
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Sore harinya Tari menunggu Nayla didepan scurity,nampaknya ia masih kesal dengan ulah Nayla dan benar saja begitu ia melihat Nayla keluar menuruni tangga ia langsung sembunyi,ia yakin jika Nayla melihatnya pasti gadis itu akan kabur dan bersembunyi lagi.
"Nah..kena loe"sergap Tari begitu Nayla sudah melewati pos scurity
"aahhh Tari"Teriak Nayla kencang saat Tari menarik tangannya dan memaksanya untuk pulang bersamanya.
"gw gak pulang kerumah Ri,gw mau kerumah temen gw dulu"tolak Nayla sambil berusaha melepas genggaman Tari di tangannya
"ya udah tar gw anterin,apa loe mau gw cium disini"ancam Tari
"ih...apa'an sih loe,coba aja kalo berani tar gw tonjok nih"ancam Nayla tak mau kalah
"ha....ha tonjokan loe paling kaya dipijit aja mana punya loe tenaga,udah cepet naek berisik amat sih loe"paksa Tari yang mengambil tas Nayla dan memakainya.
Mau tak mau Naylapun naik dijok belakang motor Tari
"pegangan dong"
"ogahhh"
"ngejengkang loe,kalo gak kebawa angin kan badan loe sama kaya kerupuk"ejeknya sambil tertawa
"ihhh berisik loe,udah cepet jalan"perintah Nayla kesal
akhirnya Motor Taripun keluar dari kawasan pt tempat mereka kerja.
Setelah makan Tari mengantar Nayla kerumah Cici didaerah seroja.
"gw kira loe gak jadi ikut Nay"tegur Cici saat Nayla sampai
"Jadilah,udah sono pulang loe"ucap Nayla pada Tari
"gw ikut boleh gak mbak?"tanya Tari pada Cici
Nayla mengedipkan matanya pada Cici memberi kode namun sayang Cici tak melihatnya
"boleh kok kalo berani ama hantu sih"jawab Cici sambil tersenyum
"wah gw mah berani,cuma hantu mah kecil"ucap Tari sesumbar sambil mengibaskan tangannya
Cici hanya tersenyum mendengar ucapan Tari, tak lama kemudian sebuah mobil berhenti keluarlah beberapa pria lumayan tampan sih .
"haii maaf ya telat dikit,rada macet"ucap salah satu pria itu
"gak kok masih lama,ayo masuk dulu"ajak Cici pada semuanya.
Setelah semuanya duduk Cici pun memperkenalkan Nayla dan Tari pada teman-temannya.
"Ehhh kenalan dulu dong biar akrab,Nay ni temen-temen satu tim gw setiap kali ekpedisi mereka ganteng-ganteng kan?masih pada singel semua loh" ucap Cici promosi
"dia udah ada yang punya mbak"celetuk Tari
"he..he gak apa-apa ya Nay kalo belom janur kuning melengkung mah"celetuk salah satu teman Cici yang ternyata sedari tadi memperhatikan Nayla
"loe minat To?"tanya Cici sambil tertawa
"biasa aja gw mah"jawab teman Cici yang ternyata bernama Anto
__ADS_1
Tari nampak tidak suka pada Anto karena sok akrab dengan Nayla.
"peralatannya udah siap semua guy's"tanya Riko
"udah dimobil semua"
"Cek lagi deh sekalian batrenya di casin biar pada full semua"perintah Pian yang ternyata ketua di tim mereka
Anto pun segera mengambil semua peralatan yang akan mereka bawa dan meletakannya diatas meja.
Nayla yang baru pertama kali melihat benda-benda itu pun mulai penasaran apa masing-masing kegunaanya.
"eh ini apa namanya "Nayla mengambil sebuah benda yang seperti alat scane di kasir mini market.
"oh...itu namanya termal infrared gunanya buat baca suhu,dan ini namanya kamera effect 3D kalau ada hantu nanti ada bentuknya kaya orang atau kaya keliatan tulangnya aja"jelas Anto yang membuat Nayla makin penasaran
"udah sih jangan banyak nanya tar aja sekalian praktekin"ujar Cici
Marekapun melanjutkan mengecek semua peralatan mereka setelah dirasa semua sudah ok merekapun segera masuk kedalam mobil dan berangkat menuju lokasi yang sudah mereka sepakati.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam merekapun sampai disebuah perumahan yang terbengkalai.
Setelah memarkirkan mobilnya merekapun turun,Nayla melihat jam dipergelangan tangannya jam sudah menunjukan pukul 23.25.
"ayo kita mulai dari yang ujung sana yuk" ujar Pian menunjuk rumah yang paling ujung dengan kondisi yang rusak parah dan ditumbuhi rumput yang tinggi-tinggi.
