
Selamat Membaca
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka pun sampai disebuah Villa yang berada didekat sebuah tempat wisata air panas.
"Ngapain kesini sih Dit?" tanya Nayla yang merasa begitu enggan untuk masuk.
Setelah Adit membuka pintu,Nayla malah duduk di atas kap mobil.
Adit ya melihat Nayla malah asik menikmati pemandangan kebun teh langsung menghampiri Nayla.
"Kenapa sayang, enak ya udara disini" ucap Adit yang tiba-tiba sudah berada disamping Nayla.
Nayla yang tidak menyadari kedatangan Adit sedikit terkejut.
"Kenapa sih kaya liat hantu aja yang" ucap Adit saat melihat Nayla terkejut.
Nayla masih tak mau menjawab ucapan Adit, ia malah memalingkan wajahnya kembali menatap hamparan kebun teh.
Tanpa aba-aba Adit langsung kembali menggendong Nayla dan membawanya masuk kedalam villa, ia tak menghiraukan cacian Nayla yang kesal kepadanya.
"Jangan marah terus dong Nay, ayo kita nikmati aja suasana kaya gini"
"Jarangkan kita cuma berdua kaya gini"
Nayla hanya diam saja.
"Aku langsung bawa ke kamar ya kalo masih aja nyuekin aku" ucap Adit sambil terus berjalan menuju salah satu ruangan.
"Adit aku belum mau tidur, aku masih mau lihat-lihat" ucap Nayla yang takut jika Adit
membawanya ke kamar.
"Kita istirahat dulu sayang kan capek" ucap Adit lalu meletakkan Nayla diatas kasur berukuran besar.
Begitu Adit meletakannya dikasur Nayla langsung menjauh lalu menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
Adit hanya tersenyum.
"Aku gak akan ngapa-ngapain kamu Sayang, kita cuma mau tidur aja trus nanti sore Kita beli baju ganti" ucap Adit yang seakan tau apa yang ada didalam pikiran Nayla.
"Janji" Nayla membuka selimutnya sedikit
"Iya sayang, tapi masa cium aja gak boleh sih Nay" ucap Adit sambil naik keatas kasur.
Nayla yang mendengar ucapan Adit langsung menutup bibir dengan jari.
Adit yang melihat Nayla menutup mulutnya malah sengaja semakin mendekati Nayla untuk menjahilinya.
"Adit jangan macem-macem ya" ucap Nayla
"Aku cuma minta cium aja Nayla" Adit semakin mendekati Nayla.
Nayla pun langsung melempar Adit dengan apa saja yang ada didekatnya termasuk bantal dan guling.
Adit yang niat awalnya hanya ingin mengerjai Nayla malah terpancing ingin benar-benar melakukannya.
Aditpun langsung mencium paksa bibir Nayla walaupun ia harus menerima begitu banyak cakaran di sekitar lehernya.
Setelah ia berhasil mencium Nayla selama beberapa menit ia pun melepaskan nya.
"Ya ampun Nay perih tau leher aku, kaya lagi nyium anak macan" keluh Adit sambil melihat luka baret dileher dan wajahnya di kaca lemari pakaian yang ada disana.
"Sukurin" jawab Nayla sambil terus mengelap bibirnya dengan tissue.
Akhirnya siang menjelang sore itu pun mereka lalu dengan tidur bersama.
Nayla terbangun saat hari sudah mulai gelap, ia pun langsung melihat sebelahnya ternyata Adit sudah tidak ada.
"Kemana dia, kok gak bangunin aku sih, mana laper blom mandi juga" gerutu Nayla sambil turun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi yang ada diruangan itu.
Nayla pun segera mandi namun ia kembali memakai baju yang ia kenakan tadi.
Setelah selesai mandi Nayla melihat Adit keluar kamar.
"Dit aku laperr" teriak Nayla
Sambil menunggu Adit Nayla pun duduk disamping tempat tidur.
