
πππSelamat Membacaπππ
Nayla nampak sibuk mencari sesuatu hingga ia mengeluarkan semua isi lemarinya.
Adit yang baru saja masuk nampak bingung dengan apa yang sedang di cari oleh Nayla, ia hanya bersandar pada pintu sambil memperhatikan istrinya.
" Isshh pada kemana sih..kok cuma tinggal segini" keluh Nayla ketika semua pakaiannya yang ada di lemari itu telah pindah posisi.
" Kamu cari apa sih yang, kok di acak-acak gitu" akhirnya Adit bertanya juga melihat Nayla yang kebingungan.
" Daleman aku kok pada gak ada ya Dit, masa tinggal 5 pasang sih" ucap Nayla sambil memperlihatkan pakaian dalamnya yang hanya sisa 5 .
" Gak usah di jembrengin gitu kali yang ukurannya kecil aja " bukannya membantu Adit malah menggoda Nayla.
" Ishh sana ah kalo cuma ganggu aja bikin tambah bt aja" geruru Nayla.
Bukannya pergi menjauh Adit malah duduk disisi ranjang dan mengambil sebuah bra, ia membulak baliknya hingga berkali-kali.
" Ngapain diliatin?"tanya Nayla sedikit gusar
"Oh..jadi selama ini keliatan rada gede tuh karna ada busanya ya, mana tebel lagi busanya" celetuk Adit sambil tertawa dan tanpa ia sadari Nayla sudah memegang sesuatu dan dilempar kearah Adit.
Upss benda itu mendarat mulus diwajah Adit.
Naylapun langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah Adit yang tertutup bra nya.
" Ya ampun yang kalo mau ngasih tuh jangan cuma tutupnya aja tapi isinya dong" celetuk Adit sambil menyingkirkan benda yang tadi mendarat di wajahnya.
" Ha..ha maaf sayang untuk sekarang tutupnya aja dulu isinya belom mateng" jawab Nayla ngasal.
" Haduhh punya bini gini amat ya belom bisa nyicipin, kalo orang mah malem pertama Nay kalo kita mau malem ke berapa??" tanya Adit kali ini dengan wajah serius.
" Kalo kita mah urusannya ama tante kunti,poci trus Dit gak ada malem pertama ya...." Nayla belum sempat meneruskan ucapannya tiba-tiba wajah Adit sudah berada di hadapannya begitu dekat hingga hembusan nafasnya terasa di wajah Nayla.
" Ishh kamu mah udah kay...mmm " Adit langsung menyambar bibir Nayla dan sedikit mengigitnya.
Nayla pun membalas mengigit bibir Adit dengan sangat kencang hingga membuat Adit meringis dan langsung memegang bibirnya yang terasa perih.
" Ihh kamu mah yang gak ada romantisnya ah.." Adit sedikit kesal
Nayla tersenyum puas melihat suaminya cemberut.
" Udah rapihin yang, nanti kita beli lagi daleman kamu " ucap Adit yang lalu berdiri dan mengacak-acak rambut Nayla.
" Ah..kamu mah.."Nayla menepis tangan Adit yang masih bertengger di kepalanya.
" Ha..ha galak amat sih jadi bini" Adit tertawa lalu keluar begitu melihat Nayla sudah mengambil bantal dan bersiap untuk melempar ke arah Adit.
Setelah semua rapi Adit segera memanaskan mesin mobilnya.
Nayla yang duduk di teras langsung protes tidak mau naik mobil pribadi dia ingin naik angkot, Adit menolak jika harus naik angkot ia tak ingin Nayla berdesak -desakan didalam angkot.
Akhirnya dengan wajah kesal Naylapun langsung membuka pintu tengah ingin duduk bersama Lilis.
" Hai...hallo aku kan bukan supir, sini duduk depan" protes Adit sambil memainkan gas mobilnya.
__ADS_1
" Lis sana duduk depan sama Adit" Nayla menyuruh Lilis untuk pindah kedapan.
Adit menatap Nayla dari kaca spion
" Ia aku pindah bos tapi tar jajan ya..." dengan malas akhirnya Naylapun pindah kedepan.
Sesaat setelah mobil keluar dari desa menuju jalan utama nampak satu buah mobil minibus hitam mengikuti di belakang mobil mereka.
Merekapun sampai di kota Tasik, setelah Adit memarkirkan mobilnya merekapun masuk kedalam sebuah Toko yang menjual khusus pakaian dalam wanita.
Adit nampak asik ikut memilih pakaian dalam untuk Nayla.
Tak sedikit mata yang memandang kearah mereka. Nayla yang merasa risih meminta Adit untuk menunggu di luar namun Adit menolak ia bahkan memilihkan beberapa pakaian dalam untuk Nayla yang sesuai dengan seleranya
Akhirnya merekapun keluar dari toko pakaian dalam, Adit membelikan banyak pakaian dalam buat Nayla yang ia pilih sendiri.
Tanpa di disadari Anto mengikuti mereka dari jauh.
" Aku mau makan bakso abis ini" pinta Nayla
Ia ingin menghilangkan rasa kesal pada Adit dengan makan bakso yang pedas.
