
Pagi dikota "G" terasa begitu dingin tadinya Nayla ingin sekali berjalan-jalan namun rasa dingin yang menembus hingga tulang membuatnya mengurungkan niatnya untuk menikmati jalan-jalan pagi melihat pesawahan.
Dan disinilah kini Nayla berada didapur dekat dengan perapian.
ia menghangatkan diri dengan berada dekat tungku
Dirumah Abah memasak memang masih menggunakan kayu bakar,namun ada juga kompor gas tetapi jarang digunakan hanya sekali-kali saja.
"neng jangan deket-deket nanti kena baranya" ucap Nini memperingatkan Nay yang sedang memainkan kayu yang sudah terbakar sebagian.
"enak nih kalo ditaro ubi kalo gak singkong jadi deh ubi bakar"kata Nayla sambil membayangkan nikmatnya makan ubi bakar ditengah hawa dingin.
"Nay mandi sana masa perawan mandinya siang terus" perintah mama
"ish mama nih bisa beku Nay kalo mandi sekarang"
"tuh Ni liat anak ini mah kalo dibilangin bisa aja jawabnya" ucap mama pada Nini
Nini yang mendengarkan perdebatanku dengan mama hanya tersenyum
"sana Nay mending nimba air dulu itung-itung olah raga pagi" perintah mama sambil menunjuk kearah sumur timba
akhirnya kali ini aku menuruti permintaan mama
aku mulai mengambil ember timba yang berwarna hitam dan menurunkannya perlahan hingga terdengar
byurrr
suara ember yang menyentuh permukaan air sumur dan begitu kutarik berasa sedikit berat berarti embernya sudah terisi banyak air dan aku pun menariknya hingga ember terlihat lalu mengambilnya dan menuangkan isi air yang diember pada sebuah kolam yang besar untuk menampung air yang aku timba.
__ADS_1
setelah beberapa kali aku menimba entahlah apa karena lelah atau karena belum sarapan aku merasa embernya kali ini begitu berat hingga aku harus menghirup nafas yang dalam berkali-kali (ngos-ngosan)
"ih kok berat ama sih ni ember"gerutuku sambil mengelap keringat di dahiku dengan punggung tanganku.
Karena penasaran aku pun mencoba melihat kearah ember yang masih berada ditengah-tengah sumur dan betapa terkejutnya aku ketika melihat sesosok anak kecil sedang berjongkok diatas ember yang aku timba dan kini menatapku sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang warna warni ada hitam,ada putih dan kuning
tanpa menunggu aba-aba aku pun segera melepas tali yang terbuat dari keret itu dan berlari sambil berteriak
"tooooolooooong ada yang kecebur sumur"
teriakku kencang,semua yang ada didalam langsung berlari menghampiriku
"ada apa Nay" tanya a'iwan
"itu....itu a ada yang kecebur sumur" jawabku dengan nafas yang masih terengah-engah
"mana Nay?"tanya a iwan
"itu a, disitu tadi nyangkut di ember kerek"jawabku sambil menunjuk ke dalam sumur
"udah kelelep kali a" jawabku dengan suara lemas
"ihhhh gak ada apa-apa Nay disini"
"ada a tadi anak kecilnya diatas ember sambil pegangan talinya terus senyum sama Nay" tururku menjelaskan
lalu a'iwan dan Abah tertawa
"itu bukan anak kecil kecebur sumur Nay tapi itu mah jurig anak kecil sisangkanya ini ayunan kali" jelas a'iwan sambil masih tertawa
__ADS_1
"masa iya a?"tanyaku tak percaya
"ini kan masih pagi a, emang dia udah pada bangun?" tanyaku begitu polosny hingga aa dan Abah kembali tertawa
"apanya yang lucu?" tanyaku sambil mamajukan bibirku
"kamu yang lucu Nay" jawab aa sambil mencubit pipiku gemes
"udah ah...ayo masuk"ajak a'iwan menarik tanganku untuk masuk dalam rumah.
aku pun mengikuti ajakan a'iwan untuk masuk ,namun saat sampai di depan pintu mataku tak sengaja melihat anak kecil yang tadi disumur berada di antara pohon-pohon pisang ia tersenyum
seolah terhipnotis aku pun hanya diam tak bergerak a'iwan yang melihat keanehan padaku akhirnya menepuk bahuku dan entah lah apa yang dilakukannya ia mengusap wajahku dengan air putih yang ada digelas lalu menyuruhku meminum sisanya.
"haduhhhhh ada-ada aja ya Nay pagi-pagi gini..." a' iwan tak melanjutkan kata-katanya ia hanya tersenyum kearahku dan menepuk-nepuk bahuku.
aku pun hanya tersenyum masih tak mengerti dengan apa yang baru saja aku alami masa pagi-pagi udah liat yang begituan aku pun merasa ngeri sendiri.
lagi-lagi a'iwan yang seakan mengerti dengan apa yang ada dalam pikiranku kembali tersenyum dan berkata
"sing sabar Nay tar juga biasa"
aku yang mendengar ucapan a'iwan hanya tersenyum kecut
untuk menenangkan pikiranku akhirnya aku pun meminta dibuatkan kopi hitam sama mamaku
"lah kok kopi item Nay biasanya kopi susu" tanya mama
"iya mah biar kaya aa sama Abah kan biasanya orang pinter mah minumnya kopi item" ucapku santai mereka yang mendengar ucapanku tertawa untuk sementara aku pun melupakan kejadian tadi pagi sempat membuat heboh.
__ADS_1