TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 343


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Akhirnya Ryanpun berhasil melewati masa kritisnya.


Perlahan ia membuka matanya dan merasakan ada yang menggenggam tangannya


Ia pun melirik kearah tangannya dan melihat Nayla yang sedang tertidur sambil memegangi tangannya.


Ingin rasanya Ryan memanggil Nayla namun entah kenapa mulutnya seakan terkunci, ia hanya dapat melihat Nayla yang sedang tertidur.


Sementara itu diluar, Adit dan Damra masih menunggu dibangku tunggu sambil memejamkan matanya yang terasa berat.


Nayla yang tertidur karena lelah merasakan tangannya seperti bergerak, ia pun langsung melihat kearah Ryan yang sedang melihat ke arahnya.


"Mas kamu udah sadar" Naylapun langsung duduk seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Ryan tak menjawab, ia hanya memberikan isyarat dengan tersenyum.


"Alhamdulillah, sebentar ya aku panggil suster dulu" Naylapun langsung menghampiri meja suster yang memang terdapat didalam ruangan itu.


Tak lama kemudian dokter pun datang memeriksa kondisi Ryan.


"Alhamdulillah akhirnya pak Ryan sudah sadar"ucap dokter lalu meminta pada Ryan untuk banyak istirahat agar cepat pulih.


Akhirnya Naylapun dapat bernafas lega, karena masih berada dalam ruangan ICU, Naylapun diminta untuk menunggu diluar.


Dengan susah payah Adit membujuk Nayla agar mau beristirahat di penginapan.


Malam itu setelah kejadian yang menimpa Ryan akhirnya untuk pertama kalinya ia dapat tidur dengan nyenyak.


Tak terasa matahari pagi telah menyapa namun Nayla masih terlelap dibalik selimut tipis yang ia bawa.


Karena marasa kasihan Damrapun membiarkan Nayla tidur sementara ia dan Adit keluar untuk mencari sarapan.


Oooaammmn


Nayla terbangun saat suara ponselnya berbunyi.


"Oh. dah siang"


"Kemana Damra ya?" tanya Nayla entah kepada siapa.


"Mending mandi dulu lah" dengan sedikit malas Naylapun langsung menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri.


Didalam kamar mandi ia bersenandung,hatinya begitu bahagia saat ingat Ryan sudah siuman


Rencananya hari ini Ryan akan dipindahkan keruangan perawatan,jadi ia bisa bebas menemani Ryan nantinya.


Setelah selesai mandi Naylapun langsung meneguk habis satu gelas susu yang sudah dibuatkan oleh Damra.


Ia melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Damra sama Adit kemana sih,kok belum pulang sih"


Kerena bosan menunggu lama, akhirnya Naylapun berjalan keluar namun baru saja di depan pintu utama dia sudah bertemu dengan Adit yang baru saja tiba.

__ADS_1


"Mau kemana Nay?" tanya Damra yang heran melihat Nayla sudah rapi.


"Mau kerumah sakit Ra,kan hari ini mas Ryan udah bisa pindah ke ruang perawatan"


"Ya udah tapi kita sarapan dulu ya didalem" ujar Adit yang langsung menarik tangan Nayla dan membawanya kedalam.


Mereka pun sarapan dikamar yang Adit tempati.


"Semangat banget sih Nay yang mau ketemu ama ayang beb nya" goda Damra.


Nayla hanya tersipu malu mendengar perkataan Damra dan Adit.


Setelah selesai makan merekapun langsung menuju rumah sakit.


Begitu mereka tiba ternyata Ryan sudah dipindah keruang perawatan.


Naylapun langsung mencari ruangan yang dimaksud.


Setelah yakin itu ruang perawatan Ryan mereka pun langsung masuk.


Saat mereka masuk ada beberapa orang polisi teman Ryan yang sedang menemuinya.


Karena Ryan belum boleh terlalu banyak berbicara akhirnya teman-temannya pun pamit.


Damra dan Adit yang mengerti jika saat ini Nayla dan Ryan butuh waktu berdua akhirnya mereka pun pamit untuk kembali kepenginapan.


Setelah Adit dan Damra kembali suasana tiba-tiba berubah menjadi canggung.


