TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 154


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Setelah Nayla siuman,ia nampak bingung,seingatnya tadi ia berada di makam Mamanya,ia sempat melihat sekelebatan Mamanya berdiri sangat jauh,jauh sekali malah....hingga sulit untuk ia gapai.


"Mama....hu....hu...Mah tunggu, Mah...." teriak Nayla.


Adit yang sedang menikmati secangkir kopi sambil mendengarkan penjelasan Papa Nayla langsung menaiki tangga begitu mendengar tangisan Nayla,begitupun dengan Papa Nayla yang begitu merasa bersalah pada putrinya itu.


"Pah lebih baik Papa gak usah masuk,takutnya Nayla masih belum mau ketemu sama Papa,Adit janji pelan-pelan ngasih pengertian ke Nay tapi Papa sabar ya"pinta Adit dan Papa Nay pun mengerti,ia hanya mengintip dari balik pintu


Nayla nampak menangis tersedu-sedu sambil memeluk lututnya sambil memukul-mukul kasurnya.


"kenapa aku gak bisa meluk Mama,mama sedih liat aku begini ,Nay liat Mama begitu dekat tapi kenapa Mam gak bisa Nay peluk Mah" ucap Nayla sambil terus memukul-mukul kasurnya meluapkan kekesalannya.


Adit yang sudah berdiri disamping Nayla hanya diam membiarkan gadis itu meluapkan emosinya sampai akhirnya Nayla kembali tak sadarkan diri dan tergeletak dikasurnya.


" Nay...Nayla kamu kenapa yang" Adit berusaha membangunkan Nayla yang tiba-tiba tergeletak dengan mata yang terpejam rapat


"Kenapa jadi kaya gini sih Yang,aku yakin kamu pasti kuat lewatin semua coba'an ini"ucap Adit sambil membersihkan wajah Nayla dari sisa-sisa air mata.


Entahlah hatinya terasa begitu sakit melihat Nayla kembali terpuruk seperti ini,sama seperti waktu dulu saat kepergian Mamanya.


"Dit,kamu makan dulu gih biar Papa yang jagain Nay"


"Tapi Pah,kalau nanti Nay bangun gimana..."Adit tak meneruskan kata-katanya ia takut calon mertuanya akan tersinggung


Seakan mengerti maksud Adit "Gak apa-apa Dit,kalo gak biar makanannya dibawa kesini aja ya kalau kamu khawatir Nay keburu sadar"


"Iya Pah,Adit makan disini aja,sebentar ya Adit ambil dulu"Aditpun hendak berdiri namun dicegah oleh Papa Nay


"Kamu tunggu sini aja,biar makanannya nanti dianterin,kamu butuh apa lagi?"tanya Papa Nay


"Maaf Pah,Nay belum makan seharian bisa minta tolong beliin roti coklat sama keju kesukaan Nay,sama air putih"pinta Adit dengan rasa tidak enak hati karena berani menyuruh calon mertua,namun mau bagai mana lagi ia tidak mempunyai pilihan.


"Maaf ya Pah"ucap Adit penuh penyesalan


"Iya,gak apa-apa Dit,Papa yang minta maaf jadi ngerepotin kamu"ucap Papa Nay lalu keluar meninggalkan kamar Nayla.


Tengah malam Nay kembali terbangun,kerongkongannya terasa kering dan kepalanya terasa berdenyut mungkin karena terlalu banyak menangis.


Nayla berusaha untuk duduk,ia tak tahu jika Adit sedang merebahkan tubuhnya diatas karpet berbulu dibawah tempat tidurnya.


