
Selamat Membaca
Setelah Adit pergi Nayla pun semakin kesal pada Adit.
Ia duduk di bangku sambil mulut nya terus mengumpat pada Adit.
"Kemana dia?" tanya Damra
"Gak tau, pas ada telpon dia langsung keluar" jawab Nayla malas.
"Bener ya tuh kodok minta gw bejek-bejek Nay " Damra pun ikut memaki Adit.
"Dah lah kita gak usah mikirin dia mendingan kita Fun aja" ucap Nayla
Merekapun hari itu disibukan dengan banyaknya pelanggan yang datang ke salon Damra.
Hingga tanpa terasa Adit yang tadinya hanya pamit sebentar ternyata hingga larut malam pun tak kunjung pulang.
Naylapun sudah tak begitu mau ambil perduli lagi dengan Adit yang mau pulang jam berapa.
Saat Nayla tertidur pulas Aditpun tiba dirumah.
Nayla yang hari itu terlalu sibuk di salon lupa untuk mengunci pintu kamarnya hingga dengan sangat leluasa Adit dapat masuk kedalam kamarnya dan ikut tertidur di samping Nayla.
Saat pagi tiba Naylapun terkejut saat melihat Adit yang tertidur disampingnya sambil memeluk erat tubuhnya.
Nayla yang memang sudah kesal pun tak mau Adit menyentuhnya lagi hingga dengan kesal ia pun menyingkirkan tangan Adit dari tubuhnya.
Adit yang merasa sesuatu akhirnya terbangun juga.
"Jam berapa sayang, kok kamu dah bangun sih" ucap Adit dengan suara parau.
"Awas ahh aku mau pipis" ujar Nayla beralasan.
"Ya udah sana aku tunggu ya"
"Gak usah kamu tidur aja lagi" jawab Nayla.
"Aku mau nungguin kamu Nay, aku kangen ama kamu" bisik Adit yang membuat Nayla semakin tak suka.
Didalam kamar mandi Nayla segaja berlama-lama ia tak mau lagi Adit menyentuhnya.
"Sayang kamu ngapain sih kok lama amat" teriak Adit.
"Aku masih lama, kamu tidur aja lagi" sahut Nayla.
Beberapa saat kemudian Nayla megira Adit sudah tertidur, namun perkiraannya salah ternyata Adit masih menunggunya.
"Kamu ngapain aja sih sayang lama amat". tanya Adit yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
Bukannya menjawab Nayla malah berjalan menuju pintu dan hendak keluar.
Namun sialnya ternyata Adit mengunci pintu kamar dan kuncinta entah disimpan dimana.
"Dit kok dikunci" tanya Nayla sambil melihat kearah Adit.
"Ini kuncinya " tunjuk Adit pada saku celana tidurnya.
__ADS_1
"Sini'in dong aku mau kedapur" pinta Nayla masih dari depan pintu.
"Mau apa kedapur?" bukannya memberi kunci Adit malah bertanya pada Nayla.
"Aku haus mau minum" jawab Nayla kesal.
"Itu ada air" tunjuk Adit pada botol yang ada diatas meja.
"Aku mau bikin es susu" ucap Nayla berusaha mencari alasan agar dapat keluar dari kamar.
"Udah aku buatin sayang tuh di sana"tunjuk Adit pada gelas berukuran besar yang masih nampak berembun karena dingin.
"Aku maunya bikin sendiri pake susu nya yang banyak" ujar Nayla lagi.
Adit pun turun dari kasur dan berjalan menuju Nayla.
Stoooppp
"Kamu disana aja Dit" Nayla menjulurkan tangan ke depan depan dan menyuruh Adit berhenti.
"Aku tuh udah hafal sama kamu sayang, segala sesuatu pasti dijadiin alesan biar kamu bisa keluar dari kamar ini kan" ucap Adit sambil maju hingga semakin dekat dengan Nayla.
"Berhenti disana Dit aku bilang" ulang Nayla yang mulai panik melihat Adit.
"Kamu kenapa sayang, aku suami kamu" ucap Adit tak mau menyerah.
"Gakk kamu bukan suami aku" tolak Nayla yang entah kenapa tiba-tiba kilasan kejadian-kejadian buruk yang menimpanya kembali berkelebat dalam ingatannya.
Nayl tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya.
"Ahhh....jangan mendekat, aku mohon jangan sakitin aku" ucap Nayla dengan wajah yang pucat dan ketakutan.
