
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Tanpa terasa hampir dua minggu Papa Nayla berada dikampung halamannya.
Tak seperti biasanya jika sang Papa dinas keluar kota setiap hari Papanya pasti telp sekedar mengetahui apakah Nayla baik-baik saja.
Namun sekarang baru 2 kali Papanya menelfon pertama saat sampai di Medan dan yang kedua saat ia berada dikampung.
Entah kenapa perasaan Nayla tidak enak,namun ia tidak tahu akan ada apa lagi seingatnya jika ia merasa seperti sekarang pasti akan ada hal yang tidak enak yang akan terjadi namun apa itu Nayla masih tidak tahu.
"dorrr.."Tari mengejutkan Nayla dari belakang hingga Nayla terlonjak karena kaget.
"ihh ngapain sih loe pake ngagetin,kalo gw punya penyakit jantung pasti gw udah mokat"gerutu Nayla sambil memegang dadanya yang masih berdegup kencang.
"ihh galak amat sih,lagian ngelamun sendirian"
"emangnya kalo ngelamun mesti berjema'ah"jawab Nayla masih dengan nada ketus.
"ya udah maaf deh Nay,nih buat konpensasi deh"Tari mengeluarkan sebungkus coklat kesukaan Nayla dari saku celananya
"bosen gw makan coklat mulu,tar gigi gw reges lagi"jawab Nayla lalu tanpa malu ia pun menyambar coklat ditangan Tari dan memasukannya kedalam saku.
"lahhh katanya takut reges,katanya bosen tapi disamber juga dasar loe Juminten"celetuk Tari sambil tertawa
"nama gw Nayla bukan Juminten"Protes Nayla lalu meninggalkan Tari yang masih tertawa.
Hari ini Nayla ijin tidak lembur,ia merasa tak bersemangat dijemputanpun ia langsung memejamkan matanya namun tidak tidur.
Begitu sampai dirumah ia malas untuk beraktifitas ia hanya rebahan dikarpet bulu depan tv.
Baru kali ini ia merasakan sendirian Empok sudah pulang,main kerumah Susi orangnya lagi pulang kampung ke Sukabumi,Adit pun tak bisa menemaninya karena harus lembur dan dipastikan akan pulang malam.
Tiba-tiba ponselnya berdering
"ihh Papa nelpon" Naylapun sangat senang begitu melihat dilayar ponselnya tertulis PP
"Hallo Assalamualaikum"
........
"baik pah,papa sendiri gimana kabarnya"
........
"belum,Nay lagi males makan"
__ADS_1
.......
"iya ,nanti abis ini Nay makan deh,Papa kapan pulang"
.........
"yahhhh,jangan lama-lama Pah Nay kesepian "
......
"iya....wa'alaikum salam"
Naylapun mematikan sambungan telpnya karena memang disana susah sinyal maklumlah Papa Nayla berasal dari kampung yang letaknya di atas perbukitan jadi disana sangat susah sinyal.
Sesuai dengan janjinya pada Papanya ia pun berjalan keluar gang untuk membeli makan malamnya.
"kayanya makan bihun goreng enak nih" tanpa menunggu lagi ia pun menghampiri tukang Nasi goreng dan langsung memesan yang ia mau.
Setibanya dirumah ia pun langsung membuka bungkusan yang ia bawa tadi nampak masih panas Naylapun langsung berdoa dan saat hendak memasukan suapan pertamanya terdengar suara klakson motor Adit,ia pun langsung meletakan kembali sendoknya lalu keluar dan benar saja Adit tersenyum sambil turun dari motornya.
"kamu udah makan belom Yang,kalo belum ayo kita makan dulu"
"baru mau makan"jawab Nayla
"bihun goreng,ya udah masuk yuk aku mau makan dulu tar keburu dingin"ujar Nayla lalu masuk meninggalkan Adit yang masih membuka jaketnya.
Aditpun duduk disamping Nayla
"mau gak?"
"boleh suapin dong"pinta Adit
"gak ahh,kalo mau ambil sendok sendiri sana didapur.."
"idihh kok gitu sih sama calon suami,nanti pokoknya kalo udah nikah aku maunya kamu yang ngelayanin semua kebutuhan pribadi aku"tutur Adit
Nayla menatap Adit "maksudnya ?"tanyanya dengan wajah bingung
"aduh Nay masa mesti dijelasin sampe detail sih tugas istri itu apa aja"keluh Adit sambil menepuk jidatnya
"iya lah aku kan belom pernah jadi istri jadi gak tau"jawab Nayla ngasal
Aditpun terdiam,ia menatap Nayla,sebenarnya dalam hatinya ia yakin Nayla pasti tahu apa maksud dari omongan nya tadi tapi karena ia belum benar-benar siap makanya ia bersikap seperti itu agar Adit mau memundurkan pernikahan mereka dengan alasan Nayla masih harus banyak belajar lagi.
"udah lah gak usah bahas nikah terus,mending ambil sendok gih bantuin aku makan kayanya gak abis deh kebanyakan" ucap Nayla berusaha mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Adit pun berdiri dan melangkah menuju dapur untuk membuat kopi dan juga mengambil air minum untuk Nayla.
Naylapun tersenyum melihat wajah Adit yang nampak kesal.
Pagi harinya saat Nayla sedang di kantin menikmati sarapan paginya bersama Dian,Erni dan beberapa teman lainnya tiba-tiba Tari datang dan langsung menyelak duduk disebelah Nayla.
"et dah ni orang ya maen nyelak aja,untung gw gak jatoh"ucap Mbak Titin kesal karena Tari menggusurnya paksa.
Tari tak menghiraukan sumpah serapah dari teman-temannya buatnya yang penting ingin selalu dekat dengan Nayla karena hanya tinggal 2 hari lagi ia berada di PT itu.
Tiba-tiba ponsel Nayla berbunyi,ia pun langsung melihat layar ponselnya
"tumben amat bou gw nelp"guman Nayla pelan
"Hallo assalammualaikum bou"
.......
"udah di PT lagi sarapan"
.......
"gak kok,ini udah selesai,ada apa ya kok tumben sih bou"
......
"apa?bou jangan bohong dong"
Semua yang mendengar pembicaraan Nayla dan si penelpon langsung mempunyai berbagai pikiran Negatif apa lagi melihat wajah Nayla yang sedikit memerah dan ada air mata yang sudah hendak terjun bebas dari kedua matanya.
Nayla langsung menatikan ponselnya entahlah apa yang dibicarakan oleh Bou Nayla hingga Nayla menangis sambil menjatuhkan wajahnya diatas meja makan yang panjang itu.
Haiii para Reader semua maaf ya gantung dikit ceritanya biar pada kepo ni maksudnya, he...he
Jangan lupa tetap kasih dukungan buat author ya caranya pasti udah apalkan
- tekan tombol Like
-Vote
-Rate juga
Salam Maniss
Amellajj/authorr
__ADS_1