TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 196


__ADS_3

🌹🌹🌹 Selamat Membaca 🌹🌹🌹


Sudah hampir dua minggu Ayah serta Ibu Adit kembali kerumah karena usahanya di kota sedang menurun.


Suasana rumah pun sedikit lebih ramai.


Lilis pun menceritakan soal Anto yang terus mengganggu Nayla pada kedua orang tuanya, hingga mereka pun sedikit khawatir.


Pagi itu suasana rumah Adit sedikit ramai.


Nayla yang masih terlelap merasa sedikit terusik karena suara ribut-ribut, ia pun keluar dari kamar karena ingin tau apa yang sedang terjadi.


"Ada apa Lis kok kaya ada masalah gitu" tanya Nayla sambil mengikat rambutnya.


" Eta teh ikan Ayah yang di empang paling ujung pada mati semua "


" Kenapa Lis? kok bisa?" pikiran Nayla langsung tertuju pada satu orang yaitu " Anto"


" Pasti ini kerja'annya si Anto" desis Nayla


kesal.


Nayla dan Lilis yang penasaran akhirnya merekapun menuju empang yang di maksud Lilis dan benar saja ada ratusan ikan mas dari yang besar hingga yang kecil semuanya mati.


Air mata Nayla mengalir begitu saja, entah berapa banyak kerugian yang harus di tanggung keluarga Adit belum lagi padinya yang kemarin gagal panen.


" Aku harus gimana? ini pasti gara-gara orang gila itu, seandainya Adit ngijinin aku gak mau tinggal disini, lebih baik aku tinggal dirumah ku aja" Nayla bermonolog sendiri sambil menatap lagit-langit kamarnya.


" Gw mesti ngasih pelajaran sama tuh cowo brengsek" ucap Nayla geram.


" Lis anterin yuk" Nayla menarik tangan Lilis dan langsung menyambar kunci motor diatas meja.


" Teh mau kemana?" tanya Lilis yang bingung.


" Temenin aku Lis aku mau nampol si Anto" wajah Nayla memerah menahan marah.


Ingin sekali ia memukul wajah Anto hingga puas.


" Tehh jangan tar.." Lillis tak nelanjutkan kata-katanya karena ia melihat Nayla sudah naik keatas motor dan mulai menstaternya.


Lilis langsung berlari dan naik di jok belakang.


Nayla pun segera melajukan motornya menjauh dari rumah mertuanya.


Saat sudah berada di tengah jalan Nayla menghentikan motornya


" kenapa teh,gak jadi ya" akhirnya Lilis bernafas lega ia pun mengelus dadanya sambil berucap " Alhamdulillah"


"Lis kamu tau rumah Anto kan? " tanya Nayla sesaat kemudian.


Lilispun mengangguk


" Ya udah ni kamu aja yang bawa motornya" Nayla pun langsung turun dan menyerahkan motornya pada Lilis.

__ADS_1


Motorpun kembali melaju seiring dengan jantung Lilis yang berdetak cepat karena takut terjadi sesuatu pada Nayla nanti.


Akhirnya merekapun sampai pada sebuah rumah yang lumayan besar.


" Mikum...Mikumm" teriak Nayla dari luar pagar.


Tak lama kemudian keluarlah seorang wanita paruh baya yang menghampiri mereka.


" Neng teh cari siapa?" tanya wanita itu yang baru pertama kali melihat wajah Nayla.


" Maaf Antonya ada bu?" tanya Nayla ramah


" Oh..den Anto ada tapi..."


" Tapi apa bu?" tanya Nayla tak sabaran


" Ada tapi masih tidur Neng, saya gak berani bangunin " ucap wanita itu


" Bilang aja Nayla yang nyariin Bu" Nayla terus memaksa akhirnya wanita itu pun masuk kedalam dan memberitahukan Anto jika ada seorang wanita yang mencarinya.


Dari ambang pintu Anto tersenyum melihat Nayla yang masih bersandar di samping motornya dengan wajah kesal.


" Bi suruh masuk aja" perintah Anto.


Tanpa banyak kata wanita itu pun membuka pagar dan menyuruh Nayla untuk masuk menemui Anto.


Begitu melihat Anto yang tersenyum manis ke arahnya tiba- tiba ia langsung menghampiri Anto dan memukul dadanya dengan sangat kencang hingga Anto sedikit meringis.


" Ya ampun sayang kamu tuh harusnya cipika cipiki dong jangan maen pukul aja" ucap Anto dengan suara yang di buat semenggoda mungkin.


"esss jangan asal nuduh dong sayang, emang kamu ada buktinya kalo itu perbuatan aku" Anto menjawab dengan suara yang lembut dan tersenyum meremehkan ke arah Nayla.


" Gak usah nyengir deh loe, emang bukan loe yang ngelakuin tapi orang itu pasti loe kan yang nyuruh" emosi Nayla makin meluap - luap apa lagi saat melihat senyum yang seakan mengejeknya.


