TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 377


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Setelah kejadian hari itu Nayla dan Adit lebih posesif lagi terhadap kedua putrinya.


Mereka tidak diijinkan pergi berdua jika hari sudah malam.


Tapi memang dasar Rania yang kadang sedikit nakal dan nekat seperti Nayla terkadang ia mengajak Ardina untuk menyelinap keluar rumah walau hanya sekedar ke pasar malam.


Seperti malam ini, dengan hanya berpakaian santai mereka nekat pergi diam-diam ke pasar malam yang lumayan jauh dari rumah mereka hanya untuk sekedar membeli kebab.


Niat awalnya mereka memang hanya ingin jajan kebab, namun setelah tiba disana begitu ramai dan begitu banyak permainan yang sudah lama mereka ingin mainkan atau sekedar masuk kerumah hantu, namun jika bersama Mama mereka pasti mereka tidak akan di ijinkan.


"Ran ..gw mau naik itu kayanya enak, ayo dong kita naik" ajak Ardina menunjuk salah satu permainan.


" Ayo..." Rania pun dengan senang hati naik permainan yang berbentuk bulat dan berputar naik turun dengan didorong oleh beberapa orang.


"Asik ya Ran, naik lagi yuk" ajak Ardina yang langsung disetujui oleh Rania.


Mereka pun beberapa kali naik wahana itu.


"Mau masuk rumah hantu gak?" tanya Ardina sambil tersenyum.


"Ish kita liat hantu beneran aja udah sering Ar" ucap Rania yang merasa enggan untuk masuk kedalam wahana itu.


"Justru itu Ran, kan kita sudah sering tuh dikerjain sama demit, sekarang kita yang gantiin ngerjain yang didalam sana" ajak Ardina sambil membisikan sesuatu pad Rania.


Gadis itu pun tersenyum dan akhirnya mereka pun masuk kedalam rumah hantu.


Saat sudah berada didalam mereka berjalan di gang yang begitu sempit dan gelap.


Mereka masuk dengan beberapa orang lainnya.


Saat yang didepan berteriak karena melihat sesuatu otomatis yang dibelakang juga ikut berhenti dan berteriak hingga membuat Rania dan Ardina ikut terkejut.


Mereka pun sengaja berhenti sesaat agar tidak berbarengan lagi dengan beberapa orang yang tadi didepan mereka.


Entah karena iseng atau kenapa Rania masuk kedalam salah satu kamar yang bernuansa begitu gelap dan di salah satu sudut ada sosok wanita yang berpakaian putih menyerupai sosok kuntilanak berusaha menakuti-nakutinya.


Bukannya takut Rania dan Ardina malah menghampiri sosok itu


"Mbak cosplay jadi hantu bayarannya mahal gak?" tanya Rania tanpa rasa takut.


Ardina hanya tersenyum mendengar pertanyaan Rania.


Hi....hiiiii


terdengar suara wanita itu tertawa sambil memperlihatkan kukunya yang panjang dan hitam.


"Buset deh udah berapa lama mbak gak potong kuku" lanjut Rania saat melihat kuku palsu sang Mbak Kunti palsu.


Setelah puas mengganggu mbak kunti palsu Rania dan Ardina memasuki beberapa kamar yang ada di sana.


Hingga mereka pun tiba di kamar paling ujung sebelum pintu keluar.

__ADS_1


Mereka pun kembali masuk keruangan itu yang sedikit berbeda, bau kemenyan begitu menyengat saat mereka masuk lebih dalam.


"Kenapa kamar ini beda ya Ran?" tanya Ardina.


"Wajar aja Ar, kan abis ini langsung keluar" ucap Rania sambil terus memutari ruangan kecil itu sambil terkadang tangannya jahil memegang properti apa saja yang menurutnya menarik.


Hingga akhirnya ia pun kembali melihat sosok wanita berdiri di ujung ruangan.


"Ish ketemu lagi kita ya mbak Kun" ucap Rania ngasal.


Sosok itupun menatap Rania.


"Gak serem mbak, kan tadi udah ketemu di kamar sana" ucap Rania lagi.


Ardina yang merasa ada sedikit yang beda antara sosok yang ia jumpai pertama dengan yang sekarang langsung menarik baju Rania memberi kode.


Rania yang memang tidak begitu peka dengan bahasa isyarat terus saja menganggu sosok itu yang kini menatapnya lebih tajam.


"Ish cosplay nya mirip banget sih mbak, hampir sama kaya yang aslinya" ucap Rania lagi.


Ardina yang yakin jika sosok yang ada didepan mereka adalah hantu asli berusaha mengajak Rania untuk keluar.


