
🌹🌹🌹 Selamat Membaca 🌹🌹🌹
Karena harus bekerja dengan terpaksa Adit dan Nayla kembali ke kota "B".
Setelah semua masuk mobil merekapun pamit pada tetangga sekitar rumah Adit.
Ibu Adit yang tak ikut mengantar anak dan menantunya hanya bisa menangis melepas kepergian mereka.
"Ya Nak rumah ini jadi sepi lagi, padahal ibu berharap kalian tinggal disini" Ibu Adit berbicara sendiri sambil menghapus air matanya yang tanpa permisi mengalir begitu saja saat mobil yang mereka naiki menghilang ditikungan ujung rumah Adit.
Nayla hanya memandang jalanan sambil melihat-lihat pemandangan melalui kaca.
Belum terlalu jauh jarak yang mereka tempuh tiba-tiba Dedi menepikan mobil yang ia kendarai.
"Ada apa Ded kok minggir" tanya Adit
"Kayanya sih bocor deh Dit, tar ya liat dulu"Dedi pun turun dan mengecek kondisi ban mobil.
"Dit bawa ban serep kan?" tanya Dedi dari balik kaca
"Ada" Aditpun turun berniat membantu Dedi mengganti ban
Nayla dan Lilis hanya diam didalam mobil.
"Bosen Lis,keluar yuk" saat Nayla hendak membuka pintu mobil matanya melihat kembali sosok wanita yang mirip dengan Ina sedang memandang kearahnya.
"Haii...kamu Ina apa bukan sihh" tanya Nayla pada sosok yang ia lihat.
Lilis yang tau kebiasaan Nayla hanya melihat kearah mana Nayla berbicara, namun yang ia lihat hanya bangku kosong yang berada disebuah warung yang tutup.
"Untung aku udah biasa ya liat si teteh kaya gini" ucap Lilis pelan
Nayla yang mendengar ucapan Lilis hanya tersenyum "Itu loh Lis ada si Ina berdiri disana, ngapain coba" tunjuk Nayla.
"Gak ada apa-apa teh" jawab Lilis polos
"Ya udah gak liat sihh" Nayla nampak kesal ia menyandarkan tubuhnya sambil memejankan matanya.
Baru saja ia memejamkan mata tiba-tiba ia melihat sosok itu menangiss.
"Nay...aku mohon biarkan Adit melihatku yang terakhir kalinya..hu....hu" Pinta sosok itu yang menyerupai wujud Ina.
"Ahh..kamu hantu apa orang sihh" tanya Nayla masih dengan mata yang terpejam.
Lilis yang panik berusaha membangunkan Nayla, namun Nayla tak juga mau membuka matanya, ia terus meracau tak jelas.
Lilis membuka kaca dimana tepat Adit berdiri "Aa si teh Nay ni gak tau kenapa, Lilis dah coba bangunin tapi gak mau bangun juga" ucap Lilis dari kaca yang ia buka.
Aditpun langsung membuka pintu mobil dan mendengar Nayla menyebut-nyebut nama Ina.
Aditpun langsung membangunkan Nayla dengan menepuk-nepuk pipinya namun tetap saja istrinya itu tak mau membuka matanya.
Setelah Adit menepuk sedikit kencang akhirnya Naylapun membuka mata dengan keringat yang membasahi wajahnya.
Lilis menyerahkan satu buah minuman kemasan yang langsung diteguk habis oleh Nayla.
"Adit...bener cewe yang aku liat itu Ina" ucap Nayla begitu ia sudah dapat menenangkan diri.
"Kamu ngomong apa sih yang" Adit semakin bingung dengan yang Nayla ucapkan.
Saat Nayla sedang kesal ponsel Aditpun berbunyi.
Adit mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang menelponya.
"Siapa Dit" tanya Nayla yang penasaran
pletakk
__ADS_1
"Aaaww ..kok malah disentil sih, sakit tau.." Nayla memajukan bibirnya karena kesal.
"Tuh bibir cari gara-gara ya Yang" ucap Adit sambil mengelus dahi Nayla yang tadi ia sentil
"Tadi di tampol, sekarang di elus-elus" desis Nayla pelan namun Adit masih dapat mendengar.
ssssttt
Adit manaruh jari telunjuk di bibirnya, Naylapun mengerti apa yang di isyaratkan Adit ia langsung diam.
"Hallo Assalammulaikum"
....
"Iya, ada apa ya Pak?"
.....
"Apa???"
" Iya.. saya kesana sekarang"Aditpun langsung mematikan ponselnya dan memasukannya kembali kesaku celananya.
"Sayang kayanya kita gak jadi pergi sekarang" ucap Adit dengan sangat hati-hati
"Kenapa??" tanya Nayla penasaran
"Tadi Ayahnya Ina yang nelpon dia bilang kalau ..." wajah Adit berubah menjadi sedih
"Kalau apa Dit bikin penasan aja sih" paksa Nayla
"Emm..kalau Ina meninggal Nay" ucap Adit sambil menundukan kepalanya bersedih.