"Kemana sih Adit kok gak kesini lagi" keluh Nayla yang mulai kesal karena kelaparan.
Sayup-sayup terdengar suara mesin mobil yang dimatikan.
__ADS_1
"Lah kapan perginya dia kok udah pulang aja" batin Nayla.
Tak lama kemudian Adit masuk sambil membawa begitu banyak cemilan dan nasi bungkus.
"Cepet amat Dit belinya" ucap Nayla sambil membuka nasi bungkus.
"Cepet apanya sih sayang, aku pergi tadi pas kamu masih tidur kok, mau aku bangunin kasian kayanya kamu cape, jadi aku pergi sendirian mana jauh lagi" ucap Adit menjelaskan.
Uhuuukk
Begitu mendengar penjelasan Adit Nayla langsung tersendak hingga terbatuk-batuk.
"Trus yang tadi aku liat siapa?" batin Nayla yang langsung menghentikan makannya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Adit yang melihat Nayla tiba-tiba saja menghentikan makannya lalu termenung.
"Gak apa-apa, aku udah kenyang Dit" Nayla langsung menjauhkan nasinya lalu ia pun kembali duduk di sofa.
Pikirannya kembali pada sosok yang tadi menyerupai Adit, bahkan pakaian yang ia kenakan pun sama.
"Tadi itu bukan orang kali ya" gumam Nayla.
"Ahh bodo deh, yang penting gak ganggu aku" akhirnya Naylapun merebahkan tubuhnya di sofa panjang.
Adit nampak sibuk membersihkan sampah bekas makanan mereka.
Nayla yang melihat ponsel Adit tergeletak diatas meja ingin sekali mengambil lalu membukanya seperti dahulu.
"Dit boleh pinjem hp nya gak" tanya Nayla
"Pake aja sayang" jawab Adit sedikit berteriak.
Setelah mendapat ijin dari Adit Nayla pun segera mengambil ponsel milik Adit.
" Di kunci Adit, gimana bukannya" tanya Nayla .
"Oh iya itu pake sidik jari yang, tar dulu ya aku cuci tangan" Aditpun langsung menuju dapur.
Nayla hanya cemberut mendengar sekarang Adit mengunci ponselnya.
"Mana sini yang ponselnya" pinta Adit.
Nayla pun memberikan ponsel Adit.
"Dan kenapa? dari tadi kok kaya orang bingung" sapa salah seorang anak buah Ryan.
"Emang keliatan ya kalau saya lagi banyak pikiran" balas Ryan.
"Siap komandan iya" jawab sang anak buah yang nampak sidit takut kena hukuman.
"Biasa aja kali lagi cuma berdua sih anggap aja kita temen" ucap Ryan sambil menepuk bahu anak buahnya.
Hari pun mulai malam Adit mengajak Nayla Keluar untuk membeli baju ganti.
Disebuah toko yang tak begitu besar mereka berhenti.
Nayla menadangkan tangannya meminta uang pada Adit.
"Sini uang buat beli bajunya" pinta Nayla.
Adit hanya tersenyum, lalu menunjuk pipinya dengan jari.
"Apa?" tanya Nayla pura-pura tak mengerti.
"Cium dulu baru aku kasih uang" ucap Adit.
"Gak mau ah" tolak Nayla
"Ayo dong Nay, cuma pipi aja masa gak mau" paksa Adit.
"Gak mau pokoknya" tolak Nayla
Aditpun akhirnya mengalah ia memberikan Nayla uang 500 ribu untuk membeli pakaian ganti.
Sementara Nayla asik memilih baju, aditpun ikut sibuk dengan ponsel.
Nampak Ia sedikit menjauh untuk menelpon Dina.
Dari kejauhan Nayla memperhatikan Adit.
Hatinya begitu sakit melihat suaminya menelpon selingkuhannya didepan matanya sendiri.
