TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 264


__ADS_3

๐Ÿ๐Ÿ๐ŸSelamat Membaca๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Setelah Jafar keluar Adit pun duduk disamping Nayla.


Nayla menatap Adit masih seakan tak percaya jika saat ini yang duduk disampingnya benar Adit suaminya dan ini bukan mimpi.


"Sayang kenapa liatin akunya begitu" tanya Adit sambil mencubit ujung hidung Nayla.


"Ini beneran kamu Dit?" tanya Nayla masih tak percaya dengan yang dilihatnya.


"Iya sayang ini aku" ucap Adit sambil mengelus pipi Nayla.


Awalnya Nayla hanya diam saat Adit mengelus lembut pipinya, namun beberapa menit kemudian ia langsung menepis tangan Adit dan bergeser menjauh.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Nayla dengan ketusnya.


"Sayang aku nyusul kamu lah, kenapa kamu gak bilang sih kalo Papa sakit" ujar Adit lembut.


"Kamu aja jahat ninggalin aku" ucap Nayla sambil semakin menjauh dari Adit.


"Aku kerja sayang, kan sekarang aku punya tanggung jawab sama kamu" balas Adit sambil berusaha untuk mendekat pada Nayla.


"Gak usah deket-deket sih Dit"


"Sayang ..aku kangen Nay" Adit berusaha mendekat pada Nayla hingga Nayla tersudut dan tak bisa bergeser lagi.


"Ihhh sana ahh, jangan deket sama aku" tolak Nayla saat Adit semakin dekat dan ingin memeluknya.


"Sayang jangan kaya gitu dong Nay, aku pengen banget peluk kamu" ucap Adit penuh harap.


"Gakk mau..."


"Aku gak mau deket sama kamu Dit,kamu jahat" Nayla terus menolak saat Adit hendak memeluknya.


Hati Adit terasa sakit saat mendapat penolakan dari wanita yang selama ini sangat ia rindukan.


"Nay..." panggil Adit penuh harap.


Bukannya mendekat namun Nayla makin menjauh.


Akhirnya Adit mengalah untuk sementara waktu, ia hafal betul dengan sifat Nayla yang keras kepala.


Jafar datang dengan membawa tiga bungkus nasi.


Adit memperhatikan Nayla yang makan seakan mau tak mau.


Sementara Jafar makan dengan sangat lahapnya hingga sebentar kemudian nasi bungkusnya pun habis.


"Sayang kamu kok gitu sih makannya, mau aku yang suapin" Adit mengambil sendok ditangan Nayla lalu sesaat kemudian Aditpun menyuapi Nayla dengan penuh rasa sayang.


Jafar yang melihat perlakuan manis Adit pada Nayla akhirnya memiih keluar ruangan dari pada harus merasakan sakit dihatinya.


Nayla tidak menolak saat Adit memperlakukannya dengan sangat manis karena jauh dilubuk hatinya ia sangat rindu saat-saat Adit memanjakannya.


Saat Adit sedang menyuapi Nayla tanpa mereka sadari Papa Nayla membuka matanya dan memperhatikan kemesraan anak serta menantunya, ia pun tersenyum bahagia.


Adit yang tanpa sengaja melihat ke arah Papa Nayla langsung tersenyum.


"Yang Papa kamu dah bangun tuh" Adit memberitahu Nayla.

__ADS_1


Naylapun langsung melihat kearah Papanya.


Nayla pun terkejut bercampur senang, ia langsung menghambur menghampiri Papanya.


"Alhamdulillah Papa sudah sadar" ucap Nayla sambil mencium pipi Papanya.


Mulut Papa Nayla bergerak seperti ingin berbicara, Nayla pun mendekatkan telinganya pada mulut Papanya.


"Adit Papa mau ngomong sama Kamu" Panggil Nayla.


Aditpun mendekat lalu mencium punggung tangan Papa mertuanya.


"Assalammualaikum pah" sapa Adit ditelinga Papa mertuanya.


Entah apa yang Papanya bicarakan dengan Adit Nayla hanya melihat gerak bibir Papanya tanpa tau berbicara apa hanya terkadang ia melihat Adit tersenyum begitupun Papanya.


"Mereka ngomong apa sih kok senyum-senyum gitu" batin Nayla sambil menatap kearah dua orang yang sangat ia sayangi.


Siangnya Papa Nayla minta makan disuapi oleh Nayla.


Nayla pun dengan senang hati menyuapi papanya hingga tanpa mereka sadari isi mangkok pun tandas.


"Wahh Papa makannya banyak banget ya" ucap Nayla senang sambil menaruh mangkok yang sudah kosong diatas nakas.


"Papa udah sehat Nak" ucap Papa Nayla dengan suara sangat pelan bahkan nyaris tak terdengar.


Adit yang tadi pamit keluar untuk membeli makanan akhirnya datang dengan membawa jus Alpuket kesukaan Nayla.