"Bukannn kamu bukan Adit, aku gak kenal kamu..." tolak Nayla yang kini semakin ketakutan dan terpojok disalah satu sudut kamarnya.
"Nayla..."
"Nay...sadar ini aku Nayla coba liat ini aku" Adit memaksa Nayla untuk menatapnya.
"Coba kamu liat baik-baik ini aku Nay" bisik Adit tepat didepan wajah Nayla.
Nayla yang ketakutan malah memejamkan matanya tak mau menatap kearah Adit.
"Sayang...buka mata kamu" Adit menepuk-nepuk pipi Nayla
"Gakk mauuu"
"Pargii kamuuu aku gak kenal kamu" teriak Nayla yang semakin ketakutan.
Aditpun semakin panik saat melihat Nayla ketakutan melihat dirinya.
Akhirnya karena tak ingin membuat Nayla semakin parah, Aditpun segera keluar dari kamar itu dan membiarkan Nayla sendirian.
Sesaat setelah Adit keluar Naylapun langsung mengunci pintu dan langsung naik keatas kasur dan bersembunyi di balik selimutnya.
Sementara itu Adit yang bingung karena Nayla yang tiba-tiba saja takut melihat dirinya nampak sedang berpikir ada apa dengan Nayla, kenapa bisa tiba-tiba Nyala ketakutan melihat dirinya.
"Kamu kenapa sih yang, ada apa sama kamu" ucap Adit pad diri sendiri.
__ADS_1
Setelah dirasa aman dan Adit tak datang lagi ke kamarnya Nayla nampak senyum-senyum sendiri.
"Yess aku berhasil bohongin Adit" sorak Nayla kegirangan karena berhasil mengerjai Adit dan mengusirnya dari dalam kamarnya.
Ya ternyata semua hanya sandiwara Nayla agar Adit keluar dari kamarnya.
Ide itu melintas begitu saja saat ia tadi di kamar mandi.
Nayla yang masih kesal pada Adit berusaha agar Adit tak menyentuhnya.
Ia tau jika apa yang ia lakukan adalah dosa namun ia pun tak mau Adit menyentuhnya seenaknya saja.
Pagi pun tiba, matahari mulai tinggi saat Nayla keluar dari kamarnya.
Sekilas ia melihat Adit sudah duduk diruang tamu sambil bermain ponsel dengan secangkir kopi sudah berada diatas meja.
"Tumben amat dia masih pake calena pendek" batin Nayla saat melintas didepan Adit.
"Mau kemana Nay" sapa Adit
Nayla hanya mengerut kan keningnya.
"Sini sayang aku mau ngobrol Ama kamu" Adit menggeser duduknya dan menepuk tempat kosong disebelah nya agar Nayla duduk, namun sayang Nayla tak mendengarkan permintaan Adit terus berjalan kesamping dan bermain bersama kelincinya.
"Enak aja tar giliran aku mau trus ngobrol Ama dia tau-tau ada telp trus aku ditinggal lagi" gerutu Nayla sambil memainkan bulu kelincinya yang begitu tebal.
Adit semakin bingung melihat Nayla yang seakan tak mengenal dirinya.
"Ada apa sih Nay Ama kamu" desis Adit pelan lalu meletakkan ponsel nya diatas meja.
"Pokk...Empokk" panggil Adit
Tak berapa lama kemudian Empok pun datang.
"Ada apa Dit?" tanya Empok yang sedikit bingung
"Pok tau gak kenapa Nayla sedikit aneh?" tanya Adit
"Aneh gimana?" tanya pok yang malah menjadi ikutan bingung.
"Masa dia gak inget sama aku Pok" lanjut Adit.
Adit pun menceritakan kejadian semalam saat Nayla tak mengenali dirinya.
"Mungkin karena Adit jarang ngobrol Ama Neng Nay kali sama jarang ketemu" ucap Empok.
Sejenak Adit pun nampak berpikir.
"Masa gara-gara itu sih Pok" ucap Adit seolah tak percaya jika hanya karena dirinya jarang bertemu Nayla bisa secepat itu tak mengenali dirinya.
Sementara itu Nayla yang tak sengaja mendengar percakapan antara Adit dan Empok hanya tersenyum puas.
**Haii semua sampai sini dulu ya up untuk hari ini semoga kalian gak bosen ya dengan ulah Adit dah Nayla.
Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Vote dan juga komennya ya sebagai dukungan buat Author.
Salam Manis
__ADS_1
Amellajj/Author**