mulai bercerita.


Dengan perasaan malas Naylapun memakan hidangan yang ada didepannya.


"Sayang yang bener dong makannya" pinta Ryan yang melihat Nayla tak berselera menikmati makanan yang tersaji.


"Aku dah kenyang sayang"jawab Nayla malas.


Ryanpun menarik nafas dalam sebelum akhirnya bercerita tentang Sarah.


Wajah Ryanpun berubah sedih saat bercerita.


"Jadi Sarah itu tunangan kamu yang meninggal beberapa hari sebelum hari H nya" ulang Nayla dengan perasaan bersalah karena sudah menduga-duga.


"Iya Nay, dari situ aku gak pernah suka lagi sama cewe sampe mama aku maksa aku terus buat segera nikah,aku juga pernah dijodohin tapi aku gak pulang-pulang" ujar Ryan lagi


"Kenapa? kan belum tentu juga gak cocok" tanya Nayla.


"Sejak dia gak ada kayanya hidup aku tuh hampa Nay sampai aku ketemu kamu pertama kali disalon entah kenapa aku langsung suka sama kamu" tutur Ryan.


"Aku juga pernah ngerasa patah hati saat aku tau kamu udah nikah, aku langsung mengubur perasaan aku dalam-dalam Nay" lanjut Ryan


"Sampai harapan itu datang lagi saat aku tau kamu sudah bercerai, makanya aku selalu mengajak kami buru-buru nikah karena aku gak mau kehilangan kamu" tutur Ryan sambil mengambil tangan Nayla dan menggenggamnya.


Nayla hanya tersenyum mendengar perkataan Ryan dan seketika itu juga jantungnya berdebar kencang saat Ryan mengecup lembut tangannya.


Hallo semua Author up lagi ni.


Jangan lupa tetap kasih Author dukungan ya.


Caranya :


- Like


- Rate


- Komennya juga


Terima kasih buat yang masih setia menunggu up-nya Adit dan Nayla.


Maaf juga kalau masih ada Typo.


Salam Manis

__ADS_1


Amellajj/Author


__ADS_2