TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 183


__ADS_3

🌷🌷🌷 Selamat Membaca 🌷🌷🌷


Setelah Nayla membersihkan diri Adit langsung menarik Nayla untuk duduk diruang tengah sambil menikmati secangkir susu jahe yang masih panas dan sepiring ubi madu.


" Yang..siapa yang nyuruh kamu buat keluar rumah, kan kamu lagi gak enak badan harusnya istirahat aja dirumah" Adit menasehati Nayla layaknya seorang ibu.


Nayla yang acuh bukannya mendengarkan nasehat dari sang kekasih malah sibuk sendiri dengan ubi madu (ubi cilembu) yang di oven hingga mengeluarkan cairan manis itu.


Nayla asik saja mencuil sedikit demi sedikit ubi lalu memakannya tanpa menghiraukan Adit yang sedari tadi menasehatinya.


"Sayang kamu dengerin aku gak sih" protes Adit yang lalu mengambil ubi yang Nayla pegang.


" Iihh kok diambil sih" protes Nayla


" iya aku denger tau.." Nayla memajukan bibirnya, namun saat ia melihat wajah Adit yang tersenyum ia langsung menarik kedua bibirnya kedalam dan menggigitnya.


" Kamu kenapa? kok jadi begitu bibirnya, lucu tau" ucap Adit yang langsung tersenyum karena tau apa yang ada dipikiran gadis itu.


" Tenang aja yang aku gak akan nyium kamu sekarang" Adit menotong sedikit ubi dan lalu menyuapi Nayla.


Nayla masih mengunci mulutnya rapat


" Ayo yang buka mulutnya,apa kamu mau..." Adit memainkan satu Alisnya sambil tersenyum


Naylapun langsung membuka mulutnya dan memakan ubi dari tangan Adit dan entah ide jahil dari mana Nayla langsung menggigit juga jari Adit hingga pria itu sedikit memekik kesakitan.


" Ihh kamu mah Yang sakit tau" Adit memegang jari-jarinya yang tadi di gigit Nayla.


Lilis yang dari tadi mengintip dari balik pintu kamarnya tersenyum bahagia melihat kakanya yang begitu menyayangi Nayla.


Ponsel Adit kembali berdering , ia pun pamit meninggalkan Nayla untuk mengangkat telpon yang entah dari siapa.


Naylapun merebahkan diri di lantai yang beralaskan karpet denga posisi kepala di bawah dan kakinya yang berada diatas bangku sambil memainkan ponselnya.


Adit yang sudah selesai menerima telpon, melihat aneh Nayla yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Adit menyambar ponsel yang Nayla pegang dan ia pun duduk di bangku bersebelahan dengan kaki Nayla.


Nayla melotot kesal karena keasikannya bermain game di ganggu.


Adit tersenyum devil.


Nayla yang belum menyadari arti senyum Adit berusaha mengambil ponselnya dari tangan Adit.


" Yang kalo kamu posisinya begini aku tuh jadi pengen buru-buru ..." Adit menghentikan ucapannya lalu tangannya langsung mengelus paha Nayla yang sedikit terbuka karena Nayla hanya memakai celana pendek.


"Aditttt..." Nayla berteriak kesal sambil menepis tangan Adit yang bertengger di pahanya.


Ha..ha....ha


Adit tertawa sangat kencang saat melihat wajah Nayla yang panik.


Nayla langsung bangun dan memaki Adit


" Dasar Piktor ihh..." Nayla langsung meninggalkan Adit yang masih tertawa


" Gak apa-apa yang aku masih bisa sabar kok cuma nahan berapa hari lagi aja" celetuk Adit sesaat sebelum Nayla menghilang di balik pintu kamar Lilis.


Adit duduk termenung di dalam kamarnya, ia memikirkan apakah tindakannya yang ia ambil sudah benar dan tidak berbahaya untuk Nayla.


