TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 278


__ADS_3

Selamat Membaca


Akhirnya merekapun makan bersama, seperti biasa Nayla yang tidak bisa makan ikan dengan setia menunggu Adit membersihkan tulang-tulang ikan.


setelah satu ekor ikan berhasil dibersihkan oleh Adit dengan sangat santainya Nayla pun memakan nya.


"Gimana enak gak masakan aku?" tanya Nayla dengan wajah berbinar senang.


"Enak sayang masakan kamu" jawab Adit sambil mengunyah makanan yang masih ada dalam mulutnya.


"Gak bohong kan ?" tanya Nayla lagi seakan kurang yakin.


"Bener kok sayang enak banget" ucap Adit sambil mencuci tangan nya lalu mengelap mulutnya dengan tissue.


"Makasih sayang kamu udah muji masakan aku" Nayla pun tersenyum.


Setelah selesai makan Empok langsung merapihkan meja makan sementara Adit dan Nayla menuju ruang tengah untuk bersantai.


Adit duduk diatas sofa sambil menonton televisi, sedangkan Nayla tiduran dipaha Adit sambil memainkan ponsel Adit.


Satu persatu ia buka semua aplikasi yang ada di ponsel itu.


Akhirnya iapun membuka galeri dan melihat foto mereka satu persatu saat masih pacaran dulu.


"Ihh Adit kamu masih aja ada foto ini" ucap Nayla yang tak sadar tangan Adit sudah bersiap akan menyentil dahinya.


"Coba tadi kamu bilang apa sayang" tanya Adit


"Ini loh foto waktu kita masih pacaran kok kamu masih nyimpen sih" ulang Nayla masih belum menyadari.


"Ehh itu tangan kamu mau apa Dit?" tanya Nayla seakan tanpa dosa.


"Kamu gak tau ini mau ngapain sayang?" tanya Adit


"Kaya orang lagi mau nyentil sih,emang kamu mau nyentil siapa sih yang" tanya Nayla dengan wajah polosnya.


"Astaga Nay kamu beneran bikin aku geregetan sih" Adit langsung memencet hidung Nayla sedikit keras hingga Nayla pun memekik kesakitan.


"Sakit Aditt" Nayla langsung menjauhkan tangan Adit dari wajahnya.


"Lagian sih kamu bikin aku gemes"


"Nay bisa gak kalo manggil aku itu Aa Adit, kalo gak Abang Adit kan aku sekarang suami kamu yang bukan pacar lagi" ucap Adit pelan takut Nayla tersinggung.


Ha....ha


Diluar dugaan ternyata Nayla malah tertawa mendengar permintaan Adit.


"Bilang dong kalo mau dipanggil Aa" ujar Nayla sedikit menggoda Adit.


"Ihh kamu nya aja yang gak nyadar sayang kan biar romantis harusnya kamu manggil aku Aa Adit Sayang" proses Adit sambil kembali mencubit ujung hidung Nayla.


Naylapun melanjutkan kegiatannya membuka satu persatu foto yang ada di galeri ponsel Adit.


"Yang disana gak ada cewe ya"


"Mana ada sayang cewe yang kerja di tambang minyak gitu, kamu suka ngaco sih" jawab Adit


Nayla hanya tertawa.

__ADS_1


Adit terus saja menggonta-ganti Chanel televisi namun tak ada satu pun acara yang menarik perhatiannya.


"Kita keluar aja yuk sayang, jalan-jalan" ajak Adit pada Nayla.


"Tapi kaki aku..." Nayla langsung menunduk sedih.


"Kenapa emangnya sama kaki kamu" Adit mengerutkan dahinya.


"Kamu gak malu aku pakai tongkat gini" tanya Nayla yang kini menjadi tidak percaya diri.


"Kenapa harus malu sih sayang,kamu pakai kursi roda aja biar aku yang dorong sayang"


Aditpun langsung menyiapkan segala sesuatunya dan memasukannya kedalam mobil.


Setelah rapi merekapun lagsung pergi jalan-jalan menikmati sore ditepi danau.


Naylapun menceritakan kejadian yang dialaminya beberapa hari lalu pada Adit.


Adit yang memang sudah tahu kejadiannya karena Aa Iwan sudah menceritakan semuanya hanya sesekali menimpali ucapan Nayla.


Setelah puas bermain dan menikmati Jaja nan merekapun lagsung pulang dan begitu tiba dirumah Adit langsung meminta Nayla untuk beristirahat.