"Sayang sekarang kamu yang makan ya, mau aku suapin lagi" Adit duduk disebelah Nayla namun dengan sigap Naylapun sedikit bergeser.


"Nay...kenapa kamu menjauh terus sih" tegur Adit


"Kan aku dah minta maaf sayang"


"Iya aku dah maafin tapi kan keselnya blom ilang" jawab Nayla


"Emang gak mau aku suapin lagi" Adit berusaha menggoda Nayla


"Papa kamu seneng loh liat kamu makan banyak trus aku yang suapin kaya tadi pagi" ujar Adit mencari alasan agar Nayla mau dekat dengannya.


Nayla melihat ke arah Papanya " Ya udah aku mau"


Sesaat Nayla terdiam


"Emm mau sih tapi jangan deket-deket duduknya" pinta Nayla


"Lah trus gimana? kan tangan aku juga gak panjang sayang"


Akhirnya Naylapun menggeser duduknya jadi lebih dekat lagi sama Adit.


Adit kembali menyuapi Nayla dan pemandangan itu kembali di lihat oleh Papanya.


Entah apa yang sedang Papa Nayla pikirkan mata Pria tua itu mengeluarkan cairan bening.


Nayla yang melihat papanya menangis langsung menghampiri Papanya.


"Papa kenapa" tanya Nayla lembut sambil menghapus air mata di pipi keriput Papanya


Naylapun langsung mendekatkan telinganya pada mulut papanya saat ia tahu jika Papanya ingin berbicara.

__ADS_1


"Maafin Papa Nay, Papa gak bisa jagain kamu lagi sayang, tapi papa bahagia kamu sudah ada yang menjaga, semoga kamu selalu bahagia sayang" ucap Papa Nayla sambil mengeluarkan air mata.


"Papa ngomong apa sih, Nay yakin kok Papa pasti sembuh" ucap Nayla yang tiba-tiba merasakan sesuatu yang tak nyaman di hatinya.


Papa Nayla tak menjawab ia hanya tersenyum sambil memegang tangan Nayla.


"Papa jangan bilang gitu lagi, Nay gak mau Papa pergi, nanti Nay sama siapa Pah" tiba - tiba Nayla menangis sambil memeluk Papanya.


Adit yang merasa akan ada sesuatu dan melihat Nayla yang tiba-tiba bersedih menghampiri Nayla.


"Sayang ..." Adit memeluk Nayla pelan


"Papa minta maaf Dit" ucap Papa Nayla pelan


"Iya pah, Adit juga minta maaf karena Adit banyak bikin salah sama Papa dan belum bisa buat Nay bahagia, tapi Adit janji akan selalu jagain Nay Pah" ucap Adit yang terdengar seperti kata-kata perpisahan ditelinga Nayla.


"Kamu kok ngomongnya gitu sih Dit" protes Nayla tak terima.


"Ya gak apa-apa sayang, emang salah ya kalau aku minta maaf" ucap Adit sambil menghapus air mata Nayla.


"Sayang aku mau beli cemilan dulu ya sebetar"


Saat Nayla masih setengah termenung Adit mengecup sekilas kepala Nayla lalu langsung melangkah keluar ruangan.


"Adittt ih kamu ya..." teriak Nayla saat Adit sudah dekat dengan pintu.


Adit sempat melihat ke arah Nayla lalu tersenyum.


Papa Nay hanya tersenyum lemah melihat tingkah Nayla dan Adit sebelum akhirnya matanya menatap kosong keatas langit-langit.


Nayla nampak gelisah entah kenapa tiba-tiba hawa ruangan terasa kurang nyaman.


"Kok aku merinding sih" batin Nayla


Namun ia segera menepis segala pikiran buruknya.


"Pah Nay ke kamar mandi dulu ya" ijin Nayla pada Papanya namun tak mendapat jawaban apapun dari papanya.


Nayla pun langsung masuk ke kamar mandi.


Tak lama kemudian ia pun selesai buang air kecil dan alangkah terkejutnya Nayla saat melihat Papanya sudah terpejam dengan tangan yang terjuntai ke bawah.


"Pah..papah bangun pah" Nayla memegang tangan papanya yang sudah dingin.


Nayla langsung memencet bel memanggil suster.


Tak lama kemudian suster masuk berbarengan dengan Adit yang sudah kembali.


"Ada apa ini Nay..." tanya Adit yang langsung memeluk Nayla.


"Papah...Papa Adit.." Nayla tak sanggup meneruskan kata-katanya lagi, ia hanya melihat beberapa suster sibuk mengecek kondisi Papa Nayla.


Hallo semua maaf aku baru bisa up lagi, kerena kesibukan di RL dan sedang mempersiapkan novel terbaru aku.


Maaf juga jika aku sedikit lama mampir di karya author lain tapi nanti aku pasti mampir kok.


Terima kasih juga buat yang masih setia mampir di ceritaku.


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr


__ADS_2