
Jam terus berdetak,gelapnya malam berganti dengan datangnya pagi.
akhirnya malam ini pun terlewati dengan langkah gontai nayla menuruni anak tangga satu persatu hingga akhirnya tibalah ia diloker untuk berganti pakaian.
setelah selesai berganti pakaian naylapun segera turun ke parkiran dan mencari bus yang sesuai arah kontrakannya walaupun hanya sebentar tapi lumayanlah dari pada jalan kaki.
setelah menikmati sarapan paginya nayla pun segera tertidur entah memang dia sudah mengantuk atau imbas dari kejadian semalam ia merasa badanya sangat lelah.
sorenya ia terbangun dan langsung melihat ponselnya,ada rasa kecewa ternyata adit tak mengiriminya pesan dengan malas ia pun melempar asal ponselnya diatas kasur.
jam 7 malam akhirnya naylapun harus berangkat kerja namun adit belum juga mengiriminya pesan
"mungkin dia lagi sibuk"itulah yang ada dipikiran nayla saat ini.
sementara itu di sebuah pt dikawasan yang sama namun hanya berjarak beberapa gedung saja siang tadi nampak wajah kesal saat seseorang menunjukan ponselnya.
"dit ..liat deh bukannya ini nayla ya"tanya eko sambil menunjukan ponselnya pada adit saat makan siang
adit menunjukan wajah biasa-biasa saja saat melihat gambar yang ada diponsel itu,padahal dalam hatinya ia merasa kesal melihatnya "bagaimana bisa nayla dalam posisi begitu dengan seorang cowo yang berbadan besar berada diatasnya "
aditpun menepis prasangka buruk tentang nayla namun karena sedikit kesal ia pun tak memberi kabar pada nayla walau hanya sekedar say "hello"
sementar itu dikantin nayla sedang asik menyantap makannya sambil meminum kopi tiba-tiba dian datang sambil senyum-senyum.
"kenapa bu,kok senyum-senyum begitu"tanya nayla
"loe bikin heboh lagi nay,kejadian tadi malem ada yang posting di grup wa pt"jelas dian
"whaaat?" tanya nayla seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dian.
dian pun segera mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan fotonya yang ternyata difosting oleh anak buahnya sendiri diline dan membaca semua komennya.
nayla hanya menepuk jidatnya,entah apa yang akan dijawab nanti kalau ada yang bertanya setahu nayla hampir semua orang dibagiannya ratu gosip.
untuk menghindari pertanyaan yang gak bermutu menurutnya akhirnya nayla naik ke bagian produksi 5 menit sebelum bel masuk berbunyi.
setelah bertukar informasi nayla pun langsung mempersiapkan keperluan linenya.
"nay jangan lupa ya nanti malam yang di storade mau stafing"
nayla pun hanya menganggukan kepalanya bertanda ia sudah mengerti.
ada perasaan kesal saat nayla melihat ibnu di bagian packing sebenarnya ia malas jika harus bertemu dengan pria bertubuh tegap itu namun karena perkerjaan dan stafing mau tak mau ia harus mengecek dibagian belakang dan memastikann semuanya ok sebelum masuk kontainer.
"mbak na"sapa eka anak lina nayla yang berada dipos 3
"ada apa ka?"tanya nayla menghampiri tempat eka bekerja
"mbak kenal sama mas agus gak anak pt Jagat"tanyanya tanpa menoleh kearah aku
"emmm yang rambutnya keriting sebahu?"tanyaku memastikan
__ADS_1
"iya"
"kenal,kenapa ka?"tanya nayla penasaran
"emmm itu mbak" eka nampak ragu untuk berbicara
"itu apa ka,jangan bikin penasaran deh"ucapku
"soal foto mbak nay yang sama mas ibnu kan aku posting di akun fb aku,trus mas agus nanya ada kejadian apa kok bisa sampe kaya begitu,trus aku jelasin tapi kayanya temen mas agus yang namanya mas adit marah deh,mangnya mbak nay ada hubungan ya sama mas adit" jelasnya
"lah..kok kamu kenal nereka sih ka"tanyaku penasaran dan sepertinya aku mulai mengerti kenapa adit tidak memberiku kabar mungkin dia marah gara-gara foto itu
"mas agus itu sepupu aku mbak"jawabnya
aku pun hanya ber ooo mendengar penjelasan eka.