Tak butuh waktu lama Nayla pun langsung tertidur begitupun Adit.


Tengah malam Nayla terbangun karena haus dan sial nya lagi tadi ia lupa mengisi teko yang ada di kamar nya.


Karena tak mau membangunkan Adit Naylapun turun perlahan dari tempat tidur dan berjalan perlahan sambil menahan rasa nyeri dikakinya menuju dapur.


Terdengar sedikit ribut dari arah dapur Nayla berpikir jika itu Empok yang belum tidur namun alangkah terkejutnya Nayla saat melihat dapur dalam keadaan kosong dan sepi padahal sebelumnya dengan jelas ia mendengar seperti ada yang sedang mencuci piring.


Dengan sedikit tertatih ia pun memaksakan untuk masuk ke dapur dan segera mengambil air minum.


"Adittt...."


"Itu kamu sayang...."


Panggil Nayla pada sosok yang sedang duduk di bangku itu.


Karena tak menjawab Nayla semakin penasaran ia pun menghampiri sosok yang ia kira Adit.


Aaaww


Bruuakkk


Naylapun terjatuh saat melihat sosok yang ia kira Adit ternyata adalah sosok hantu wanita dengan wajah yang rusak.


"Pergiiii kamuuu"


Teriak Nayla ketakutan


"Mauu apa kamu....."


"Pergiiii jangan ganggu akuuu....."


Teriak Nayla semakin ketakutan saat sosok itu berdiri dan memberi dekat kepadanya.


hiiiii.....hiiii


Tooooollooo akuuu Nayyyy

__ADS_1


Sosok itu tertawa melengking namun sasaat kemudian ia menangiss.


Nayla yang ketakutan berusaha merangkak menuju kamarnya.


Namun entah sejak kapan sosok itu sudah berdiri didepan pintu kamar Nayla dan kini menatap Nayla tajam.


"Pergiiii kamuuu..."


"Akuuu gak kenal kamuuu"


"Kenapa kamu ganggu akuuu"


Ucap Nayla sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Bukannya menjawab sosok itu kembali tertawa sambil menyeringai menatap marah pada Nayla.


"Aadittt tooolong..." teriak Nayla


Entah kenapa perasaan Nayla sudah berteriak sekencang-kencangnya namun tak ada satupun yang terbangun.


Nayla hanya bisa menangis sambil menutup kedua matanya tak mau melihat sosok yang menyeramkan itu.


Ia pun teringat kata-kata Aa Iwan jika ia merasa ketakutan baca Al-Quran surat apapun yang ia hapal dan yakin jika Allah akan selalu menolongnya.


Naylapun langsung membaca Ayat kursi dan ayat-ayat pendek yang ia hapal namun sosok itu tak juga mau pergi.


"*Aa tolong Nayla.."


"Nayla takuttt*" Batin Nayla


Saat Nayla semakin ketakutan tiba-tiba pintu kamarnya pun terbuka dan Adit yang kaget karena melihat Nayla yang terduduk dilantai dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya.


"Astaghfirullah Allazim, kamu kenapa sayang" Adit langsung membantu Nayla berdiri


"Kamu kenapa sayang" tanya Adit yang langsung mendudukan Nayla di bangku dan mengambil air hangat dan meminumkannya pada Nayla.


"Tadi ada cewe serem banget Dit, aku takuttt" Nayla langsung memeluk Adit dan menangis.


"Jangan nangis sayang ada aku" ucap Adit sambil menghapus air mata Nayla.


"Dia marah sama aku Adit, aku juga gak tau kenapa dia marah" ucap Nayla sambil terisak.


"Ya udah kita bicara besok lagi ya, sekarang kamu tidur dulu" ucap Adit lembut.


Nayla pun hanya mengangguk dan dengan sigap Adit lagsung menggendong Nayla membawanya masuk kedalam kamar.


Dengan sangat hati-hati Adit membaringkan Nayla dan mengelus kepalanya lembut.


"Tidur sayang,jangan takut aku bakal jagain kamu" ucap Adit lembut


cuppp


Sebuah kecupan mendarat di dahi Nayla dan tak lama kemudian ia pun kembali tertidur.


Hallo semua sampai sini dulu ya upnya


jangan lupa untuk **Like dan Komen sebagai bentuk dukungan buat Authorr.


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/Authorr**


__ADS_2