
HAPPY READING
Begitu melihat Rania yang sudah masuk, Rahmat pun langsung menutup pintu Rapat.
Bruakkk
Tiba-tiba saja pintu tertutup, seketika itu juga Rania melihat kearah pintu yang sudah tertutup dan alangkah terkejutnya Rania saat melihat siapa yang ada dibelakangnya.
"Loe, jadi ini semua kelakuan loe Mat?
"Hallo sayang,apa kabar, akhirnya kita bisa ketemu lagi"ucap Rahmat dengan gaya sok coolnya.
Mendapatkan firasat yang kurang baik Rania pun berusaha untuk keluar namun sialnya pintu sudah dikunci oleh Rahmat.
"Rania, gw kangen sama loe, boleh gak gw peluk loe" ucap Rahmat sambil berusaha memeluk Rania.
Rania pun langsung menghindar saat Rahmat berusaha memeluknya.
Akhirnya perkelahian pun tidak dapat dihindari.
Rania yang terus melawan membuat Rahmat begitu marah,matanya merah dan mengeluarkan aura hitam yang begitu jahat.
Semua serangan yang Rania lancarkan berhasil dengan mudah ia patahkan.
Ia juga membius Rania lalu setelah tidak sadarkan diri Rahmat pun membawanya masuk kedalam kamar yang sudah ia persiapkan sebelumnya.
__ADS_1
Entah pada kemana orang-orang yang tinggal disekitarnya hingga tidak ada yang curiga saat mendengar suara berisik dari rumah yang dikontrak oleh Rahmat.
Akhirnya Raniapun dapat ditaklukan dengan mudah,ia dikunci didalam kamar yang sudah dipasang alat peredam.
Sosok bocil yang selalu menemani Rania berusaha menyadarkan Rania dengan berbagai cara.
Begitu Rania tersadar ia merasa asing dengan kamar yang ia tempati saat ini.
"Ini di mana?
"Kok gw bisa ada disini sih?" ucap Rania yang masih belum ingat dengan jadian tadi.
Parankkkk
Sebuah guci berukuran sedang tiba-tiba saja jatuh dan pecah.
Sosok itu pun hanya tersenyum mendengar ucapan Rania.
"Loe tuh ya Cil, gak tau gwl lagi susah apa nyengir terus" ucap Rania kesal.
Sementara itu di kediaman Rania, Nayla nampak kebingungan saat mencari keberadaan Rania.
Ia mencari dengan dibantu Radit, berkali kali ia pun mencoba menghubungi ponselnya namun tidak aktif.
"Ni anak kemana sih,lihat saja ya kalau nanti ketemu benar-benar mama kurung kamu Ran"ucap Nayla sambil menyusuri jalanan komplek perumahannya.
__ADS_1
Nayla yang mempunyai firasat tidak enak langsung meminta Adit untuk membantu mencari Rania.
Saat ia sedang panik seperti ada yang membisikkan agar segera kerumah yang ia datangi tadi malam.
Tanpa berpikir panjang lagi ia pun segera menuju rumah itu.
Begitu tiba di sana ia pun langsung membuka pintu pagar dan mengetuk pintunya berkali-kali.
Layaknya rumah kosong tidak ada yang menjawab saat ia mengucapkan salam.
Entah kenapa ia merasa ada sesuatu dengan rumah itu.
Sementara itu Rahmat yang tau jika didepan ada Nayla hanya memantau dari dalam rumah melalui CCTV yang ia pasang.
"Katakan selamat tinggal pada putri mu tante Nay karena sebentar lagi aku akan membawanya pergi jauh dari kalian" ucap Rahmat sambil tersenyum.
Sementara itu di dalam kamar Rania berusaha mencari jalan keluar dari kamar itu.
Dengan menggunakan alat seadanya ia mencoba membongkar lubang kunci dengan harapan dapat segera terbuka
Rahmat tersenyum senang saat melihat Rania yang begitu gigih berusaha untuk keluar dari kamar itu.
Radit mencoba menghubungi Rania berkali-kali namun tetap saja tidak diangkat, ia pun masuk kedalam kamar Rania dan ternyata ia pergi tidak membawa ponsel.
"Pantesan aja gak diangkat ternyata dia keluar gak bawa hp" ucap Radit sambil membuka ponsel Rania mencari sesuatu siapa tau ada petunjuk tentang keberadaan Rania.
__ADS_1
Ia bertanya pada setiap orang yang ia jumpai dengan harapan putri nakalnya dapat segera ketemu.