Karena haus Naylapun hendak mengambil minum dan tanpa sengaja begitu turun kakinya menginjak sesuatu


"Aahhhh..."teriak Nayla kaget


Aditpun langsung membuka matanya selain karena teriakan Nayla ia juga merasa ada yang menginjak dadanya


"aaww.."Adit sedikit meringis


"kok nginjek dada aku sih yang"ucap Adit dengan suara yang sedikit parau


"Ngapain kamu disini Dit?,ini kan udah malem banget lagi,pulang gih tar kita digerebek lagi"usir Nayla tanpa rasa bersalah sedikitpun


"ihh ni bocah ya,aku tuh nungguin kamu tau bukannya makasih malah ngusir sih"


"he...he emang siapa yang nyuruh nungguin aku,aku gak apa-apa kok,pulang gih trus istirahat"usir Nayla untuk yang kedua kalinya


Adit pun langsung berdiri dan duduk disamping Nayla


Cup...


untuk kedua kalinya hari ini Adit mencium pipi Nay karena geregetan


"Adit...ihh kamu mah" Nayla melotot karena ulah Adit

__ADS_1


"Abis kamu sih hari ini bener-bener ya,tadi kabur,lalu kesurupan trus pingsan dikuburan,trus sekarang tanpa perasaan nyuruh aku pulang tengah malem gini"protes Adit


"he...he maaf deh,ya udah kamu tidur lagi gih disitu tapi ya"Nayla tersenyum merasa bersalah akhirnya ia mengijinkan Adit untuk bermalam dikamarnya.


Jam 7 pagi Nayla terbangun,ia pun langsung melihat kebawah tempat Adit semalam berbaring ternyata sudah kosong.


Nayla segera membersihkan diri karena sejak kemarin sore ia tidak mandi.


Setelah mandi ia membuka jendela kamarnya lebar agar ada udara masuk.


Terdengar suara ribut-ribut dibawah,namun ia tak mau ambil pusing itu pasti papa dan istri barunya.


Nayla duduk dilantai sambil memainkan daun mangga yang menempel di jendela kamarnya.


"aku harus gimana sekarang,aku belum bisa nerima mereka berdua,aku juga gak mau dibilang anak durhaka,biar gak nambah dosa aku kos lagi aja ya jadikan gak harus liat mereka" pikir Nayla sambil trus mencabut daun mangga dan merobeknya kecil-kecil.


tringgg..


Suara hp Nayla membuyarkan lamunannya,dengan malas ia pun melihat chat dari Tari


"Gonay...anterin gw ke bandara,ni gw lagi di jalan mau kerumah loe"


"Kalo loe gak mau gw culik loe sekalian"


"iya...loe tunggu di gang aja,gak usah kerumah"balas Nayla


"iya,tar gw wa lagi kalo udah nyampe"balas Tari


Dengan malas Naylapun segera ganti baju,tak lama kemudian wa dari Tari masuk bilang kalau dia sudah diujung Gang rumah Nayla.


"Tunggu bentar"balas Nayla ia pun segera keluar dari kamarnya.


Seperti maling ia mengendap-endap karena tak ingin bertemu dengan Papa atau istri barunya,setelah dirasa aman ia pun segera berlari keluar rumah.


Papa Nay yang saat itu sedang berada dikamar langsung keluar begitu mendengar suara orang berlari dan benar saja ia melihat dari pagar Nayla yang sudah lari menjauh dari rumah.


"Lama amat sih loe"celetuk Tari begitu Nayla sampai


"Ngapain marah sih loe,gak nyampe 5 menit juga"balas Nayla tak kalah ketusnya


"Katanya udah siang,bukannya buru-buru masuk malah debat"ucap seseorang yang berada dibalik kemudi.


""Ayo masuk"Tari menarik tangan Nayla agar segera masuk kedalam mobil mengikutinya.


Begitu di dalam mobil Nayla langsung menonaktifkan ponselnya


Tari mengeluarkan coklat dari dalam saku jaketnya lalu menaruhnya ditelapak tangan Nayla.


"Ri gw tuh laper tau belum makan dari kemaren"ucap Nayla sambil menundukan wajahnya karena malu.


Tari yang melihat Nay malu langsung tertawa "ngapa loe gak makan,duit loe abis"ejek Tari


"ihh...bukan,gw lupa kemaren tuh gw diajak ama Adit buat jemput bokap gw,berhubung gw lagi kesel ya gw kabur trus gw pingsan..." ucap Nayla menjelaskan kini wajah Nayla kembali murung.