ku lihat jam di pergelangan tanganku masih menunjukan pukul 22 aku pun mencari tempat yang sedikit sepi lalu mengeluarkan ponselku
aku pun menghubungi adit terdengar nada tersambung di ujung sambungan sana
tut....
tut....
tut...
hingga bunyi sambungan ke lima namun belum juga diangkat
"hallo assalammualaikum"sapa nayla dengan riang
"waalaikum salam"balas adit terdengar sedikit dingin
"gimana kabarnya dit"
"baik" jawab adit singkat
sejenak nayla melihat ponselnya "kok adit jawabnya gitu ya"batin nayla
"aku ganggu kamu ya dit"tanya nayla ragu
"gak"
"tapi kok kamu jawabnya gitu"protes nayla
"biasa aja" entah kenapa setiap jawaban adit terdengar dingin ditelinga nayla
"emm aku tutup dulu ya dit kayanya ada masalah diline"ucap nayla berbohong tanpa mendengar jawaban adit nayla langsung memutus sambungan telponnya
dengan sedikit gusar ia melangkah keline
"nay barang yang mau stafing udah dicek"tanya dian memastikan
__ADS_1
"udah tinggal bawa aja ke bawah"jawabku
"ya udah tar loe yang temenin ya biar rangga sama ibnu yang narik barangnya pake handjak"
"jangan ibnu ah yang laen aja"tolakku dian hanya tersenyum seakan menggoda
"kan yang badannya gede cuma dia nay,biar kuat bawa barangnya" jelas dian
akhirnya setelah semua siap kami pun turun dengan menggunakan lif membawa barang menuju tempat dimana kontainer terparkir menunggu diisi
setelah beberapa kali balik aku pun merasa lelah akupun duduk didepan lif diatas tumpukan palet
samar-samar aku mendengar suara perempuan tertawa cekikikan,aku pun mengedarkan pandanganku mencari asal suara walaupun aku takut.
aku berharap mereka berdua tidak mendengar biar deh yang cuma aku aja yang merasa takut dari pada ditinggal kabur lagi.
semakin lama suara itu semakin sering aku dengar dan anehnya lagi lifnya error
rangga dan ibnu saling menatap sepertinya mereka juga mendengar suara tertawa itu.
"he...kenapa "tanyaku pura-pura tak tahu
"mbak nay gak denger ya"tanya mereka ragu
"denger apa?"
"i----it----itu"suara rangga terdengar bergetar mungkin karena takut
"ehh awas loe ya berdua kalo sampe ninggalin gw lagi"ancamku pura-pura berani padahal sebenarnya aku pun ingin lari duluan melalui tangga darurat yang ada disisi kiri lif namun aku pun takut bagaimana jika hantunya ada di tangga itu
"mbak...mbak kita udah gak kuaaaat"ucap mereka berdua langsung lari menuju tangga darurat
saat melihat mereka lari aku pun segera turun dan ikut berlari menuju tangga
dengan nafas yang tersengal-sengal karena menaiki tangga sambil berlari akhirnya aku pun tiba di lantai dua kebetulan disana ada dian sedang mengecek kenapa lifnya tiba-tiba error
"loe pada kenapa lagi sih nay"tanya dian sambil menghampiriku
tanpa menjawab pertanyaan dian aku langsung menghampiri si pohon palem dan rangga lalu memukulnya kencang karena kesal
"sakit nay"ucap mereka berbarengan
"biariin,loe berdua jahat banget sih masa gw ditinggalin melulu" protesku sambil menahan kesal apa lagi sama ibnu gara-gara dia adit jadi marah ditambah lagi sekarang ditinggal sendirian dilantai satu.
karena lelah nayla tak bisa tidur saat jam tidur tiba ia hanya merebahkan diri diatas tumpukan kardus
kenapa ya ada aja kejadian aneh naylapun tak habis pikir apa lagi dua hari terakhir ini.
tiba-tiba ia merasa ingin pipis akhirnya ia pun duduk namun saat ia melihat kearah toilet matanya melihat sosok wanita bergerak menuju kearah gudang dengan rambut panjang yang berantakan saat nayla melihat kebawah ia tak melihat kakinya ternyata wanita itu mengambang akhirnya ia pun kembali merebahkan tubuhnya dan mendekap erat dian yang ada disebelahnya .
jantungnya kembali berdegup kencang dan keringat dinginpun kembali membasahi wajah dan tubuhnya.
__ADS_1
Dian yang merasa terusik tidurnya akhirnya pun bangun dan memperhatikan sahabatnya yang nampak ketakutan.