
Selamat Membaca
Setelah kejadian hari itu Ryan menjadi lebih protektif pada Nayla.
Ia tak ingin ada hal yang tak di inginkan terjadi pada calon istri nya itu.
Hari Jum'at sore pun tiba,setelah semua yang akan dibawa telah masuk kedalam bagasi mobil mereka pun sedikit bersantai sambil menunggu jam yang pas untuk berangkat.
Aa,Empo dan juga Damra tak ketinggalan mereka pun ikut kekampung halaman Ryan didaerah Kebumen.
"Yan kok aku dek-dekan ya,takut"ucap Nayla dengan suara pelan karena takut didegar oleh yang lain.
"Kok takut sih sayang,kenapa emangnya"balas Ryan sambil menatap wajah Nayla.
"Kamu juga jangan kaya gitu dong liatin akunya" sedetik kemudian wajah Nayla memerah karena malu.
"Muka loe kenapa Nay?" tanya Damra yang tanpa sengaja melihat wajah Nayla yang memerah karena malu.
"Ra ...kamu tuh gangguin orang pacaran aja,makanya cepet cari dong jangan jadi jones melulu" ucap Aa sedikit mengejek Damra.
Suara ponsel Nayla yang lumayan kencang berhasil membuat beberapa pasang mata melihat kearahnya.
"Dih kenapa pada ngeluatin aku sih" tanya Nayla yang bingung.
"Suara hp loe kenceng banget Nay kaya toa dimusholah" jawab Damra sekenanya.
"Bodo .." Nayla lagsung melihat layar ponselnya,ia pun langsung melempar ponselnya kedekat Ryan.
Ryan mengerutkan keningnya,lalu ia pun langsung mengambil ponsel Nayla yang masih saja terus berdering.
"Kenapa gak diangkat?" tanya Ryan sambil menyodorkan ponsel Nayla setelah melihat siapa yang menelpon calon istrinya itu.
"Aku gak mau ngomong sama dia Yan,kamu aja yang ngomong" jawab Nayla dengan bibir yang mengerucut.
Akhirnya Ryan yang menerima panggilan dari Adit entah apa yang mereka bicarakan Nayla tak dapat mendengar karena Ryan menjauh saat menerima panggilan dari Adit.
Awalnya Nayla penasaran namun akhirnya ia pun mencoba menahan keinginan untuk bertanya pada Ryan tentang apa yang mereka bicarakan.
Ryan yang sebenarnya tau jika Nayla panasaran berpura-pura tidak tahu,ia ingin Nayla yang bertanya langsung kepadanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Ryanpun sudah berada dibalik kemudi.
"Hayu kita berangkat sekarang,jadi besok subuh kita udah sampe" Aa langsung berjalan terlebih dahulu lalu di ikuti oleh Nayla yang menggendong Radit dan Damra.
Setelah memastikan semuanya terkunci Empok pun langsung naik kedalam mobil.
Tanpa mereka sadari sedari tadi sepasang mata sedang memperhatikan semua yang mereka lakukan.
"Mau pergi kemana lagi mereka,sebaiknya aku ikuti saja" guman Adit dari dalam mobil yang ia naiki.
Mobil yang Nayla naiki pun mulai menjauh, dengan sigap Aditpun segera mengikuti dari jarak tak terlalu jauh.
Adit nampak berargumen sendiri saat mobil yang mereka naiki mulai memasuki tol Cipali.
"Mau kemana sih kalian sebenarnya" maki Adit sambil memukul stir kemudinya.
Sementara itu didalam mobil yang Nayla naiki suasana sangat sepi.
__ADS_1
Damra dan Empok tertidur di kursi belakang.
Sedangkan Nayla dan Radit dikursi tengah.
Aa menemani Ryan yang sedang megemudi, karena tak ingin ada kejadian aneh Aa pun memaksakan untuk terus terjaga menemani Ryan.
Radit yang tadinya tertidur pulas tiba-tiba menangis sangat kencang, Naylapun langsung membuka matanya dan menyalakan lampu.
Ia langsung menggendong Radit yang masih saja menangis.
AA pun langsung meminta pada Nayla untuk menggendong Radit.
Entah apa yang terjadi pada Radit ia semakin kencang menangis saat Aa Iwan menggendongnya.
Aa pun meminta dibukakan satu buah air kemasan yang memang ada didalam mobil.
Aa juga meminta pada Ryan untuk menepi sebentar.
Setelah mendapat tempat yang aman Ryanpun menepi.
Aa keluar dari mobil sambil menggendong Radit. Damra yang merasa mobil berhenti langsung membuka matanya.
