TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 257


__ADS_3

🌺🌺🌺Selamat Membaca🌺🌺🌺


Setelah selesai membeli perlengkapan bayi mobil Rian pun kembali melaju entah menuju kemana.


Aditpun terus mengikuti kemana mereka pergi.


Setelah menempuh perjalanan hampir 15 menit sampailah mereka disebuah bangunan yang lumayan besar.


Adit semakin bingung begitu melihat papan nama yang tertera didepan rumah besar itu.


"ngapain mereka ke panti asuhan" tanya Adit pada diri sendiri.


Adit memperhatikan mereka dari jauh dengan begitu banyak tanda tanya di kepalanya.


"Nay...apa-apa'an sihh ini, ada apa Nay..." guman Adit sambil meremas kasar stang motornya.


Sementara itu di dalam panti asuhan Nayla,Rian dan Damra asik berbincang-bincang dengan pengurus panti.


Seorang ibu pengurus datang membawa seorang bayi mungil dalam gendongannya.


Mata Nayla berkaca-kaca saat melihat bayi mungil itu, ia kembali teringat kejadian yang belum lama ia alami.


Damra yang melihat Nayla menangis langsung memeluk Nayla.


Para pengurus panti hanya bisa melihat heran tanpa berani bertanya.


"Ini bu kemarin dia abis keguguran jadi kalo liat bayi dia sedih" ucap Damra seakan tau apa yang ada dalam pikiran para pengurus panti itu.


"Ohh maaf ya Nak ibu gak tau,kami turut berduka cita ya nak" ujar ibu panti.


Naylapun menghapus kasar air mata dipipinya.


"Bu boleh gak saya gendong bayinya" pinta Nayla ragu.


"Oh...bolehh Nak silahkan" ibu panti yg menggendong bayi menyerahkan bayi yang digendonggnya pada Nayla.


"Saya takutt bu tar kecengklak gimana" ucap Nayla dengan polosnya.


"Begini caranya Nak" ujar ibu yang menggeddong bayi sambil meletakan bayi ditangan Nayla.


Hati Nayla berdebar-debarr ia sangat bahagia saat menggendong bayi itu.


"Inj baru berapa bulan ibu" tanya Nayla dengan tatapan tak berpaling dari wajah sang bayi


"Belum sebulan nak" jawab Ibu panti.


"Kalo kamu suka kamu bisa adopsi Nay" saran Rian yang tersenyum melihat Nayla yang kebingungan karena sang bayi bergerak-gerak.


"Aku jadi ayahnya juga mau kalo kamu jadi ibunya Nay" lanjut Rian sambil tersenyum.


Nayla seakan tuli ia pura-pura tak mendengar ucapan Rian, ia asik menatap wajah bayi mungil dalam gendongannya sambil menoel pipi sang bayi yang menurutnya menggemaskan.


"Ehh itu bibirnya kenapa begitu" Nayla tertawa saat melihat bayi yang di gendongnya memajukan bibirnya seperti sedang menyusu.


Seorang pengurus panti membuatkan susu lalu menyerahkannya pada Nayla.


Hampir satu jam lebih mereka disana sampai akhirnya Nayla menyerahkan semua barang yang dibawanya pada pengurus panti.


Setelah selesai dengan memberikan hadiah kepada anak-anak panti merekapun kembali masuk kedalam mobil Rian.


"Aku suka Ra sama anak tadi" ujar Nayla saat mereka sudah di dalam mobil.


"Kamu adopsi aja Nay" saran Damra


"Aku takut gak bisa ngurusnya Ra"

__ADS_1


"Aku bantuin Nay, loe bawa aja kalo kesalon" jawab Damra


"Tar deh aku pikir-pikir lagi"jawab Nayla lalu menyandarkan kepalanya di sandaran jok.


"semoga kamu senang di sana nak, mama udah hadiahin anak-anak makanan, minuman dan pakaian atas nama kamu sayang" batin Nayla lalu ia menghapus air mata yang tanpa permisi mengalir di pipinya.


Ingatannya kembali berputar pada kata-kata aa semalam


Flassback on


"Nay biarpun anak kamu masih belum berbentuk tapi dia udah sempat ada di rahim kamu, dialam sana dia itu hidup Nay namun beda dunia sama kita.


Ada baiknya kamu kirim dia hadiah susu, baju bayi, mainan layaknya dia masih ada trus kamu kasih pada orang yang butuh trus kamu hadiahin pahalannya atas nama anak kamu" kira-kira begitulah saran aa semalam saat Nayla mendengar suara bayi menangis tak henti-hentinya.


Flasback off


"Kita makan dulu ya Nay, udah siang juga" suara Rian membuyarkan lamunan Nayla.


"Terserah aja, aku mau yang ada es campurnya ya tapi yang esnya diserut" jawab Nayla sambil memandangi jalanan dari kaca mobil.


"Emm kalo yang begitu mah adanya tukang mie ayam di pinggir jalan Nay, gw tauu tempatnya,mau kesana gak" tanya Damra dengan sangat bersemangat.


"Ya udah mie ayam juga gak apa-apa" jawab Nayla.


Rian pun mengikuti arahan yang Damra ucapkan kebetulan ia tau darah yang Damra maksud.


Disamping kantor PMI mobil Rain terparkir dengan manis dibawah sebuah pohon.


Sementara mereka bertiga sudah duduk manis diatas bangku plastik sambil menunggu pesanan mereka jadi.