__ADS_1
"Aku harus kuat"
"Anggap aja ini terakhir kita jalan berdua Dit sebelum akhirnya kita berpisah" batin Nayla dengan mata sedikit berkaca-kaca.
Ia pun melanjutkan memilih baju tanpa melihat kearah Adit.
Nayla pun sudah selesai memilih baju namun Adit masih menelpon.
Akhirnya Naylapun berjalan-jalan sendiri sambil mencari sesuatu yang dapat memperbaiki mood nya.
Tanpa Nayla sadari ia berjalan semakin jauh dari tempat mereka memarkirkan mobil.
Karena terasa sangat lapar akhirnya Naylapun mampir disebuah gerobak yang menjual nasi goreng.
Ia pun memesan satu porsi nasi goreng, saat ia melihat sekitarnya barulah ia menyadari jika saat ini ia berada ditempat yang sangat asing.
Tak mau panik, ia pun berusaha menenangkan dirinya.
Ia menikmati nasi goreng sambil matanya melihat sekitarnya.
"Aa kalo mau ke sari Ater jauh gak dari sini" tanya Nayla pad tukang nasi goreng.
"Jauh Neng" jawab tukang nasi goreng lalu menjelaskan arah yang dimaksud oleh Nayla.
Setelah membayar nasi goreng yang ia makan, ia pun berjalan mengikuti arah yang tadi tukang nasi goreng bilang.
Sementara itu di toko baju Adit mulai panik saat tak menemukan keberadaan Nayla.
Ia bertanya pada pegawai toko lalu pegawai itu pun ingat jika wanita yang dimaksud oleh Adit tadi berjalan lurus entah kemana.
Aditpun melajukan mobil perlahan sambil melihat sekitarnya.
Nayla yang kelelahan karena berjalan jauh akhirnya mampir disebuah warung untuk membeli minum.
Dari kejauhan Adit nampak melihat seorang wanita mirip Nayla sedang duduk disebuah kursi panjang didepan warung sambil memegang sebuah botol minuman.
Aditpun menghampiri gadis itu dan ternyata benar itu adalah Nayla.
"Alhamdulillah akhirnya ketemu juga, kamu ngapain sih yang jalan sendiri gak pamit sama aku" ucap Adit sambil duduk di samping Nayla.
Nayla pun terkejut saat mendengar ada yang menyebut namanya.
"Adit...kok kamu bisa nemuin aku sih" ucap Nayla berpura-pura tidak senang bertemu dengan Adit.
Padahal jauh didalam hatinya Nayla bersorak senang karena bertemu dengan Adit.
"Kok kamu gitu ngomong nya Nay kaya gak seneng aku temuin" Adit menatap Nayla dengan tatapan curiga.
"Gak apa-apa Dit, ayo pulang aku cape" Ajak Nayla mengalihkan pembicaraan agar Adit tak banyak bertanya.
Akhirnya mereka pun tiba diVilla tempat mereka menginap.
Nayla sedikit merinding saat melihat sekitar Villa yang terlihat sangat gelap dan sepi karena memang berada jauh dari pemukiman warga.
Saat Nayla hendak turun dari mobil tiba-tiba saja ada beberapa anak kecil melintas cepat didepan nya.
Nayla pun terkejut.
Adit yang melihat Nayla kaget langsung menghampiri Nayla.
"Kamu kenapa sayang kok kaget gitu" tanya Adit
"Ada anak-anak kecil lewat sambil lari Dit" ucap Nayla yang masih deg-degan.
Adit hanya tersenyum " ayo masuk aja Nay" Adit menarik tangan Nayla dan membawa nya masuk kedalam.
**Hallo semua aku dah up lagi
Semoga kalian gak bosen ya dengan kisah Adit dan Nayla.
Jangan lupa kasih dukungan buat Author dengan cara :
Like
Vote
Rate dan
Komennya ya
Salam Manis
__ADS_1
Amelajj/ Author**