
Selamat Membaca
Begitu tiba di rumah sakit Naylapun langsung ditangani di ruang UGD.
Empok nampak cemas,ia terus saja mencoba menghubungi Ryan namun terus saja Ryan tak dapat dihubungi akhirnya Empokpun menulis pesan singkat yang memberitahukan tentang keadaan Nayla.
Ryan yang baru saja selesai melakukan pengerebekan tempat perjudian disebuah kawasan didaerah Legok Tangerang baru saja duduk untuk beristirahat.
Ia pun mengeluarkan ponselnya lalu mengaktifkan sim 2 di ponselnya.
Baru saja ia menyandarkan badannya pada Sandaran kursi alangkah terkejutnya ia saat membaca pesan yang yang masuk dan melihat beberapa foto yang Empok kirim.
Tanpa pikir panjang ia pun langsung menyambar jaketnya dan segera menuju tempat parkir untuk mengambil motornya.
Dengan sedikit tergesa-gesa Ryan langsung menuju rumah sakit.
Tak butuh waktu terlalu lama akhirnya Ryanpun tiba di rumah sakit.
Setelah memarkirkan motornya ia langsung menuju UGD dimana Empok menunggu.
"Pok..gimana Nayla?" tanya Ryan dengan wajah khawatir.
"Masih didalem Yan, mudah-mudahan gak terjadi apa-apa ya"ucap Empok.
"Nay jatuh ya Pok?" tanya Ryan
"Pok juga gak tau Yan, Nay itu nyariin Radit dia lupa kalau Radit sedang sama Papanya,gak lama abis itu dia pamit ke kamar trus teriak pas Empok masuk dia udah dibawah trus ada darah,makanya langsung Empok bawa kesini" jelas Empok.
"Iya Pok, terima kasih udah nolongin calon anak sama istri saya" Ryan langsung memeluk Empok layaknya ibu sendiri.
"Kita berdoa aja ya Yan semoga gak ada apa-apa"
Empok berusaha menenangkan Ryan yang nampak cemas.
"Mending kamu sholat sana Yan berdoa sama Allah dari pada mundar-mandir kaya gitu" ucap Empok.
"Iya pok, kalau ada apa-apa telpon aja ya jangan wa"pesan Ryan dan Empok pun mengangguk.
Setelah dua jam lebih berada didalam akhirnya seorang suster keluar dan mencari keberadaan Ryan.
"Suami nyonya Nayla"panggil sang suster.
"Maaf suster suaminya lagi sholat, saya Ibunya" aku Empok
"Gimana kondisi Nayla?" tanya Empok lagi
"Begini Bu...."
belum sempat suster itu melanjutkan ucapannya Ryan sudah muncul.
"Itu suaminya" tunjuk Empok.
Begitu Ryan tiba ia langsung diajak suster untuk masuk kedalam.
Setelah hampir 15 menit akhirnya Ryanpun keluar lalu blankar yang membawa Nayla menyusul dibelakangnya.
Beruntung Radit sedang bersama Adit jadi Empok tak perlu pusing memikirkan Radit.
Sebenarnya Empok ingin bertanya,namun ia urungkan karena malihat wajah Ryan yang tegang dan Nayla yang terkulai lemah dengan mata yang tertutup.
__ADS_1
Ada rasa khawatir dalam diri Empok saat melihat wajah Nayla yang pucat.
Mereka harus berhenti saat Nayla memasuki ruangan Operasi.
Ryan yang memang sudah berjanji akan menemani Nayla saat melahirkan ikut masuk karena sudah meminta ijin pada dokternya untuk menemani sang istri.
Ryan berusaha menguatkan dirinya karena harus melihat Nayla yang akan kesakitan.
Karena kondisi Nayla yang lemah akhirnya diputuskan untuk segera melakukan operasi Caesar.
Walaupun sebenarnya bukan pertama kalinya ia melihat darah entah kenapa saat melihat perut Nayla dibelah pandangan nya berkunang-kunang,Ryan terus berusaha menguatkan dirinya.
Disatu sisi ia begitu bahagia karena ia melihat buah hatinya dengan Nayla telah hadir,namun dilain sisi hatinya terasa begitu sakit saat melihat kondisi Nayla yang semakin lemah.
"Nayla anak kita udah lahir sayang" bisik Ryan ditelinga Nayla yang dibalas dengan senyuman yang terlihat samar.
Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Nayla,ia hanya melihat kearah Ryan yang terus saja menggenggam tangannya.
"dokter, gimana keadaan istri saya, kenapa dia kelihatan lemah" tanya Ryan panik.
"Sabar ya Pak,kita masih memantau kondisi istri anda" jawab dokter dengan tenang.
Ryan pun langsung meng azankan putrinya dan membawanya pada Nayla.
"Sayang kamu liat ini putri kita, dia cantik kaya kamu, kamu cepet pulih ya sayang biar bisa gendong anak kita" bisik Ryan ditelinga Nayla sambil menangis.
