
💕 Selamat Membaca
Seperti kembali kemasa lalu,Adit harus memulai kembali semua dari awal.
Ia seperti tidak begitu mengenal Nayla, ia pun harus berusaha lebih keras lagi untuk kembali membuka hati Nayla agar kembali mencintainya seperti dulu.
Ngengggg...ngenggggg
Nayla yang saat itu sedang bercanda bersama Rania tersentak kaget begitu mendengar suara motor yang berhenti didepan rumahnya.
"Ishh siapa sih berisik banget,kaya yang punya kuping cuma dia aja" gerutu Nayla sambil menggendong Rania dan segera bergegas kedepan untuk menegur si pemilik motor.
Ckleeek
"Aaaaaa " Nayla berteriak kencang saat pintu terbuka.
"Assalamualaikum sayang ini aku" ucap Adit sambil membuka topeng yang ia pakai.
Bagaimana Nayla tidak terkejut saat ia membuka pintu yang ia lihat adalah sosok gorila yang ternyata adalah Adit yang memakai topeng.
Rania pun yang berada didalam gendongan Nayla ikut menangis.
"Kamu ngapain sih pake gituan segala" maki Nayla kesal.
"Iya maaf sayang"
"Maafin papa ya Rania sayang,sini papa Adit gendong" bujuk Adit pada putri kecil yang sebentar lagi juga akan menjadi putrinya juga.
"Sayang ini kan malem Minggu kita jalan yuk" ajak Adit.
"Gak ah males,udah kaya ABG aja"tolak Nayla
"Ayo dong sayang" paksa Adit.
Seperti anak kecil Adit saja memaksa Nayla agar mau keluar bersamanya.
Berbagai alasan telah Nayla berikan untuk menolak ajakan Adit,namun berbagai cara juga Adit terus memaksa hingga akhirnya Naylapun menyerah.
Dengan sangat terpaksa Naylapun segera bersiap.
Sebenarnya ia enggan pergi berdua dengan Adit, hatinya masih belum bisa menerima jika ada pangganti Ryan dihatinya,namun ia berusaha untuk menerima Adit ia yakin dengan berjalanya waktu ia bisa membuka hatinya untuk pria itu.
"Sayang kita makan pecel lele ditempat biasa kita dulu makan yuk,sekalian kita nostalgia"
"Terserah kamu aja lah" jawab Nayla pasrah
"Jangan kaya gitu sayang,kan jadi kesannya aku maksa kamu" protes Adit
"Kan emang bener kamu yang maksa" jawab Nayla tak mau kalah.
Akhirnya mereka pun menuju kedai pinggir jalan yang dulu biasa mereka singgah jika pulang kerja.
Sambil menunggu pesenan mereka datang mereka pun sibuk dengan ponsel masing-masing.
Suasana terasa begitu kaku,Adit sesekali melirik ke arah Nayla yang ternyata juga hanya berpura-pura melihat kelayar ponselnya padahal yang sebenarnya ia juga memperhatikan Adit diam-diam.
"Astaghfirullah kenapa tiba-tiba dadanya dek-dekan ya"batin Nayla sambil melirik kearah Adit.
"Nay.." panggil Adit
"Iya..."
__ADS_1
"Ayo makan dulu mumpung masih anget" Adit menyodorkan mangkuk kecil yang berisi air untuk mencuci tangan.
"Terimakasih" ucap Nayla kaku.
"Kamu kayanya gak nyaman ya Nay" ucap Adit tiba-tiba.
Nayla pun tersenyum walau pun terpaksa "gak kok Dit,cuma gak biasa aja" jawab Nayla merasa tak enak pada Adit.
"Iya aku tau kok sayang,kita pelan-pelan aja nanti juga kamu biasa" Adit tersenyum manis kearah Nayla.
Mereka pun menikmati hidangan didepan mereka sambil sesekali berbicara.
Setelah selesai makan Adit mengajak Nayla untuk singgah sebentar ditaman yang biasa mereka datangi saat sore bersama Radit.
Saat sedang bercerita dengan Adit tentang masa lalu mata Nayla tertuju pada pohon besar yang berada tak jauh dari tempat mereka duduk.
Tanpa sengaja matanya melihat sosok wanita yang tertunduk sambil menangis.
Adit yang merasa jika Nayla tidak mendengarkannya langsung ikut melihat kearah yang Nayla liat.
"Kamu lihat apa yang?" tanya Adit yang memang tidak melihat apapun.
"Itu loh kasian banget cewe itu" ucap Nayla sambil menunjuk kearah pohon besar.