Sementara itu diruangan lain Ayah Anto yang kebetulan mendengar perdebatan antara Nayla dan Anto hanya melihat dari kejauhan.


"Oh...jadi perempuan ini yang udah bikin Anto tergila-gila, pantes aja lumayan manis tapi sayang sudah milik orang" ucap pria itu


Sementara itu Nayla masih kesal berusaha meredam emosinya.


" Ayo Lis kita pulang percuma ngomong ama dia" baru saja Nayla membalikan badannya tangan Anto sudah menghadangnya.


" Mau kemana sih Sayang buru-buru amat" ucap Anto lalu menarik tangan Nayla kencang hingga gadis itu menubruk dadanya.


" Ihh ..kamu jangan kurang ajar ya To" maki Nayla saat Anto berusaha memeluknya.


" Ih...dasar cowo gak ada ahlak maen peluk bini orang" Nayla terus memaki dan memukul Anto namun pria itu seperti mati rasa ia hanya tersenyum mungkin baginya pukulan Nayla hanya terasa seperti di pijit.


Lilis pun ikut membantu melepaskan Nayla dari dekapan pria yang tak tahu malu itu.


" Dasar berengsek lepasin gak" Nayla terus mendorong dada Anto agar menjauh darinya.


" Kenapa kamu manis banget sih Nay" bisik Anto seakan ingin mencium Nayla

__ADS_1


" Aa Anto lepasin gak teteh aku" teriak Lilis yang tak terima Anto menyentuh Nayla.


" Lilis anak kecil mending gak usah ikut campur, mending kamu pulang aja biar nanti aku yang nganterin kaka ipar kamu yang manis ini" ucap Anto makin tersenyum devil melihat Nayla yang meringis karena merasakan sedikit perih di pergelangan tangannya.


Mata Nayla membulat saat Anto hendak mencium bibirnya beruntung Lilis sudah lebih dulu menutup mulut Nayla dengan tangannya.


" Anto hentikan" terdengar suara seorang pria yang langsung menghentikan aksi Anto.


" Ayah kenapa masih dirumah, bukannya udah keluar tadi" tanya Anto masih dengan mendekap tubuh Nayla


" Lepasin To,dia itu istri orang" titah sang camat namun tak didengarkan oleh Anto.


" Om..tolong dong " pinta Nayla dengan raut wajah memohon.


" Sayang aku gak akan lepasin kamu" bisik Anto


Nayla yang kesal akhirnya menginjak kencang kaki Anto hingga mau tak mau Anto melepaskan Nayla dan memegang kakinya sambil meringis.


Nayla dan Lilis langsung berlari keluar dari rumah Anto dan melajukan motornya dengan sangat kencang menjauh dari rumah sang predator.


" Teh Nay jangan kaya gitu lagi ya Lilis mah takut si aa Anto jahatin teteh" ucap Lilis dengan wajah sedih


" Lis kenapa Adit gak ijinin aku pulang ya, padahal aku lebih aman disana dari pada aku disini keluarga kamu kena imbasnya" ucap Nayla dengan tatapan kosong.


"Jangan ngomong begitu Nay kamu itu sekarang udah jadi istri Adit jadi kalau Adit bilang kamu disini ya harus disini aja" tiba-tiba Ayah Adit datang dan bergabung duduk di teras depan.


" Tapi yah..gara-gara Nay Ayah jadi susah"


" Nay sih yakin ini ulah Anto" Lanjut Nayla


" Ayah gak apa-apa Nay mungkin ini belom rezeki kita" ucap Ayah Adit sambil mengelus bahu Nayla.


Malampun tiba, Nayla mengunci diri di kamar Adit.


" *Adit kapan kamu pulang, aku takut disini, andai saja aku kemarin gak setuju kamu kerja jauh mana gak ada sinyal jadi aku gak bisa hubungin kamu"


" Apa hantu piaraan kamu di bawa juga ya, jahat amat sih kamu Dit"


" Harusnya tuh hantu tinggalin aja disini buat jagain aku*"


Nayla menatap foto Adit yang menempel disalah satu dinding kamarnya.


Sementar itu di sebuah tempat yang berada ditengah laut nampak Adit sedang memandang wajah istrinya.


" Aku kangen banget sama kamu Nay, kamu lagi apa ya, semoga Anto gak bertindak terlalu jauh ya Nay" Adit menatap Foto Nayla yang sedang tertidur sambil mendekap boneka kesayangannya.


**Hallo aku dah up ni


maaf ya kalau masih ada typo soalnya jari aku sering salah pencet...😊😊😊( kegedean jari kayanya )


Jangan lupa tetap kasih dukungan ya buat Aku buat tambahan semangat he..he ..(maklum author jomlo jadi gak ada yang nyemangatin ...)


Salam Maniss

__ADS_1


😘😘😘


Amellajj/authorr**


__ADS_2