Adit hendak merangkul Nayla namun Nayla menghindar
" Terus aja ngambek gak apa-apa yang, tapi tar malem siap-siap ya..." ancam Adit disertai dengan seringai di bibirnya.
" He...he aku gak marah kok, ya udah sini tangannya kan tadi mau rangkul aku" Nayla yang merasa takut akhirnya memaksakan tersenyum sambil meraih tangan Adit dan menaruhnya dibahu.
Sebenarnya Adit ingin tertawa namun ia tahan.
" Ya ampun sayang kamu gemesin amat sih" Adit langsung mencubit hidung Nayla yang minimalis
"Ih aa masa aku di cuekin sih mentang-mentang sama istrinya" Kini gantian Lilis yang merajuk.
Nayla dan Adit seakan baru ingat jika Lilis bersama mereka.
" Eh..maaf Lis aa lupa he..he " Adit tersenyum seolah tanpa dosa.
"Ihhh nyebelin deh aa" Lilis memajukan bibirnya pura-pura marah.
Mobil merekapun terparkir manis disebuah kedai bakso dan si penguntit pun ikut turun dan berada tak jauh dari tempat mereka duduk berpura-pura ikut membeli juga.
Adit yang tanpa sengaja melihat Anto dan seorang temannya langsung memanggil dan mengajaknya ikut bergabung.
" Ishh si aa ngapain sih pake diajak gabung " batin Lilis yang memang sudah menaruh curiga pada Anto.
Namun sialnya Anto mengajak Dedi pria yang disukai oleh Lilis.
Mereka pun akhirnya makan bersama Anto asik berbicara dengan Adit sambil sesekali menatap kearah Nayla yang asik menikmati baksonya.
Srekk..
Srekkk
Nayla langsung menarik tissue untuk mengelap cairan yang keluar dari hidungnya karena kepedasan.
__ADS_1
" Nay..jangan terlalu pedes tar sakit perut" ucap Adit sambil menghapus keringat yang ada di wajah Nayla dengan tissue.
Nampak tidak suka di wajah Anto saat Adit menyentuh Nayla, ia mengepalkan tangannya di bawah meja.
" Dit aku mau jus alpuket ada gak sih" ucap Nayla sambil menegakan duduknya seperti mencari sesuatu.
Anto yang melihat leher yang jenjang menelan kasar salivanya.
" Gak ada yang, disini adanya cuma es teh aja ama air putih sama es jeruk" Adit kembali menarik tissue dan mengelap leher Nayla yang berkeringat.
Mata Adit tertuju pada bibir istrinya yang memerah karena kepedasan.
" Bibir kamu pasti rasanya pedes ya kalau aku cium" bisik Adit sambil tersenyum
" Apa sih, jangan macem-macem ya kalau gak mau aku pukul" jawab Nayla sambil memukul tangan Adit.
" Belom apa-apa aja udah KDRT kamu yang" Adit mengelus tangannya yang tadi di pukul oleh Nayla.
Akhirnya merekapun selesai, saat di parkiran merekapun berpencar karena Anto dan Dedi membawa mobil sendiri.
Adit yang memang sudah tidak tahan melihat bibir Nayla yang merah alami langsung meminta Nayla naik kemobil sedangkan ia meminta Lilis untuk membeli roko diseberang jalan.
Saat Nayla naik dan menutup kembali pintu mobil Adit langsung mencium bibir Nayla dan menahan tengkuknya Adit menyalurkan hasratnya yang sedari tadi ia tahan.
" Emm..emm" Nayla memukul-mukul dada suaminya.
Akhirnya Adit melepaskan bibirnya saat ia melihat Lilis sudah mendekat.
" Aaahhh kamu mah nyebelin amat sihh" Nayla terus memukuli Adit meluapkan semua kekesalannya.
Adit menangkap tangan Nayla dengan sebelah tangannya sedangkan tangan yang satunya menyentuh bibir Nayla dan mengusapnya pelan
" Makanya ni bibir jangan suka bikin pengen " bisik Adit lalu mengecup pipi Nayla.
Sementara itu Anto semakin menjadi-jadi saat tidak sengaja ia melihat adegan yang seketika itu juga membuat darahnya mendidih menahan amarah.
Anto meluapkan emosinya dengan memukul stir mobilnya.
Setibanya dirumah Anto langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya.
Ia membuka lemari dan mengambil sesuatu dari dalam.
Anto mendekap sesuatu yang ia ambil tadi sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.
" Ahh Nayla aku sudah tidak sabar ingin mendekapmu seperti ini, ingin menyentuh wajahmu" Anto memejamkan matanya sambil membayangkan wajah Nayla.
Ia pun mencium sesuatu yang ia ambil dari dalam lemarinya yang ternyata adalah sepasang pakaian dalam wanita.
Yah.. pakaian dalam itu adalah milik Nayla yang ia ambil saat dijemur.
**Haii semua maaf ya kalau masih banyak typo
Semoga terhibur kali ini gak ada setannya ya yang ada cuma maling jemuran πππ
Jangan lupa tetap kasih semangat buat author caranya udah pasti tau kann....
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/author**