TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 45


__ADS_3

Hari itu nayla berniat kembali kerumah orangtuanya,tiba-tiba ponselnya berbunyi nayla pun segera melihat pesan dari adit,


naylapun tersenyum ternyata adit sudah menunggunya di gerbang depan dengan tergesa-gesa nayla berganti pakaian dan segera berjalan menuju gerbang depan.


senyum nayla merekah saat melihat adit tersenyum melihatnya kearahnya.


"udah lama dit"sapa nayla begitu dekat dengan adit


"belum nay,kita jalan yuk"


"gak mau jalan ah cape,naik motor aja" ucapan nayla yang terdengar polos membuat adit menggaruk kepalanya.


"maksud aku kita kencan nay,udah ngerti belom sekarang" ucap adit sambil mencubit ujung hidung nayla


"he..he iya dit aku ngerti kok"jawab nayla sambil memasang senyum sok imutnya.


setelah nayla naik di jok belakang adit pun melajukan motornya menuju kesuatu tempat yang nayla juga tak tahu.


"adit kita mau kemana?"akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut nayla


"sabar dong tar juga tau kalo udah sampe"jawab adit dari balik helmnya.


karena jawaban dari adit yang tak memuaskan naylapun mencubit lengan adit.


begitu sampai nayla tersenyum ternyata adit mengajaknya makan dirumah makan sunda mereka pun duduk di salah satu saung yang didepannya ada kolam ikan.


adit memesan makanan untuk mereka berdua sedangkan nayla sibuk dengan ponselnya membalas chat dari mamanya yang menayakan kenapa ia belum sampai dirumah.


"siapa?"tanya adit yang ternyata dari tadi memperhatikan nayla


"mama,tadinya aku mau pulang tapi gak jadi besok aja"


"oh...boleh ikut gak kerumah kamu"


"emangnya kamu dah siap ketemu mama aku yang cerewet"

__ADS_1


"kenapa harus gak siap nay"


"nanti kalau ditanya mama aku kapan kamu mau ngelamar aku gimana?"tanya nayla yang penasaran dengan jawaban adit


"ya tinggal jawab aja secepatnya nay"jawab adit santai


"aku ke toilet dulu ya dit" adit hanya menganggukan kepala


setelah mengosongkan kantung kemihnya nayla pun mencuci tangan diwastafel matanya yang menatap kaca nampak tertegun melihat sesosok wanita yang berdiri menghadap tembok


"ishh kenapa mesti liat yang beginian terus sih"gumam nayla.


ya sekarang nayla berusaha melawan rasa takutnya ia mencoba memberanikan diri walaupun lututnya sedikit gemetar.


"aku gak takut,aku gak takut"monolognya sendiri


namun ia begitu terkejut dan ingin berlari namun kakinya tak bisa digerakan saat hantu wanita itu berbalik menghadapanya


wajahnya hancur dengan mata yang hampir copot darah dimana-mana


rasa takut nayla pun semakin menjadi


ingin rasanya ia berteriak namun suaranya tertahan ditenggorokannya


beruntung adit menelpon naylapun menggeser tobol hijau namun ia hanya dapat mendengar suara adit tanpa bisa mengeluarkan kata-kata.


hallo nay...


nayla...


suara adit terdengar panik,nayla berusaha mengumpulkan keberaniannya ia pun memejamkan matanya meraba jalan dengan menggeser tubuhnya kesamping menuju pintu keluar


ia pun berhasil memegang hendel pintu dan membukanya


saat ia ingin berlari tubuhnya menabrak seseorang dan naylapun terjatuh

__ADS_1


"aaww....gimana sih mas jalan tuh liat-liat dong"dengus nayla kesal tanpa melihat wajah orang yang ditabraknya


nayla menatap tangan yang terjulur dihadapannya.


perlahan ia pun menaikan pandangannya dan saat melihat wajah pria yang menabraknya ia pun memasang wajah cemberut karena kesal


"kenapa?gak mau ditolongin"tanya adit dengan suara sedikit menggoda


"bukan gitu kok lama sih nolonginnya"protes nayla dengan masih terduduk dilantai


"ayo cepet diri gak malu diliatin bayak orang"ucapa adit yang menyadarkan nayla


ia pun teringat hantu di toilet tadi dan menggidikan bahu


"kamu kenapa nay,kok kaya ketakutan gitu"adit mengeryitkan dahinya sambil menatap nayla


"dit...aku takut"bisik nayla lalu menggeser duduknya menjadi bersebelahan dengan adit


"takut apa nay?"aditpun semakin penasaran


naylapun menceritakan kejadian ditoilet tadi.


"gak usah takut nay,kamu percayakan sama Allah"ucap adit menenangkan nayla


"tapi itu serem banget dit,aku baru kali ini liat yang begitu"tutur nayla sambil menunduk


adit yang melihat wajah nayla mulai memucat akhirnya mengambil segelas air putih, entah apa yang dia baca lalu ia menuangkan sedikit air ketelapak tangannya dan mengusapnya lembut diwajah nayla.


setelah menunggu beberapa menit akhirnya wajah nayla kembali seperti biasa tidak ada raut ketakutan


merekapun akhirnya menyantap makanan yang sudah tersaji sejak tadi.


walaupun sudah dingin mungkin karena lapar semua hudangan yang ada di atas mejapun habis.


"kenyang banget dit"ucap nayla sambil mengelus perutnya yang kekenyangan.

__ADS_1


adit hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya yang kadang seperti anak kecil.


__ADS_2