
🌻🌻🌻Selamat Membaca🌻🌻🌻
Nayla hanya melihat dari jarak sedikit jauh karena Aa melarangnya.
"Itu pada ngapain sih orang-orang, kayanya ada sesuatu di dasar danau" batin Nayla sambil terus melihat ke arah danau.
"Haii Nay lagi apa kamu disini" sapa seorang pria yang sudah sangat Nayla kenal.
"Hai juga Ryan, aku lagi nonton aja, mayan gratisan" jawab Nayla sambil bercanda.
"Kamu mau nonton beneran, ayo ama aku, ngapain juga nonton orang lagi cari mayat" jawab Ryan.
"Ehh..apa?"
"Cari mayat, emang ada pembunuhan disini" tanya Nayla yang mulai penasaran.
"Lah kok kamu gak tau Nay, tanya aja tuh sama si Aa" Rian menunjuk ke arah Aa yang sedang memberitahu keberadaan sosok itu melalui mata batinnya.
"Ahh aku malah gak tau sih Ryan" desah Nayla seakan kesal.
" Ya udah mending kita jajan yuk, aku tau kamu tuh suka bangt itu kan" Ryan menunjuk ke arah pedagang baso bakar.
Nayla pun tersenyum "Kamu yang bayarin ya" lanjutnya.
Ryan hanya tersenyum sambil mengangguk bertanda "iya".
"Asikkkk jajan gratis" Naylapun langsung berjalan menuju tukang baso bakar sementara Ryan mengikuti dari belakang.
"Nay...sayang banget sih kamu dah jadi istri orang, padahal aku sayang banget sama kamu" batin Ryan sambil menatap kearah Nayla yang sedang memesan baso dan sosis bakar.
Tak butuh waktu lama pesanan Naylapun sudah siap.
"Bayar Ryan"
Ucapan Nayla berhasil membuyarkan lamunan Ryan yang masih terpesona oleh Nayla.
Sambil menikmati makanannya, Nayla duduk di bangku sambil melihat kearah danau.
uhukkkk
hukkkk
Nayla tersendak makan yang sedang ia kunyah saat tanpa sengaja ia melihat sosok wanita itu berdiri tak jauh darinya sambil tersenyum.
"Ryan kamu liat itu gak sihh" tunjuk Nayla pada sosok itu.
"Liat apa sih Nay, aku liat banyak orang disana tah " balas Ryan.
"Ishh bukan itu Ryan, tapi hantu wanita itu"
"Aku kan gak bisa liat hantu Nay" jawab Ryan
"upsss maaf aku lupa Yan" Nayla menutup mulutnya dengan jari tangannya.
"Ha...ha udah Nay cepet abisin makanannya, abis itu kita kesana" ajak Ryan.
Naylapun langsung menghabiskan makanannya hingga tanpa ia sadari ada sedikit noda saus kecap yang menempel di sudut bibirnya.
Ryan yang melihat itu langsung mengambil tissue lalu mengelap sudut bibir Nayla dengan lembut.
__ADS_1
Nayla hanya terpaku mendapat perlakuan manis dari Ryan, seketika itu juga jantungnya berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya.
" Ryyann..." ucap Nayla pelan
" Maaf Nay, aku cuma mau bersihin ini aja, lagian kamu makan udah kaya anak kecil sih" ucap Ryan berusaha tenang padahal sebenarnya ia pun sama dengan Nayla.
Sementara itu Aa yang tanpa sengaja melihat saat Ryan menyentuh bibir Nayla nampak sedikit kesal namun bukan A'Iwan namanya jika ia tak dapat menyembunyikan kekesalannya.
"Nay...:
"Ryan..kesini aja" Panggil Aa meminta mereka mendekat.
Tanpa menunggu lama merekapun menghampiri Aa.
"Aa emang ada mayat ya di danau" tanya Nayla
"Iya, kan hantu yang ganggu kamu itu teh arwah penasaran Nay,dia minta tolong di temuin jasadnya trus minta di makamin yang layak" tutur Aa.
"Lah kok Aa tau sih" tanya Nayla dengan polosnya.
"Nay...mau Aa jitak gitu biar gak koslet"
"Lah emang Nay apa'an Aa koslet" jawab Nayla.
Aa tak menjawab perkataan Nayla, ia kini fokus pada para penyelam yang entah sudah berapa lama berada di dalam danau.
Tak berselang berapa lama dua orang penyelam pun muncul kembali di permukaan dengan membawa sesuatu.
Aa pun segera menghampiri.
"Kalian bawa apa itu?" tanya Aa yang langsung berjongkok disini danau dekat dengan benda yang tadi ditemukan oleh tim Sar.
Beberapa orang polisi pun mendekat dan membuka ikatan dari karung yang tadi ditemukan.