Sesuai permintaan es campur Nayla yang duluan jadi.


Naylapun mulai mengaduk es didepan nya sementara itu Rian asik memandang Nayla tanpa berkedip.


Damra yang sedari tadi memperhatikan Rian langsung menepuk bahu Rian.


"Aaaww sakit Rian" pekik Damra sambil mengelus telinganya yang masih memerah dan terasa panas.


Sementara itu Adit masih setia diatas motornya dan sedikit kesal yang melihat Rian sedang berusaha mendekati Nayla.


Nayla hanya menatap kedua orang didepannya sambil tersenyum.


Ia memakan kolangkaling yang terdapat di dalam es campur lalu menyeruput airnya.


"Enak bangett, jangan ada yang minta ya" ucap Nayla yang langsung mendapat tatapan dari Rian dan Damra secara bersamaan.


"kenapa?" tanya Nayla bingung yang mendapat tatap dari kedua orang di hadapannya.


"Gak Nay buat kamu aja es nya, kalo kurang boleh nambah kok" senyum manis keluar dari bibir Rian saat berbicara dengan Nayla.


Setelah puas makan merekapun kembali menuju mobil dan kembali ke salon.


Adit yang semakin terbakar api cemburu sudah bertekad akan segera menyelesaikan masalahnya dengan Nayla.


Begitu tiba disalon Nayla langsung naik ke lantai dua dan beristirahat.


Sementara itu Damra menemani Rian di lantai satu.


Setelah lelahnya hilang Rian pun pamit pulang karena ia akan dinas malam.


Nayla dan Damra berbincang-bincang di kamar saat suara krincingan yang di pasang di pintu terdengar seperti di buka.


"Ra kamu gak kunci pintu ya" tanya Nayla


"Emmm kayanya sih gakk Nay, kan gak mungkin itu maling" sangkal Damra.

__ADS_1


Nayla semakin menajamkan pendengarannya..


"Ada apa sih Nay?"tanya Damra bingung


"Kaya ada yang lagi naik tangga" ujar Nayla


"Masa sihh, gw liat dulu lahh" Damra langsung turun dari tempat tidur dan menuju kearah pintu.


Baru saja Damra memutar hadel pintu namun pintu sudah keburu terbuka dengan lebar menampilkan wajah seseorang yang tak ingin Nayla lihat.


"Ngapain loe kesini" tanya Damra dengan tegas.


"Ra ..plis aku mau bicara sama Nayla" Adit yang berdiri didepan pintu berusaha menahan pintu yang hendak di tutup oleh Damra.


Sementara itu Nayla yang melihat ada Adit didepan pintu langsung bersembunyi didalam lemari pakaian Damra.


"Nayy..pliss kita harus bicara Nay"teriak Adit dari depan pintu.


"Nay..jangan ngumpet disana tar kamu gak bisa nafas" lanjut Adit


Sementara itu Nayla yang berada didalam lemari mulai merasa gerah dah panas, dalam hatinya ia berdoa agar Adit segera keluar dari kamar Damra.


Namun nasib baik gak berpihak pada Nayla, setelah bernego dengan Damra akhirnya ia di ijinkan masuk oleh Damra.


"Nay...keluar diasana pengngap Nay, tar kamu nyesek" ucap Damra dari balik pintu lemari.


"Aku gak mau liat dia Ra" teriak Nayla


"Gak apa-apa Nay, ada aku dia gak akan macem-macem" balas Damra


"Tapi aku masih gak mau liat dia Ra.." teriak Nayla masih tak mau keluar dari dalam lemari.


"Nay..kamu pernah denger gak soal hantu lemari" Adit berusaha menakut-nakuti Nayla


"Gak pernah denger dan aku gak takut" jawab Nayla


"Kalo kisah yang ada portal buat ke dimensi lain pernah denger gak, trus dia kebawa ke lorong waktu masuk kedimensi lain" Adit tak patah semangat menakut-nakuti Nayla agar mau keluar.


"Aku juga pernah kok masuk ke dunia lain" jawab Nayla masih tak juga mau keluar.


"Nay..kita kan pernah tuh liat film yang istrinya kejebak didalam cermin, kamu gak takut" ujar Adit lagi.


Ia ingat ketika melihat sebuah film bersama Nayla trus Nayla pernah bilang "Jangan sampe dia seperti itu"


Naylapun langsung membuka pintu lemari dengan wajah yang sudah berkeringat.


"manjur juga tuh film" batin Adit.


Ia pun tersenyum bahagia saat melihat wajah Nayla.


" Sayang kamu gak apa-apa kan" Adit berusaha menghapus keringat Nayla namun langsung ditepis oleh Nayla.


"Gak usah megang-megang sih" ucap Nayla dengan ketusnya.


"Dosa loh yang bilang gitu sama suami" ucap Adit sambil tersenyum


"Bodo amat" sahut Nayla dengan nada yang sama


Dengan susah payah Adit dan Damra membujuk Nayla akhirnya Naylapun mau berbicara dengan Adit.


**Hallo semua maaf aku baru bisa up hari ini.


Gak tau kenapa beberapa hari ini MT/NT nya atau hp aku ni yang Error jadi susah.


Jangan lupa ya tetep kasih aku like dan vote dan kritsarnya juga biar semangat.

__ADS_1


Salam Manisss


Amellajj/authorr**


__ADS_2