Ada rasa cemas dalam dirinya saat Nayla tak merespon apa yg ia ucapkan.
Setelah beberapa jam akhirnya Naylapun dipindahkan keruangan ICU.
Empok yang setia menemani Nayla berusaha menenangkan Ryan.
Karena merasa kasihan dengan Empok yang terlihat sangat lelah Ryan pun meminta Empok untuk pulang dan beristirahat.
Namun setelah dibujuk oleh Lilis akhirnya Raditpun tertidur pulas.
Adit merasa tak enak, ia terus memikirkan Nayla.
Tiba-tiba saja ingatannya kembali pada masa lalu saat pertama bertemu dengan Nayla.
"Nay ..ada apa dengan kamu, kenapa aku selalu ingat kamu ,apa karena aku masih sangat sayang sama kamu Nay" ucap Adit sambil memandang foto Nayla yang ia ambil secara diam-diam beberapa waktu lalu.
Saat ia sedang asik mengingat masa lalunya bersama Nayla, ponselnya berdering, dengan sedikit malas ia pun mengambil ponselnya.
Adit mengerutkan keningnya saat melihat nama Ryan yang memanggilnya.
Karena penasaran dengan apa yang akan Ryan sampaikan ia pun langsung menggeser ikon warna hijau.
Adit. "Hallo Assalamualaikum"
Ryan. "Wa'alaikum salam, saya cuma mau tanya apa Radit rewel disana" tanya Ryan
Adit. " Iya sih tadi Radit sempet nangis nanyain mamanya, tapi sekarang udah tidur kok mas, gak usah khawatir" jawab Adit.
Ryan. "Bisa gak saya titip Radit beberapa hari,soalnya Nayla lagi dirumah sakit"
Adit. "Nayla kenapa Mas?" tanya Adit mulai khawatir
Ryan pun menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Setelah menerima telepon dari Ryan,Adit terdiam ia ingat kejadian beberapa waktu lalu pada Dina.
Tiba-tiba saja ia merasa khawatir dan takut hal serupa akan terjadi pada Nayla.
Untuk menghilangkan rasa khawatirnya ia pun langsung mengambil air wudhu dan segera sholat agar hatinya tenang.
Dibangku tunggu depan ruang ICU Ryan duduk bersandar sambil memejamkan matanya.
Rasa lelahnya telah ia lupakan sekarang yang ada dalam pikirannya adalah keselamatan Nayla.
Ia terus berdoa dalam hati meminta kepada Allah agar Nayla segera diberikan kesembuhan.
Karena terlalu panik Ryan sampai lupa memberi tahu keluarganya tentang Nayla yang sudah melahirkan.
Ryanpun langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi ibunya.
Begitu sambungan telepon terhubung hal pertama yang ia dapatkan adalah Omelan dari Mamanya.
Ryanpun segera mengirimkan foto putrinya pada sang Mama yang berada dikampung.
Karena terlalu bahagia Mama Ryan pun langsung menuju kota B malam itu juga.
Karena terlalu lelah Ryanpun tertidur dibangku tunggu tak jauh dari ruangan ICU .
Sementara itu dalam tidur panjangnya Nayla bermimpi bertemu dengan Mama dan Papanya mereka menyuruh Nyala untuk kembali namun Nayla menolak.
Karena terlalu rindu dengan sang Mama, Nayla lupa jika dunia mamanya dan dunianya kini sudah berbeda.
"Kamu harus kembali Nak..."
"Mereka masih sangat butuh kamu" ucap sosok yang menyerupai Mamanya.
"Tapi Nay masih kangen Mama" teriak Nayla saat sosok kedua orangtuanya itu perlahan menjauh.
Nayla berusaha menggapai sosok Mamanya terlihat dekat namun tak dapat ia gapai.
Naylapun menangis sejadi-jadinya sambil memanggil Mamanya.
Saat ia sedang menangis ia mendengar suara bayi menangis, Naylapun mencari asal suara itu.
Ia pun berjalan menelusuri tempat yang gelap, di kejauhan ia melihat ada titik kecil cahaya.
Suara bayi itupun terdengar semakin jelas, ia pun setengah berlari menuju titik cahaya itu.
Semakin ia dekat dengan cahaya itu semakin jelas juga suara tangisan bayi itu ia dengar.
Nayla baru teringat dengan putrinya.
"Sayang maafin Mama" teriak Nayla sambil terus berlari mendekati cahaya itu yang semakin jelas.
Naylapun membuka matanya perlahan, ia mencari sosok malaikat kecil yang sudah menyadarkannya.
Haii semua dah up lagi ni.
Jangan lupa ya tetep kasih semangat buat Author.
Author juga mau bilang terima kasih buat para reader yang sudah selalu setia dengan kisah Adit dan Nayla.
Sekali lagi terima Kasih, tanpa kalian Author bukan apa-apa.
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/author