"Aa...itu kan tulang ..."ucap Nayla terbata-bata karena terkejut dan juga sedikit takut.
"Nay..kalo kamu takut mending gak usah liat, kamu disana aja tuh" tunjuk Rian sambil memakai sarung tangan nya.
"Iya aku emang takut, tapi itu mayat siapa" lanjut Nayla semakin penasaran.
"Ya belom tau Nay, ni mau di liat dulu" jawab Rian yang lalu mengeluarkan ht nya dan entah berbicara dengan siapa.
Tak lama kemudian seorang polwan cantik datang menghampiri Ryan dan berbicara dengannya.
Nayla hanya menatap kagum pada polwan cantik itu hingga tiba-tiba saja ia ingat kembali pada polwan yang dulu menolongnya dan mengantarkannya kerumah dengan mobil patroli.
Saat sedang asik melihat sekitarnya ponsel Nayla berdering.
Raut wajah Nayla langsung bersemu merah karena melihat wajah Adit di layar ponselnya.
Tanpa menunggu lama ia pun langsung menjawab VC dari Adit.
Adit "Assalam mualaikum sayang"
Nayla "Wa'alaikum salam, kamu udah sampe ya Aa"
Adit : " Udah dari tadi sayang, maaf ya baru kasih kabar sekarang, tadi aku mabok laut, jadi pas sampe aku langsung istirahat"
Nayla :" Gak apa-apa sayang"
__ADS_1
Adit :"Kamu lagi dimana? kayanya rame bangt?"
Nayla :" Aku lagi danau Duta sayang, liat ada mayat"
Naylapun menceritakan semua pada Adit soal penemuan mayat dan sosok wanita yang menggangunya.
Aa pun sempat berbicara pada Adit dan memberitahukan keberadaan Ryan.
Ada sedikit rasa cemburu saat Adit tahu Ryan ikut berada disana dan dekat dengan Nayla.
Namun semua perasaan itu tak ia perlihatkan saat berbicara dengan Nayla, walaupun terasa sesak di dada namun harus ia tahan karena ia tahu inilah resikonya jika ia berada jauh dari Nayla.
Walaupun Adit tahu jika Nayla tak mempunyai perasaan apa-apa pada Ryan namun rasa takut kehilangan Nayla tetap ada di hati Adit.
Hampir 2 jam lebih olah TKP di lakukan disana, Nayla yang merasa bosan akhirnya meminta ijin untuk kesalon Damra.
Dengan diantar Aa akhirnya Naylapun tiba di salon yang kebetulan sedang ramai.
"Assalam mualaikum" ucap Nayla saat membuka pintu salon.
"Wahh kebetulan banget loe dateng Nay, mau bantuin gw gak?" tanya Damra dengan senyum yang mengembang.
"Mau lah tapi aku istirahat dulu ya sebentar"
Naylapun langsung naik kelantai dua untuk merebahkan sesaat tubuhnya.
Baru saja Nayla memejamkan matanya ia langsung terkejut saat dalam penglihatannya ia melihat sebuah kapal yang tenggelam.
Ia pun kembali membuka matanya dan ia pun merasakan jantungnya berdetak cepat disertai keringat yang mengucur deras di wajahnya.
"Astagfirullah Al Azim, apa' an itu tadi ya" Nayla bermonolog sendiri sambil berusaha mengingat tentang apa yang ia lihat tadi.
"Adit...."
"Ah..gak mungkin, kan dia udah di mess"
Nayla terus saja berdebat dengan dirinya sendiri sampai akhirnya ia pun memutuskan tak jadi istirahat dan kembali turun ke lantai satu untuk membantu Damra.
"Lah katanya mau istirahat dulu,kenapa gak jadi" tanya Damra yang heran melihat Nayla
"Kasian aku sama kamu Ra, masa aku tidur kamunya kerja, mending aku bantuin kamu" ucap Nayla berbohong.
"Ihh ...baik banget sih loh, ya udah bantuin si embak itu aja dulu, katanya dia mau keramas sama potong" titah Damra dan Naylapun langsung menyiapkan segala seuatunya.
Setelah menyelesaikan semuanya dan salon pun kembali sepi Mereka duduk di sofa sambil bercerita.
Naylapun menceritakan apa yang ia alami tadi saat di danau.
"Tuhkan bener tebakan gw Nay,tuh cewe pasti mau kasih tau sesuatu ama loe, loenya aja yang gak peka"Damra terus saja nyerocos sedangkan Nayla hanya diam sambil sesekali menimpali perkataan Damra.
Haii para Reader
sampai sini dulu ya upnya
Semoga para reader gak bosen ya dengan kisah Nayla dan Adit.
Maaf jika masih banyak typo bertebaran.
Jangan lupa tap tanda Like dan komennya ya sebagai dukungan buat Author yang receh ini.
__ADS_1
Sallam Maniss
Amellajjj/Authorr