Ingatannya kebali berputar pada saat ia mengejar Ina kemarin


Flasback on...


Ina berlari meninggalkan rumah Adit saat melihat betapa mesranya Adit memperlakukan Nayla.

__ADS_1


Ia berniat mengadu pada ayahnya yang memang terkenal dengan keahliannya membuat orang sakit atau guna-guna atau yang lebih dikenal dengan santet.


" Ina .." Adit yang berhasil mengejar Ina berusaha menjelaskan semuanya pada Ina, namun Ina bersikukuh tak terima akhirnya merekapun bertengkar dan Ina berjanji akan mengirimkan guna-guna buat Nayla.


Adit langsung takut sesuatu terjadi pada Nayla, ia tak ingin gadis itu terluka beruntung ia langsung ingat aa dan menjelaskan semuanya.


Nayla yang langsung demam membuat Adit berpikir ini ulah Ina sebagai peringatan.


Namun setelah ia menelpon aa dan as bilang hanya demam biasa ia pun sedikit tenang.


"Flashback off"


Sebenarnya Adit sudah mempersiapkan pernikahannya dengan Nayla pada hari Sabtu ini, ia juga sudah meninta a' Iwan dan Haris sebagai saksi dari keluarga Nayla sedangkan wali nikah akan di wakilkan pada penghulu setelah mendapatkan ijin dari papa Nayla yang akan dilakukan melalui vidio call.


Acaranya pun akan dilakukan dirumah Adit dan secara sederhana.


Semua persiapan untuk acara akad nikah sudah siap dan semua pihak yang terkait sudah tau kecuali calon pengantin wanitanya.


Adit sengaja akan memberitahu Nayla saat kedua orang tuanya sudah dirumah agar gadis itu tidak melarikan diri lagi.


Hari jum' at pagi kedua orang tua Adit sudah tiba dirumah, mereka sangat bahagia melihat calon mantu mereka yang begitu sederhana namun menarik.


" Nay sini temenin Ibu dulu" pinta Ibu Adit dan Naylapun segera menghampiri calon ibu mertuanya itu


"Nay coba dulu baju kebayanya, ibu sengaja beli buat kamu loh" Ibu Adit mengeluarkan sebuah kebaya putih yang begitu cantik.


" Buat apa ini bu?" tanya Nayla bingung


" Coba aja dulu gih, ibu mau liat bagus apa gak" perintahnya kemudian.


Naylapun segera masuk kedalam kamar dan menjajal baju yang diberikan oleh ibunya Adit.


Tak lama kemudian Nayla keluar dari kamar


" Kamu cantik amat sih yang, tapi sayang gunungnya masih kecil " bisik Adit sambil terus berjalan


Nayla yang kesal langsung membuka sebelah sendalnya dan menimpuknya kearah Adit dan berhasil mengenai bahu kiri Adit.


Adit hanya tersenyum begitupun ibu Adit.


Ponsel Adit kembali berdering menandakan ada pesan yang masuk.


" Aku keluar dulu ya yang"


cup...


Adit pada Nayla lalu mengecup pipi Nayla tanpa tau malu..


" Ihh kamu mah" Nayla kembali kesal pada Adit.


Ibu Adit seakan tak percaya jika anak sulungnya begitu sayang pada calon istrinya itu.


Hampir satu jam lebih Adit pamit keluar, karena Nayla mulai bosan ia pun pamit untuk rebahan di kamar Lilis.


Naylapun terlelap namun belum begitu lama ia tertidur,ia seperti mendengar suara Haris dan a'iwan.


" Ihh aku salah denger kali" gumam Nayla lalu kembali memejamkan matanya.


Namun suara si aa dan Haris kembali terdengar, dari pada penasaran akhirnya Naylapun keluar dari kamar dan alangkah terkejutnya Nayla saat melihat aa dan Haris sedang berbincang-bincang dengan Ayah Adit.


