TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 142


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Malam itu terasa begitu panjang buat Nayla,ia duduk di jalanan yang belum jadi diatas sebuah batu kapur.


Tari menemani Nayla namun ia tak banyak bicara,ia masih kesal dengan gadis itu.


Sementar itu Pian,Cici Anto,Rico dan Tama masih menyelesuri rumah-rumah kosong yang berbaris rapi.


"Lama amat sih mereka,gw gak kuat deh"ucap Nayla pelan.


Ia merasakan hawa disekitarnya berubah menjadi dingin,bulu tengkuknya berdiri


"ada apa lagi sih ini"


Tari yang mendengar ucapan Nayla pura-pura tak mendengar,ia asik memainkan ponselnya lalu memakai headsetnya.


Nayla merasa ada yang aneh entah kenapa ia merasa ada yang menarik tangannya memaksanya untuk berdiri dan berjalan menuju sebuah rumah tingkat yang kosong.


Dalam hati Nayla meronta berusaha menolak namun entah kenapa semakin ia meronta semakin kuat juga ada yang menariknya memaksanya hingga ia setengah berlari.


Tari yang tadinya hanya diam kini mulai khawatir ia pun segera bangun dan berlari mengejar Nayla.


Ingin rasanya Nayla berteriak namun mulutnya terasa terkunci.


Setengah sadar Naylapun mengikuti sesuatu yang menariknya paksa seperti ingin menunjukan sesuatu.


"Nay...tunggu Nay..ishhhh"Tari yang lari mengejar Nayla namun seakan lari ditempat tidak sampai-sampai.


Naylapun nampak sudah memasuki rumah kosong itu,Tari melihat pintu itu terbuka sendiri lalu menutup kembali,ia mulai khawatir dengan Nayla,ia takut terjadi sesuatu pada gadis yang disukanya itu.


"Nay...woiii Nayla keluar jangan masuk"teriak Tari berkali-kali


Suara teriakan Tari sempat terdengar oleh Cici dan teman-temannya,merekapun segera mencari kebaradaan Tari.


"ada apa Ri,mana si Nayla"tanya Cici mulai panik.


"dia masuk kerumah itu,kaya ada yang narik,udah buruan sana liat"


Cici dan teman-temannya langsung menuju rumah yang dimaksud Tari.


Mereka membuka paksa pintu dan masuk mencari Nayla.


Riko,Cici dan Tama mencari dilantai atas sedangkan Tari,Anto dan Pian mencari dilantai bawah.


Mereka memasuki satu per satu ruangan kosong dan alangkah terkejutnya Tari saat disebuah ruangan sempit sepertinya kamar mandi terlihat Nayla yang berjongkok ketakutan sambil menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya sedangkan didepannya terlihat tulang belulang manusia.

__ADS_1


Tari langsung mendekap Nayla erat,ia tahu gadis itu ketakutan.


Anto dan Pian pun sama terkejutnya,mereka tak ada yang berani menyentuh tengkorak itu.


Tari membawa Nayla keluar dari rumah kosong itu sedangkan Pian dan Anto langsung menghubungi pihak kepolisian.


Cici yang baru saja turun dari lantai atas langsung mengahampiri Nayla dan Tari.


"loe gak apa-apa Nay?"


Nayla masih nampak shok ini pertama kalinya ia melihat tengkorak secara nyata.


Matanya berkaca-kaca saat ia melihat sosok wanita cantik yang menariknya masuk kerumah kosong itu.


Ia berusaha berdamai dengan rasa takutnya,ia menatap sosok itu namun tak lama kemudian ia melihat kelebatan bayangan.


dalam penglihatannya ia melihat wanita itu mengalami penganiayaan dan pemerkosaan oleh 2orang pria,ia pun melihat seorang dari mereka memukul kepala gadis itu dengan kayu yang lumayan besar hingga gadis itu tersungkur dan tak bergerak lagi.


Naylapun menangis sejadi-jadinya,entah kenapa ia merasa begitu kasian dengan gadis itu.


"Semoga kamu tenang ya sekarang karena jasadmu sudah ketemu walau hanya tinggal tulang belulang"ucap Nayla pada sosok itu


Tari dan Cici hanya bingung mendengar ucapan Nayla.


"loe ngomong ama siapa Nay"tanya Cici lembut


Tari dengan sabar menghapus air mata Nayla,ia tak ingin Cici menyentuh Nayla biarlah ia yang menjadi sandaran Nayla saat ini,mungkin itulah yang ada dalam pikiran Tari.


Anto dan Riko keluar dari rumah kosong itu dan melihat Nayla yang masih shok.


"minum dulu Nay,sebentar lagi polisi sampe,baru kita pulang"ucap Riko yang diangguki oleh Cici dan Tari.


Tak lama kemudian terdengar suara sirine dan berhenti disamping mobil yang mereka naiki.


Satu buah mobil polisi,ambulance dan 2buah mini bus terparkir rapi.


Keluarlah beberapa polisi dengan seragam dan ada juga yang tak berseragam menghampiri Riko dan Anto yang memang sudah menunggu mereka didepan TKP.


Lalu merekapun masuk dengan membawa kantung jenazah hampir satu jam lamanya mereka didalam entah apa yang mereka lakukan Nayla tak ingin tahu.


Sebenarnya Tari ingin sekali melihat apa yang dilakukan oleh para polisi itu namun ia tak rela jika Nayla harus bersama Cici.


Tak lama kemudian Pian,Riko,Anto,Tama keluar menghampiri mereka


"loe gak apa-apa Nay?"tanya Anto yang melihat Nayla pucat

__ADS_1


"aku gak apa-apa,udah selesai belum,pulang yuk"ajak Nayla


"ya udah ayo kita pulang,nanti kalo pihak kepolisian minta keterangan dari kamu,kamu bisa kan Nay"tanya Pian ragu


"iya aku bisa"jawab Nayla pelan


"ya udah ayo kita pulang"ajak Pian


merekapun berdiri,Cici dan Tari memapah Nayla disisi kiri dan kanan.


Saat mereka sudah masuk kedalam mobil tiba-tiba ada salah seorang polisi menghampiri mereka.


"maaf mengganggu sebentar,yang mana yang bernama Nayla"tanya polisi itu pada Riko yang duduk dibangku paling depan


"saya Pak"jawab Nayla dari bangku tengah


Nayla pun turun dari mobil


"maaf ada apa ya Pak?"tanya Nayla penasaran


"maaf mbak bisa minta kesediaannya untuk memberi keterangan buat kasus ini"tanya sang polisi ramah


"bisa pak,kapan?"


"besok,jam 1 siang di polsek Bekasi Timur"jawab sang polisi dan Naylapun menyanggupinya.


Akhirnya mobil pun melaju keluar dari perumahan kosong dan melaju dijalan raya yang masih sepi karena jam masih menunjukan pukul 3 dini hari.


Nayla tidak pulang kerumahnya,ia nginap dirumah Cici.


Akhirnya merekapun bisa beristirahat setelah mengalami malam yang menegangkan terutama untuk Nayla.


Haii para reader terima kasih masih setia dicerita abal-abalku.


Tetap terus dukung author ya dengan cara :


๐Ÿ‘‰ **Like


๐Ÿ‘‰ Vote


๐Ÿ‘‰ Rate dan juga


๐Ÿ‘‰Kritsarnya author tunggu


Salam manis

__ADS_1


Amellajj/author**


__ADS_2