
Semakin hari Nayla semakin sering dibuat kesal oleh hantu pria itu.Hantu pria yang ternyata bernama Hendra itu terus saja mengikutinya kemana saja Nayla pergi termasuk bekerja.
"Nay sayang kamu kok mukanya cemberut gitu"tanya Hendra seakan tanpa dosa sambil duduk diatas tumpukan kardus yang belum berbentuk.
Bagaimana Nayla tidak cemberut gara-gara Hendra yang selalu mengajaknya bicara ia sampai-sampai dibilang gak waras karena sering berbicara sendiri.
Bukan hanya satu atau dua orang yang bilang bahkan Dian dan Erni pun sama saja padahal ia sudah menceritakan pada sahabatnya itu kalau ada hantu pria yang mengikutinya,dan sialnya saat Erni dan Dian meminta bukti kalau yang diucapkan Nayla bukanlah bohong sang hantu Hendra tidak mau melakukannya.
Saat ini Nayla masuk malam ia sudah kebelet ingin pipis namun Hendra terus saja mengikutinya hingga akhirnya ia pun berlari menuju toilet dan berharap hantu itu akan menunggunya didepan pintu namun ia salah ternyata Hendra ikut masuk kedalam dan kini ia duduk diwashtafel sambil memperhatikan kamar mandi yang berbaris panjang dengan pintu yang terbuka semua bertanda tak ada satu orangpun didalamnya.
"Hey...inikan toilet wanita kamu ngapain ikut kesini sih"tegur Nayla kesal dengan kaki yang disilangkan menahan ingin pipis
"iya aku tau,udah sana masuk tar kencing disini lagi"Hantu pria itu malah balik menggoda Nayla
"ishhhh..." Nayla nampak kesal lalu ia lari masuk kedalam salah satu kamar mandi dan menutup pintunya.
"ha...ha...ha"terdengar suara tertawa Hendra biarpun lembut tetap saja membuat Nayla merinding
"Nay...Nay gak usah pake dikunci kalau aku mau ngintip sih bisa-bisa aja aku kan hantu bisa tembus pintu"terdengar suara Hendra yang bersaingan dengan suara air yang keluar dari kran .
"ha....lega" ucap Nayla ketika keluar dari dalam kamar mandi sambil mengelus perut datarnya.
jebur...jebur...
Nayla menajamkan pendengarannya saat ia mendengar suara orang sedang mandi.
"ha...gak salah ada yang mandi,ini kan udah malam lagian juga di pt emangnya dirumahnya gak ada air apa" nampak Nayla seperti penasaran ia pun berjalan menyusuri satu per satu toilet hingga...
"heii kamu nagpain Nay..."
"gak usah dicari Nay itu bukan Manusia" Hendra turun dari washtafel dengan meloncat mencoba menjelaskan pada gadis itu.
__ADS_1
Namun rasa penasaran Nayla begitu besar ia tak menghiraukan ucapan Hendra, ia terus saja berjalan menyusuri toilet hingga ujung namun saat ia ingin berbalik dan melihat toilet disebalah kirinya ia pun terkejut melihat sosok wanita yang sedang duduk di toilet duduk yang tersenyum kepadanya.
Matanya membulat ingin rasanya ia lari namun kakinya seakan membeku.
Ingin rasanya ia teriak namun mulutnya seakan tak mau terbuka suaranya hanya sampai ditenggorokan saja.
Setelah ia dapat mengendalikan rasa takutnya ia pun berhasil lari keluar dari kamar mandi dan menembus Hendra yang berdiri didepan pintu.
Langkah kakinya baru berhenti ketika menabrak seseorang dan Nayla pun terjatuh.
Saat ia melihat siapa yang ditabraknya matanya lagi-lagi membulat seperti melihat hantu ditoilet tadi.
Ternyata lagi-lagi ia menabrak Ibnu si pohon palem.
"ishhh kenapa loe terus sih Nu yang gw tabrak"gerutu Nayla kesal sambil berusaha berdiri.
"ya berati kita jodoh mbakNay"jawab Ibnu tanpa dosa
Nayla masih menggerutu kesal begitu tiba di line. Dian yang melihat mulut Nayla komat kamit menghampiri sahabatnya itu
"loe kanapa Nay?"tanyanya
"itu...gw kesel aja ama Ibnu masa setiap kali nabrak pasti dia yang gw tabrak,emangnya gak ada yang lain apa"gerutu Nayla
Dian yang mendengar celotehan Nayla hanya tersenyum
"emang Nabrak bisa milih ya"jawabnya masih dengan manahan senyum
"emang ada apa sih sampe loe lari-larian segala"tanya Dian mulai serius
"emmm itu tadi gw liat ada tante kunti di toilet makanya gw lari"jelas Nayla pelan agar anak buahnya tidak ada yang mendengar.
__ADS_1
"bukannya loe udah kebal ya ama yang begituan kok masih lari" entahlah pertanyaan Dian kali ini ngeledek atau apa tetapi terdengar tidak enak ditelinga Nayla.
"kan gw kaget Dian"
"ohhhhh...."Dian hanya ber..ohh lalu menuju whiteboard untuk melihat hasil dari line Nayla perjamnya
"Nay ini kok targetnya gak diisi"protes Dian yang melihat papan target kosong
Nayla mengerutkan dahinya, seingatnya tadi sudah diisi pada saat jam pertama
"kayanya tadi gw isi Bu"
"mana???ini masih kosong" tegas Dian lagi
Naylapun menghampiri Dian dan melihat papan dan benar saja kosong.
"Siapa yang hapus ya" tanya Nayla pada diri sendiri.
Nayla pun kembali mengisi papan target dengan Dian disampingnya
saat selesai ia pun menengok kebelakang dan mendapati Hendra yang tersenyum
"itu ada yang hapus Nay" ucap Hendra menjelaskan
"kalo loe liat ada yang apus kenapa gak loe tegur,dasar hantu "ucap Nayla kesal
"loe kanapa Nay,hantu??mana??" ulang Dian sambil memutar badanya seperti mencari sesuatu
"haduhhh kalo kaya gini gw bisa gila beneran dah"keluh Nayla dengan wajah yang meringis
Dian hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla yang terdengar lucu
__ADS_1