Ingin rasanya Ardina berlari keluar namun ia tidak tega membiarkan saudaranya sendirian.


Ia pun manarik paksa Rania, namun saat Rania akan mengikuti Ardina tangan satunya ada yang menarik juga.


"Auu tangan gw ditarik Ar,sakit banget" ringis Rania yang merasa perih dipergelangan tangannya.


Saat Rania dan Ardina melihat wajah sosok itu mereka pun berteriak


HANTUUUUUU


Mereka melihat sosok itu dengan wajah yang rusak dan bola mata yang hampir terlepas dari kelopak matanya dan tercium bau amis yang begitu menyengat.


Hanntttuuuuu


Teriak keduanya sambil berlari saat berhasil keluar dari ruangan itu.


"Tuh kan gw bilang juga apa jangan masuk, ketemu yang beneran kan akhirnya" ucap Rania sambil meminum es jeruk yang baru saja ia beli.


"Ih loe juga sih jail banget, coba aja jangan di ganggu" balas Ardina tidak mau disalahkan.


"Iya kita berdua yang salah, ayo pulang pasti kita bakal dimarahin mama ni" ucap Rania yang sadar jika hari sudah larut malam.


Saat motor mereka melewati jalanan yang sepi dan minim penerangan tiba-tiba saja Ardina yang duduk di jok belakang langsung menepuk bahu Rania kencang.


"Apa sih sakit tau Ar" protes Rania yang merasa panas dibahunya akibat tepukan Ardina.


"It...itu Ran" Ardina tidak dapat meneruskan kata-katanya saat sekelebat bayangan putih terbang melewati mereka.


"Apa sih gak jslas banget" ucap Rania


"It...itu loh Ran" ucap Ardin lagi

__ADS_1


"Udah mendingan gak usah ngomong Ar daripada ini itu gak jelas" ucap Rania sedikit kesal.


"Itu tadi gw liat mbak Kun terbang ngikutin kita" ucap Ardina pelan.


Karena terkejut Raniapun mengerem mendadak.


Ardina yang tidak siap, wajahnya langsung membentur belakang kepala Rania.


"Aduhhhh sakit Ar.." keluh Rania sambil memegang belakang kepalanya yang sedikit berdenyut.


"Lagian sih pake rem mendadak, gw juga sakit tau" ucap Ardina.


"Iya tadi loe bilang apa?" tanya Rania berharap ia salah dengar.


"Bisa gak berhentinya di tempat yang sedikit terang" ucap Ardina sedikit takut


Rania yang baru sadar jika mereka berhenti di tempat yang gelap dengan segera menstarter motornya.


Beberapa kali mencoba namun tetap saja motornya tidak mau menyala.


"Mogok Ar" ucap Rania sambil memang senyum yang terpaksa.


"Yah ...gimana dong, ini udah melem banget Ran"


"Ya udah kita dorong aja"jawab Rania santai.


Mereka pun mendorong motor secara bergantian.


Sementara itu Nayla yang merasa heran karena kedua anak gadisnya tidak juga kelihatan akhirnya masuk kedalam kamar kedua putrinya.


Ia mengerutkan kening saat melihat ada gundukan seperti manusia yang sedang tidur.


Perlahan ia pun membuka bagian bawah dan benar dugaannya ternyata kedua adalah gadisnya tidak ada di kamar, dan yang terbaring di sana hanya tumpukan bantal, guling dan beberapa lembar selimut.


Ia pun memanggil Radit dan juga suaminya.


"Ada apa sih mah, lagi enak main game juga" ucap Radit sambil memegang ponselnya.


Tak lama kemudian Aditpun datang dengan pakaian khas mau tidur.


"Kenapa Mah?" tanya nya dengan mata yang hampir terpejam karena mengantuk.


"Pah cepet ganti baju, cari Rania sama Ardina" ucap Nayla sedikit khawatir.


"Bukannya mereka tidur, kok suruh dicari sih" tanya Radit.


'Mereka itu gak ada di kamarnya Aa, mama takut mereka kenapa-kenapa makanya sekarang tolong cari ya, hampir tengah malam in" ucap Nayla sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Yang bener mah" Adit yang tidak oeray langsung menerobos masuk dan melihat tempat tidur keduanya yang kosong.


"Haduh ni anak gak ada kapoknya sih" keluh Adit sambil menuju kamarnya dan hendak mengganti pakaian kaku mencari kedua anak gadisnya.


Sementara itu setelah mengambil jaketl, Radit langsung mengeluarkan motornya dan mulai mencari keberadaan kedua adiknya.

__ADS_1


__ADS_2