Ryan hanya diam sambil menatap wajah Nayla.


"Mas ..kok liatinnya gitu sih?" tanya Nayla


Ryan hanya tersenyum sambil mengangkat satu tangannya dan menyentuh wajah Nayla.


Ia mengelus lembut pipi Nayla.


Naylapun membiarkan Ryan melakukan apapun yang ia mau,namun ia sedikit heran saat melihat ada bulir air mata di sudut mata Ryan.


Ingin rasanya ia bertanya,namun ia tak mau merusak susana saat ini.


Setelah puas membelai wajah Nayla Ryanpun kembali tertidur.


Karena merasa bosan Naylapun membuka akun sosmed miliknya yang sudah lama tidak ia buka.


Ia tersenyum saat melihat beberapa postingan milik teman-teman.


Setelah merasa bosan namun Ryan belum juga bangun Naylapun berniat keluar sebentar.


Ia pun menitipkan Ryan pada suster yang berjaga.


Untuk menghilangkan rasa kantuknya ia berniat membeli kopi dan beberapa cemilan di warung yang berada di depan rumah sakit.


Setelah mendapatkan apa yang ia mau, ia pun bergegas kembali keruangan tempat Ryan dirawat.


Nayla sedikit heran saat melewati lorong yang menuju keruang Ryan.

__ADS_1


"Kayanya tadi deket deh waktu mau keluar, kok ini gak nyampe-nyampe ya" keluh Nayla saat ia tak menemukan kamar perawatan Ryan, padahal sudah beberapa kali ia melewati jalan itu.


"Ya Allah ini kenapa gak ketemu juga sih kamar mas Ryan" keluh Nayla mulai putus asa.


"Mas ruangan kamu yang mana sih" ucap Nayla sambil memperhatikan nama-nama kamar yang ia lewati.


"Tuh kan, tadi kan dah lewat sini,masa lewat sini lagi" Nayla yang mulai kesal menghentakkan kaki nya di lantai.


"Ya Allah ada apa ini kok kamar mas Ryan gak ketemu sih,mana sepi banget lagi gak ada yang bisa ditanyain" ucap Nayla.


Beruntung ponselnya berbunyi ia pun langsung menerima panggilan yang ternyata dari Damra.


Nayla. : "Hallo Assalamualaikum"


Damra. : " Wa'alaikum salam,loe dimana Nay?"


Naylapun menceritakan jika ia habis membeli cemilan namun tidak bisa menemukan kamar perawatan Ryan.


Damra yang kebetulan baru saja tiba heran saat melihat Ryan hany sendirian,ia pun langsung menghubungi Nayla.


Setelah meminta Nayla menunggu ditempatnya saat ini berada Damrapun langsung keluar hendak menjemput Nayla.


Alangkah terkejutnya Damra saat membuka pintu ternyata Nayla berada didepan ruang perawatan Ryan.


"Nay loe disini?" tanya Damra heran


Naylapun tak kalah terkejutnya saat melihat Damra keluar dari ruang perawatan Ryan.


"Astaghfirullah ternyata dari tadi aku muter-muter didepan kamar mas Ryan" ucap Nayla yang baru tersadar.


"Ya Allah Nay,masa kena setan keder dirumah sakit sih" Damra langsung menarik tangan Nayla dan mengajaknya masuk kedalam.


Ryan yang sudah terbangun hanya tersenyum saat mendengar ucapan Damra.


"Mas dah bangun,maaf ya tadi aku tinggal beli makanan" ucap Nayla sambil tersenyum.


"Gak apa-apa sayang,sini duduk deket mas" Ryan menepuk pelan kasur disebelahnya.


Naylapun langsung duduk ditempat yang Ryan maksud.


Hari itu walaupun kondisi Ryan masih lemah namun Nayla sangat bahagia setidaknya keadaan Ryan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Hari itu mereka habiskan berdua, Karena tak mau melihat Nayla terus bersedih Ryanpun selalu menggoda istrinya itu hingga wajah Nayla merona saat Ryan bilang setelah sembuh ia akan membuatkan Adik buat Rania.


Hallo semua udah up lagi Ni.


Jangan lupa dukungannya ya kk


Like


Rate dan


Komen tetep author tunggu.


salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/Author


__ADS_2