" Ihh ini mah cuma mimpi aja kali ya, gak mungkin kan si aa ama Haris ada disini" batin Nayla sambil menggaruk kepalanya.


" Haii perawan tidur mulu, sini atuh" tegur aa yang membuyarkan lamunan Nayla.


" Ini aa beneran ya" tanya Nayla sambil mencubit tangan aa

__ADS_1


" Ishh Nay sakit banget sih nyubitnya" ucap a' Iwan sambil mengelus tangannya yang tadi di cubit oleh Nayla.


" Kebetulan kamu udah bangun yang, sini ada yang mau diomongin" Adit menarik tangan Nayla agar duduk disebalahnya.


Tak lama kemudian Ibu dan Lilispun ikut bergabung.


" Kok perasaan aku gak enak ya Dit" bisik Nayla yang hanya di tanggapi dengan senyum manis dari Adit.


" Begini ya yang...besok kita jadi nikah dan gak ada kata diundur lagi"


"A...." belum sempat Nayla protes Adit sudah menempelkan jari telunjuk dibibir Nayla


" Baju kebaya tadi buat kamu pakai besok dan juga aa sam Haris sengaja aku suruh kesini buat jadi saksi" Lanjut Adit


" Aku udah siapin ini dari jauh hari ya yang dan aku gak mau gagal lagi, maaf cuma akad nikah aja dulu resepsinya nanti kita bahas lagi"


Nayla hanya terdiam sambil memainkan jari-jarinya.


Perkata'an Adit yang mengatakan akan menikah besok benar-benar membuat gadis itu lemas apa lagi kini ada a'Iwan dan Haris


"yang ini gak bisa di undur lagi ya Dit" bisik Nayla tak putus asa


" Gak yang, yang sekarang aku seriuss" jawab Adit tegas


" Ya udah deh" jawab Nayla lemas


Ia pun menatap a' Iwan meminta bantuan, si aa yang mengerti maksud Nayla hanya tersenyum " Maaf nyi sekarang mah aa dukung Adit aja" jawaban aa membuat Nayla semakin pasrah.


Malam itu Nayla masuk kamar lebih dulu sedangkan Lilis masih menyiapkan makanan dan minuman buat yang akan begadang.


Entah mengapa tiba-tiba Nayla merasakan perutnya begitu sakit dan dadanya panas seperti terbakar.


Awalnya ia hanya menahan sambil memegang perutnya yang sakit.


Keringat sudah membasahi baju yang Nayla pakai.


" Aduh....ini kenapa sakit banget sih.." rintih Nayla..sambil berguling kekiri dan kekanan dengan harapan dapat mengurangi rasa sakit di perutnya.


"Ah.... aduh..Lilis..." ucap Nayla setengah berteriak


Setelah sekian lama akhirnya Lilispun masuk dan alangkah terkejutnya Lilis saat melihat kondisi Nayla yang kesakitan sambil memegangi perutnya.


Lilis langsung memanggil Adit yang sedang berbincang-bincang bersama a' Iwan dan Haris diteras depan


" Aa ...aa eta si teteh Nay.." Lilis tak tau harus bilang apa


" aya naon Lis" tanya Adit masih belum beranjak dari tempat duduknya


" Ih..." Lilis langsung menarik tangan Adit dan menariknya kekamar.


" Ya Allah Nay..kamu kenapa Beib" Adit yang panik langsung memeluk Nayla yang sudah pucat dan lemas.


" Nay..Nayla...kamu kenapa Nay...." Adit berteriak panik saat Nayla tak menjawabnya hanya air mata yang mengalir dari sudut matanya sambil menatap Adit...


Lanjutt besokk lagi ya..


Nah yang punya prasangka jelek sama Adit ayo minta maaf...he...he


Maaf ya kalau masih banyak typo


Jangan lupa ya tetep kasih dukungan buat Authorr


Love you all


Amellajj/authorr

__ADS_1


__ADS_2