"Ini dimana kok berhenti sih" ucap Damra sambil mengucek-ngucek matanya.
"Ehh ini bukan di rest area ya,gw mau pipis lagi Yan"
"Ih kamu kaya bocah aja loe Ra" timpal Empok yang sudah terbangun lebih dulu.
Karena Aa berpesan untuk tidak keluar,Nayla hanya bisa melihat apa yang dilakukan Aa melalui kaca mobil.
Sementara itu Adit yang juga ikut menepi tak jauh dari tempat Nayla berhenti nampak memperhatikan apa yang Aa lakukan.
Tak lama kemudian Aa pun kembali masuk Kedalam mobil dan Raditpun sudah diam.
"Kenapa tadi Radit Aa" akhirnya pertanyaan itu pun keluar juga dari mulut Nayla.
"Gak apa-apa Nay cuma gerah aja" jawab Aa berbohong.
Nayla yang tak percaya dengan Jawaban Aa nampak kesal.
AA yang melihat dari spion mulut Nayla seperti sedang marah-marah hanya tersenyum.
"Hati-hati ya Yan tuh liat ada yang lagi marah-marah sendiri" ucap Aa sambil bercanda.
Ryan pun langsung melirik spion dan tersenyum.
Setelah menempuh perjalanan hampir 8 jam akhirnya mereka pun sampai dirumah orang tua Ryan.
Badan Nayla tiba-tiba bergetar dan tanganya pun mendadak dingin.
Jantung nya berdetak sangat cepat, dek-dekan mungkin itu yang Nayla rasakan saat ini karena beberapa saat lagi ia akan bertemu dengan orang tua Ryan atau calon mertuanya.
Ryan yang melihat Nayla terdiam disamping mobil langsung menghampirinya.
"Kamu kenapa sayang?" tanyanya sambil berbisik ditelinga Nayla dan berhasil membuat Nayla terkejut.
"Aku ..aku takut Yan" jawab Nayla ragu.
__ADS_1
"Takut kenapa?" tanya Ryan lagi yang sebenarnya tau jika Saat ini Nayla takut jika orang tua Ryan akan nolak kehadiran Nayla karena statusnya yang seorang janda beranak satu.
"Takut aja Yan" jawab Nayla sambil menunduk.
"Jangan berasumsi sendiri sayang,ayo masuk" Ryan menarik tangan Nayla dan membawanya masuk.
Saat didepan pintu Nayla berhenti sesaat dan menatap Ryan.
"Jangan takut sayang,ayo masuk biar aku kenalin sama mama dan papa aku " Ryan kembali menarik tangan Nayla mendekati seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik yang tersenyum entah kepadanya atau tersenyum kepada Ryan.
"Assalamualaikum Mama" Ryan langsung memeluk perempuan itu lalu mencium punggung tangannya.
"Dasar anak nakal berapa kali telpon mama gak kamu angkat"
"Akhirnya ada juga cewe yang mau sama kamu Nak" ucap Mamanya Ryan sambil memeluk anak kesayangannya itu.
"Ma.. jangan bilang gitu,malu sama calon mantu tuh" kelakar Ryan.
Mama Ryanpun langsung melihat kearah Nayla.
"Masyaallah ini calon mantu mama ya,cantik banget sih Yan" ucap Mama Ryan yang langsung memeluk Nayla.
Diluar perkiraan Nayla ternyata keluarga Ryan sudah tau semua cerita tentang dirinya.
Akhirnya merekapun beristirahat dikamar yang sudah disediakan oleh mama Ryan.
Didalam kamarnya Ryan nampak sedang berpikir, tadi secara tidak sengaja ia ternyata menyadari jika ada sebuah mobil yang mengikutinya.
Sementara itu Adit yang terus mengikuti hingga mereka tiba di kediaman Ryan nampak kesal.
Ia pun segera mencari penginapan terdekat dan beruntungnya tak jauh dari sana ada sebuah penginapan.
Ia pun langsung memesan satu buah kamar.
Didalam kamarnya Adit nampak sedang berpikir kira-kira apa yang akan mereka lakukan dirumah itu.
Karena terlalu lelah akhirnya Aditpun tertidur dengan sangat pulasnya.
Hallo semua aku up lagi.
Terima kasih buat yang udah mampir dan selalu setia menunggu up-nya Adit dan Nayla ya.
Jangan lupa tetap kasih Author dukungan
caranya :
Like
Rate
Komennya juga ya author tunggu.
kalau ada yang mau kasih vote atau mawar author sangat berterima kasih.
Maaf juga kalau banyak typo.
Salam Manisss
__ADS_1
Amellajj/author