
Happy Reading...
Hampir satu jam lamanya kami tertahan di rest area itu sudah beberapa orang yang dipanggil untuk mengobati Ria namun hasilnya hanya sebentar ia sadar dan tak sampai setengah jam ia akan kembali seperti semula.
"Dian aku kasian sama Ria bau badannya udah kaya ápa ya,semuanya ada" ucapku pada Dian dan ia pun mengangguki
"iya..tadi juga aku liat Nay dia disembur pake bawang putih ama tuh dukun, tapi bukannya keluar tuh hantunya malah ngetawain, aku jadi merinding tau" ucap Dian
ya..saat ini aku dan Dian duduk diteras sebuah rumah makan bukannya kami tak setia kawan tetapi kami tidak tega melihat Ria yang dipencet sana pencet sini untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggunya belum lagi semburan berbagai macam obat-obatan yang dipercaya mampu mengeluarkan roh halus dari dalam tubuh Ria.
sayup-sayup kami mendengar teriakan Ria
"awww...sakit tauuuu"
"ha....ha...gak mempan"
dan banyak makian yang terlontar dari mulut Ria untuk orang-orang yang berusaha mengobatinya.
drettt
dretttt
ponselku berbunyi dan kulihat a'iwan memanggil
"hallo assalammualaikum a"iwan" sapa ku pada orang yang berada diseberang sana
"hallo Nay lagi dimana" tanya a'iwan
"ini a Nay lagi berhenti di rest area lagi ada masalah sedikit" jawabku
"oh...gitu..Nay kayanya disana ada yang lagi kemasukan yah" tanya a'iwan yang seakan tau kalau masalahnya berhubungan dengan mistis lagi
"kok aa tau sih" tanyaku penasaran
"ya tau aja lah,pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan Nay aa pasti tau, aa cuma mau pesen aja Nay baca-baca'an aja ya,kalung yang dari aa dipakai gak" tanyanya kemudian
"Nay lupa a" jawabku merasa bersalah
"oh...ya sudah inget pesen aa y,dari sini aa bantu liatin"
__ADS_1
"bantu liatin? apa aku gak salah denger, kan jaraknya jauh mana mungkin keliatan" batinku
"Nay gak usah dipikirin pokoknya aa bisa liat dari sini disana tuh lagi gimana,Naya mah belum sampai kesitu" ucap a'iwan seakan tau apa yang aku pikirkan
" oh...gitu ya a"
" ya udah aa tutup dulu ya telponnya hati-hati Assalammualaikum" ucap a'iwan lalu sambungan telpon pun tertutup
"siapa Nay" tanya Dian
"si a'iwan,masa dia tau kalau disini ada yang kesurupan Dian"
"kalau orang yang bisa begituan mah Nay tau aja kan dia punya ilmu" jelas Dian
"oh....,eh itu udah sembuh tuh si Ria udah dibawa masuk tapi kok dibawa ke bus kita ya bukannya dia di bus 1 bareng sama mbak Erni" ucapku sambil menunjuk kearah bus kami disana nampak beberapa orang membopong tubuh Ria dan menaiki bus
"Nay..."
"Dian..." panggil pak Arman sambil melambaikan tangannya
kami pun menghampiri pak Arman yang berdiri disamping bus yang akan kami naiki
" begini kalian berdua kan teman dekat Ria dia udah diobatin tapi belum sadar sepenuhnya karena ini udah malem jadi saya minta tolong kalian berdua yang jagain ya sekarang dia lagi tidur" jelas pak Arman dan kami pun mengangguki tanda kami setuju
akhirnya Ria dibaringkan dibangku paling depan aku dan Dian menjaganya dengan duduk dibawah nya sambil membaca ayat-ayat suci yang kami hapal.
bus pun bergerak menjauh dari rest area tempat kami berhenti tadi
" ini sakit apa neng" tanya sang supir bus yang kami naiki
"kesurupan ya" tanyanya kemudian
"iya pak" jawab kami bersamaan
" oh...." lanjut sang supir
mungkin karena lelah aku dan Dian pun sempat tertidur namun kami terbangun saat bus berhenti di bahu jalan dan kulihat Ria sudah berdiri sambil berkata
"mama mana..." tetapi yang aku dengar bukan suara Ria melainkan suara anak kecil
__ADS_1
aku dan Dian saling bertatapan tak mengerti
"Ria loe nyariin mama siapa" tanyaku sambil menarik tangannya agar kembali duduk namun bukannya menjawab tetapi malah menangis sambil berteriak "Mama....mama"
"kamu siapa?mama kamu gak ada disini" kata sang supir pada Ria
"mama disana" tunjuk Ria kearah tempat duduk paling belakang
semua yang berada dibangku belakang langsung segera ketengah mungkin karena takut
"kamu pulang yah ni saya kasih tau jalannya"ucap sang supir lalu mengeluarkan sebatang rokok dan meminta segelas air
"gak mau...maunya anterin" jawab Ria
"kita gak bisa anterin kamu soalnya jauh,kamu pulang sendiri yah ni saya kasih tau jalannya" lanjut sang supir
Ria dan sang supir bernegosiasi entah apa yang mereka bicarakan
a'iwan kembali menelponku ia menyuruhku membaca ayat kursi dan ia juga bilang akan membantu sang supir buat mengembalikan roh anak kecil tersebut ketempat asalnya
tiba-tiba aku merasa dingin yang tak biasa aku juga tidak nengerti kenapa
"neng bilang sama yang bantuin saya tadi terima kasih ya" kata sang supir kepadaku
setelah keadaan sedikit menegang ditambah posisi bus yang berhenti diantara hutan jati menambah keadaan semakin mencekam semuanya tak ada yang berani menatap kedepan mereka hanya tertunduk karena merasa takut.
akhirnya Ria pun tersadar
" lah kok gw ada dibus loe Nay" tanya Ria begitu ia sadar
"iya tadi bus loe penuh waktu loe pingsan" jawab ku berbohong
" eh..kerudung gw mana" tanyanya ketika dia sadar jilbabnya sudah tidak ada ditempat yang seharusnya
"nih...sana wudhu dulu" perintahku sambil memberikan jilbabnya
Ria pun turun dan berwudhu dengan air mineral yang masih tersisa.
akhirnya perjalanan pun dilanjutkan karena sudah terlalu larut akhirnya aku memutuskan menginap dirumah Dian yang lebih dekat.
__ADS_1