"Inalillahi wa inalillahi rojiun" ucap Nayla dan Lilis berbarengan.
"Trus..." tanya Nayla yang masih menunggu jawaban Adit
"Ya udah mau apa lagi" Nayla menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
"Nay...jangan marah sayang, ini yang terakhir pliss" pinta Adit sambil memohon.
"Iyaa...ya udah kita balik lagi" ucap Nayla kesal.
"Jangan marah sayang, pliss" Adit terus memohon walaupun Nayla sudah berkata iya.
" Iya..juga kan aku udah bilang iya kita balik lagi, awas ya kalo ngomong lagi" ancam Nayla
"Sejak kapan istri aku jadi tambah bar-bar" ujar Adit sambil mencubit pipi Nayla
"Sakitt Adit" Nayla semakin cemberut.
Setelah selesai mengganti ban mobil,mereka semua naik dan mobil pun kembali kerumah Adit.
Ibu Adit nampak terkejut saat melihat mobil yang Adit naiki kembali.
Ia langsung keluar dan membuka pintu menunggu mereka turun.
"Assalammualikum bu" Nayla langsung mencium tangan Ibu mertuanya dan langsung duduk dibangku depan.
"Ada apa Dit kok balik lagi" tanya sang Ibu saat Adit sudah duduk disamping Nayla.
"Itu bu, Adit mau nyelawat kerumah Ina, tadi bapaknya nelpon" ucap Adit menjelaskan
"Iya, tadi Ibu denger di pengumuman masjid"
"Ya udah Adit mau takziah dulu ya bu, titip Nay" Adit langsung masuk kedalam untuk mengganti pakaian.
Tak lama kemudian Adit sudah berganti pakaian.
__ADS_1
"Sayang aku pergi dulu ya, nanti kalo udah selesai aku langsung pulang kok" Adit mengecup sekilas kepala Nayla.
Tanpa menunggu jawaban Nayla ia langsung pergi kerumah Ina.
"Sayang mendingan kamu masuk terus istirahat di kamar" Ibu Adit menuntun Nayla agar masuk kedalam rumah.
Tanpa membantah Nayla menuruti Ibu mertuanya.
Didalam kamar Nayla berguling-guling tak jelas.
Entah apa yang membuatnya gelisah
"Aaahhhh sebel...sebelllll" teriak Nayla
Lilis yang mendengar Nayla berteriak langsung berlari menuju kamar Nayla.
"Ada apa teh?" tanya Lilis
"Aku gak tau Lis, aku bt" ucap Nayla lalu duduk diatas kasur.
"Teteh mau makan apa biar gak bt?" tanyaLilis berusaha menghibur kaka iparnya.
Dalam hati Lilis berharap agar Nayla tak meninta yang aneh-aneh.
"Ya Allah gusti semoga si teh Naynay gak minta yang aneh-aneh" doa Lillis dalam hati.
"Lilis aku mau makan baso tapi kuah sama basonya dipisah ya" ucap Nayla sambil menyapu bibirnya dengan lidah
Lilis nampak bingung mendengar permintaan Nayla
" ihh kamu gak ngerti ya Lis" Nayla tersenyum seakan tau apa yang sedang Lilis pikirkan.
Lilis menganggukan kepala bertanda "iya"
"Maksud aku tuh basonya dipisah, mienya juga, pokoknya semuanya dipisah gitu" ucap Nayla menjelaskan
"Iya teh Nay, Lilis ngerti ya udah jangan kemana-mana Lilis beli dulu ya" Lilispun keluar meninggalkan Nayla di dalam kamar.
Hampir setengah jam akhirnya Lilispun datang membawa pesanan Nayla.
Dengan semangat Nayla menuang semua di mangkok yang berbeda-beda.
Lilis hanya memperhatikan apa yang Nayla lakukan.
Nayla menuang sambal, saos dan kecap jadi satu dalam satu wadah.
Dengan sangat lahap Nayla mencocol bakso pada sambal yang tadi ia tuang
Sedangkan Mie dan kuahnya ia biarkan begitu saja.
Lilis hanya memperhatikan apa yang Nayla lakukan.
"aku mah yakin da kalo si teteh hamill" batin Lilis .
Setelah kenyang Nayla duduk sejenak.
Tak lama kemudian ia pun mulai mengantuk, ia pun merebahkan tubuhnya dan tak lama kemudian ia pun terlelap.
**Hallo semua maaf ya up nya malem.
Maaf juga kalau masih banyak typo
Jangan lupa vote dan like nya dong biar akunya semangat.
Salam Maniss
Amellajj/authorr**
__ADS_1