
Kini mereka sudah berada diterminal bus hendak melanjutkan perjalanan dengan bus.
"Tar dulu dong sekarang waktunya beli oleh-oleh"pinta Kudil lalu merekapun menyetujuinya.
"Nayla kamu gak beli oleh-oleh buat mama sama temen kontrakan kamu"tanya Adit yang hendak keluar dari terminal dan mencari oleh-oleh.
"gak ah males"jawab Nayla lalu duduk disebuah akar pohon.
"ya udah loe tunggu disini aja Nay jangan kemana-mana tar ilang lagi"ucap Dogol yang diangguki oleh Nayla
merekapun segera memasuki salah satu toko yang menjual berbagai oleh-oleh.
Sementara itu Nayla matanya tertuju pada tukang siomay dan tukang cendol Bandung kesukaanya.
Tanpa pikir panjang Nayla langsung menuju tukang siomay+batagor,ia pun memesannya tak ketinggalan dengan cendol.
Setelah mendapat apa yang diinginkannya Nayla langsung kembali ketempat semula ia duduk.
Nayla nampak asik menikmati siomay saat seorang pemuda menghampirinya.
"sendirian aja teh"sapa pemuda itu dan tanpa permisi langsung duduk disebalah Nayla.
__ADS_1
Nayla hanya melirik tanpa ada niat untuk menjawab.
"ya ampun teh meni sombong"lanjut pria itu dan kali ini ucapannya berhasil membuat Nayla langsung menoleh dan menatap pria itu.
"OMG ganteng banget"ucap Nayla tanpa sadar dengan plastik siomay yang masih bertengger dibibirnya.
"si teteh juga meni geulis" ucap pria itu yang langsung membuat mata Nayla melotot
"ihh sok akrab" jawab Nayla ketus
Adit yang melihat ada seseorang yang mendekati Nayla langsung menyudahi acara belanjanya dan menghampiri Nayla.
"udah borongnya?"tanya Nayla sambil melihat beberapa tentengan ditangan Adit
Senyum sumringah langsung mengembang dibibir Nayla yang mendapatkan oleh-oleh gratis.
"siapa cowo tadi"tanya Adit yang tadi melihat Nayla berbicara dengan pria asing
"gak tau tadi tiba-tiba aja dia duduk disini trus sekarang gak tau kemana"jelas Nayla sambil terus menikmati Siomaynya.
Adit langsung menyambar siomay dari tangan Nayla dan memakannya,Nayla hanya tertegun melihat Adit makan siomay bekasnya tanpa rasa jijik.
__ADS_1
"itukan bekas mulut aku Dit"ucap Nayla sambil menunjuk plastik siomaynya
"emang kenapa,ini kan cuma plastiknya Nay,ngerasain yang aslinya juga kan udah pernah"jawaban Adit langsung membuat wajah Nayla memerah.
"ih kalo ngomong gak disaring sih Dit"ucap Nayla sambil menepuk bahu Adit sedikit keras dan membuat Adit sedikit meringis.
Setelah semua berkumpul merekapun segera naik bus yang akan membawa mereka kembali ke kota "C".
Tanpa sengaja mata Nayla melihat pria yang tadi ngobrol bersamanya ada disana tapi yang bikin Nayla bingung kan tempat duduk banyak yang kosong kenapa pria itu berdiri.
Nayla pun melirik kearah Adit yang nampak tertidur pulas begitupun dengan teman-temannya dibangku belakang tertidur semua.
Pria itu tersenyum pada Nayla,namun Nayla tak menanggapinya.
Ia memejamkan matanya namun lagi-lagi Nayla terkejut saat ia hendak memejamkan matanya ia melihat sekelebatan pristiwa tabrakan sebuah motor dan bus tapi ia tak tahu apa artinya itu.
"ishhh baru juga mau merem ada aja yang diliat"gerutu Nayla
Nayla pun mengedarkan pandangannya mencari sosok pria yang tadi berdiri dan tersenyum kepadanya.
Karena penasaran ia pun berdiri namun pria itu tak ada "apa mungkin dia duduk didepannya" pikiran Nayla pun melayang tak jelas bahkan ia sempat berpikir kalau pria itu adalah korban tabrakan yang sempat ia lihat tadi,namun ia segera menepis pikiran itu ia pun bergidik sendiri kala ingat motor yang ditabrak oleh bus yang tadi sempat berkelebat dimatanya.
__ADS_1
Setelah dua jam akhirnya merekapun sampai Nayla dan Adit langsung naik angkot menuju kontrakan Nayla sedangkan yang lain langsung menuju penitipan motor yang berada tak jauh dari terminal.
Setibanya dikontrakan Nayla Adit langsung merebahkan tubuhnya dilantai tanpa alas,ya memang seperti itu jika habis kemping baru terasa lelahnya setelah tiba dirumah.