"Aku gak liat apa-apa yang"
"Kan kamu juga dulu bisa liat Dit,kok sekarang gak bisa lagi?" Nayla langsung melihat kearah Adit seakan menunggu jawaban dari Adit.
"Oh..itu yang,udah ditutup sama Aa" jawab Adit sambil tersenyum
"Kok bisa sih,aku aja udah berkali-kali ditutup tapi kebuka lagi" ucap Nayla seakan tak percaya.
"Ya kan kalo kamu udah dari sananya punya kelebihan itu yang,kalo aku kan waktu itu belajar buat buka mata batin aku jadi bisa ditutup lagi"
"ternyata ada juga yang gak berubah dari ku yang" ucap Adit sambil tersenyum.
"Apa?"
" Lolanya kamu yang masih kaya dulu,ha...ha" ucap Adit sambil tertawa puas.
Nayla pun langsung cemberut mendengar ucapan Adit.
"Pulang yuk kasian anak-anak" ajak Nayla yang merasa kesal pada Adit.
"Maaf sayang,jangan ngambek gitu dong" bujuk Adit.
Karena Nayla terus memaksa untuk pulang akhirnya mereka pun kembali.
Ditengah perjalanan tiba-tiba saja Nayla merasa begitu sempit seakan ada orang juga yang duduk dibelakangnya.
"Adit majuan dong duduknya sempit banget sih" protes Nayla.
Adit yang merasa duduknya sudah terlalu kedepanpun hanya sedikit menggeser duduknya.
"Mau maju kemana lagi yang, masa iya aku sambil berdiri bawa motor nya" ucap Adit kesal.
"oh kok sempit banget sih" keluh Nayla
"Nay diem dong duduknya,tar kita jatoh ni" ucap Adit.
Nayla yang merasa ada yang aneh dibelakangnya akhirnya menoleh kebelakang.
__ADS_1
Ahhhhhhh
teriak Nayla kencang.
Adit yang terkejut langsung menepikan motornya.
"Ada apa yang kok kamu teriak gitu sih"
"Maaf Dit,aku cuma kaget aja" Naylapun langsung melihat kebelakang dan ia melihat sosok wanita yang tadi ia lihat ikut dibelakangnya.
"Kamu ngapain ikut sih,sempit tau" ucap Nayla pada sosok wanita itu.
huk....hukkk
Sosok wanita itu hanya menangis
"Sana balik ketempat kamu,jangan ikutin aku" ucap Nayla lagi
Adit yang tahu jika Nayla sedang berbicara dengan sosok astral hanya menggaruk belakang kepalanya.
Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan pulang namun sebelumnya mereka mampir dirumah Aa Iwan untuk meminta bantuan Aa.
Entah apa yang Aa Iwan lakukan hingga akhirnya sosok itupun mau kembali.
"Nayla nanti kalo sampe rumah langsung bebersih ya ganti semua baju kamu baru ketemu anak-anak" ucap Aa mengingatkan Nayla.
"Siap aa Guru"
Aa Iwan hanya tertawa mendengar ucapan Nayla.
Begitu tiba dirumah Nayla langsung mandi dan mengganti pakaiannya.
Karena hari sudah larut malam kedua anaknya sudah tidur ditemani oleh Empok.
Karena sudah lelah Naylapun merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Saat matanya hendak terpejam tiba-tiba saja ia mendengar ada yang menimpuk kaca kamarnya.
Awalnya ia acuh,namun saat suara itu kembali terdengar rasa penasarannya muncul.
Ia berjalan mendekati jendela kamarnya,lalu menyibak hordengnya sambil matanya melihat segala arah seakan mencari sesuatu.
Karena tak ada apa-apa ia pun menutup kembali hordeng kamarnya.
Namun baru saja dua langkah ia berjalan suatu itu datang lagi.
Karena merasa terganggu Naylapun kembali menyibak hordeng kamarnya.
"Jangan iseng,kamu siapa keluar kalo berani" tantang Nayla.
dan benar beberapa saat kemudian terdengar suara wanita tertawa,Nayla yang tiba-tiba merasa takut ingat akan kata-kata Aa jika ia tak boleh takut ia pun membaca beberapa surat-surat pendek yang ia hafal sert ayat kursi untuk menghilangkan rasa takutnya.
Setelah suara-suara itu tak terdengar lagi Naylapun langsung masuk ke kamar Empok.
Karena merasa takut ia pun memutuskan untuk tidur bersama di kamar Empok.
Hallo semua udah up lagi ni.
Jangan lupa Like dan komennya ya.
Mohon maaf jika banyak typo yang meresahkan.
__ADS_1
Salam Manis
Amellajj/author