"ayo Nay" seru Cici yang melihat Nayla masih berdiri ditempat semula
"aku tunggu sini aja ya"tiba-tiba jiwa penakut Nayla keluar juga.
Melihat kondisi rumah yang menyeramkan membuat jiwa berani Nayla langsung menghilang entah kemana.
"gak usah takut ada gw"ujar Tari yang memang gak ada takutnya
"gak ada apa-apa cuma si Nay rada takut"ucap Cici
Anto hanya tersenyum lalu menghampiri mereka "gak usah takut,ayo loe deket gw aja kalo takut,sekalian katanya mau tau fungsi dari peralatan yang gw bawa"ujarnya dan diangguki ragu oleh Nayla
Tari yang melihat kedekatan Nayla dengan Anto merasa kesal
"ah....itu..."teriak Nayla ketakutan,ia pun langsung memejamkan matanya dan reflek memegang lengan Anto erat karena takut saat melihat sosok hitam besar sudah menyambut mereka didepan rumah terbengkalai itu.
"ada apa sih Nay"tanya Tari tambah kesal melihat Nayla mendekap lengan Anto
Nayla tak menjawab ia hanya menunjuk kearah dimana sosok itu berdiri menatap tajam kearah mereka.
"loe bisa liat hantu ya Nay"tanya Anto yang baru menyadarinya
"iya,tapi kadang-kadang"jawab Nayla gemetar
"tenang aja Nay kita bakal jagain loe kok"ujar Pian yang memang mempunyai kelebihan mungkin seperti a'Iwan
"tapi dia melotot tuh,gw serem"ujar Nayla pelan
"gak apa-apa Nay,loe harus belajar berani,toh ini bukan pertamakan loe liat begituan"ucap Cici
"iya,gw coba ya,tapi gw jangan ditinggal sendirian"pinta Nayla
Anto pun tersenyum,Tari yang melihat Nayla selalu memegang lengan Anto menjadi kesal
__ADS_1
"Nay...loe kan bisa pegangan ama gw"sentak Tari sambil menarik paksa tangan Nayla "
"ishhh apa'an sih loe,loe aja takut"balas Nayla sambil memajukan bibirnya kesal
Akhirnya merekapun masuk pada sebuah kamar yang begitu berantakan banyak bekas puing-puing dan juga sampah.
uuweeeekk
seketika itu juga perut Nayla berasa mual saat indra penciumannya mencium bau busuk yang menyengat namun anehnya keempat rekannya tak mecium bau apa pun
"loe kenapa Nay?masuk angin"tanya Tari yang melihat Nayla sedikit membungkuk sambil mengeluarkan sesuatu
"emang gak pada nyium apa bau ******"gerutu Nayla sambil menyeka kasar mulutnya
Anto dan Cici pun saling bertatapan lalu Anto mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
Seketika iti juga dalan layar terlihat sosok seperti bayangan yang sedang berdiri disamping Nayla.
Dengan gerakan reflek Anto menarik tangan Nayla agar menjauh dari bayangan yang ia lihat dilayar.
Mereka pun bergegas keluar dari kamar namun sialnya pintu itu tiba-tiba tertutup dan tak bisa dibuka.
Cici mengeluarkan ponselnya untuk meminta bantuan pada Pian namun sialnya tiba-tiba ponselnya tak ada sinyal.
Nayla mengedor-gedor pintu dengan harapan agar teman-temannya yang diluar mendengar dan menolongnya.
Cici berusaha menenangkan Nayla,ia pun mendekap Nayla berusaha memberi rasa nyaman.
Mata Nayla membelalak terbuka lebar saat ia meihat sesosok wanita setengah mengambang menembus tembok wajahnya nampak menyeramkan setengah hitam dan sedikit bersisik.
Tari dan Anto masih berusah membuka pintu dengan menariknya bahkan berusaha mendobraknya namun sia-sia.
Saat mereka sudah putus asa tiba-tiba pintunya terbuka
"akhirnya..."ucap mereka hampir bersamaan
"kalian kenapa"tanya Pian yang heran melihat wajah kusut teman-temannya.
"gw udahan gak mau ikut lagi,gw tunggu di mobil aja kali kalian mau lanjut"ucap Nayla lemas
"ada apa sih?"tanya Riko yang juga penasaran
"mending keluar dulu sambil istirahat,disini hawanya gak enak"ajak Anto pada teman-temannya.
Akhirnya mereka pun keluar dari rumah kosong itu lalu duduk dijalan sambil meneguk air dari botol kemasan yang mereka bawa.
Anto pun menceritakan kejadian yang ia alami tadi.
Haii para reader terima kasih masih mau mampir diceritaku yang receh ini
jangan lupa dukung trus author ya dengan cara :
👉 **Like
👉 vote
👉 Rate dan juga
👉 kritsarnya author tunggu
__ADS_1
salam Maniss
Amellajj/Author**