Tari yang melihat perubahan diwajah Nayla langsung mengalihkan pembicaraan.


"Kamu mau makan apa Sayang"tanya Tari


Bobby yang berada didepan langsung meririk melalui kaca


"Apa loe By"tanya Tari sambil tertawa


"Ya elah kayanya sayang amat loe ama tuh anak kecil Ry,udah bosen ya ama yang dewasa"celetuk Bobby lagi


"Enakan ama yang kaya gini By,jadi kaya lagi ngasuh gw"balas Tari

__ADS_1


"Ihhh berisik amat sih loe berdua"timpal Nay yang merasa terusik.


Mereka pun berhenti disebuah rumah makan padang.


Setelah memesan mereka langsung menikmati hidangan yang tersaji,namun tidak dengan Nayla ia hanya menatap makanan yang ada didepannya.


"Emang kalo diliatin bisa kenyang Nay?"tanya Tari yang langsung membuyarkan lamunan Nayla.


"Gw males makan Ri"


"katanya tadi laper,lah sekarang malah..."ucap Tari lalu menarik nafas


"Mending loe ikut gw aja Nay,tar minggu depan baru balik"


Untuk sesaat Nayla nampak berpikir


"Gw kan gak bawa baju Ri"


"Et dah,kaya orang susah aja loe,disono juga banyak tukang baju kali Nay"


"Trus tiketnya gimana?"tanya Nayla kemudian


"Tar ya..."Taripun langsung mengeluarkan ponselnya entah apa yang ia ketik


"Masih ada yang kosong Nay,tapi duduknya mencar,gimana mau ikut gw gak??"desak Tari


Nayla nampak bingung disatu sisi ia ingin ikut Tari agar tak bertemu dengan Papanya disatu sisi lagi ia masih berat meninggalkan Papanya apalagi bersama wanita yang ia tak tahu bagaimana tabiatnya.


"Maaf deh Ri kayanya gw gak jadi ikut loe,gw kan kerja kalo bolos lama bisa langsung di PHK gw"ujar Nayla memberi alasan


"Ya udah kalo gak mau mah" wajah Tari nampak kecewa namun mau bagaimana lagi ia tak mau memaksa Nayla.


Akhirnya merekapun tiba di Bandara Suta,Tari melihat jam yang melingkar ditangannya.


Merekapun duduk sambil ngobrol hingga tanpa terasa merekapun harus berpisah.


Tari memeluk Nayla erat seakan enggan untuk melepasnya.


"Ri gw gak bisa nafas,jangan kenceng-kenceng napa"protes Nayla yang hanya ditanggapi dengan senyuman dari Tari


Nayla membiarkan Tari mengecup keningnya sebelum akhirnya ia pun masuk kedalam ruang tunggu.


Akhirnya Naylapun pulang diantar oleh Bobby,namun sebelum itu ia minta ditemani melihat kos-kosan yang diberitahu anak buahnya.


Letaknya memang tidak jauh dari halte tempat biasa Nayla menunggu jemputan.


Begitu sampai digang rumahnya Nayla sedikit ragu untuk menuju rumahnya


"Bagai mana jika Papanya ada diruang tamu,ahhh apa aku manjat pohon mangga aja ya biar langsung kekamar"pikiran Nayla mengembara kemana-mana.


Hampir 15 menit ia didepan gang,sampai akhirnya ia pun memutuskan untuk masuk lewat pintu,seandainya ada Papanya anggap aja gak kelihatan begitulah kira-kira yang ada dalam pikiran Nayla.


Begitu sampai didepan rumahnya ia langsung masuk beruntung pintu pagar dan pintu rumahnya terbuka lebar ia pun masuk langsung menuju kamarnya.


Haiii semua terima kasih sudah mampir diceritaku.


Jangan lupa tetap dukung author ya dengan cara :


- Like


- Vote


- Rate dan juga kritsarnya author tunggu


salam maniss

__ADS_1


Amellajj/author


__ADS_2