TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 340


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Setelah mendapat kabar tentang Ryan, Empok nampak sedih, ia bingung bagaimana cara menyampaikan kabar itu pada Nayla.


Setelah Nayla. bangun dari tidurnya, sedikit heran melihat Empo yang tiba-tiba saja menjadi pendiam dan wajahnya terlihat murung.


"Pok... Empok kenapa? sakit?" tanya Nayla hati-hati.


Empok tak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Pok gak kaya biasanya, Pok cape ya?"tanya Nayla lagi.


Lagi-lagi Empok tak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya lagi.


"Lah terus kenapa, kok dari tadi Nay tanya cuma geleng-geleng aja" Nayla semakin penasaran dengan Empok yang tiba-tiba saja menjadi pendiam.


"Jangan-jangan Empok kesambet lagi" pikir Nayla sambil memperhatikan wajah Empok yang menunduk dan tak mau melihat kearahnya.


"maafin Empok Nay, Empok gak tau gimana cara ngomongnya sama kamu tentang Ryan" batin Empok.


Nayla semakin heran melihat Empok yang tiba-tiba saja menangis.


"Kan bener dia kesambet" batin Nayla lagi.


"Aduh ini gimana ni, mana aku gak bisa lagi ngobatin orang kesambet" pikiran Nayla sudah tidak karuan melihat Empok yang terus saja menangis.


Dengan ragu-ragu Nayla mendekat pada Empok


"Ini siapa? Empok apa bukan?" tanya Nayla yang teringat dengan Aa saat mengobati orang yang kesurupan.


Empok pun berhenti menangis, ia menatap heran pada Nayla yang bertanya.


"Nah loh dia liatin aku lagi, aduh gimana ini" batin Nayla yang tiba-tiba saja merasa takut.


Beruntung Empok langsung mengerti jalan pikiran Nayla.


"Astaga Nay, kamu pasti mikirnya Empok kesurupan ya?"tanya Empok sambil tersenyum.


Nayla hanyalah mengangguk pelan sekaligus malu " Iya, abis Empok tiba-tiba nangis gitu" ucap Nayla.


"Empok kenapa sih?" Nayla lanjut bertanya sambil duduk di bangku samping Empok.


Emmmm


Empok sangat bingung bagaimana cara memberitahu Nayla.


"Ya udah Empok mendingan istirahat aja dulu"Naylapun berdiri lalu menepuk bahu Empok pelan.


"Nay mau main sama Rania dulu ya" Naylapun meninggalkan Empok yang masih duduk dimeja makan sambil termenung.


Nayla yang kebingungan dengan sikap Empok akhirnya menelpon Damra dan memintanya datang.


Tak sampai satu jam Damrapun tiba dirumah Nayla.


"Hallo cantiknya aunty" sapa Damra begitu tiba dirumah Nayla dan langsung menggendong Rania.

__ADS_1


Naylapun menceritakan semuanya pada Damra.


"Ya udah loe tenang aja, biar tar gw yang ngomong sama Empok" ucap Damra yang langsung masuk dan mencari keberadaan Empok.


Damra pun langsung menuju kamar Empok dan membuka pintunya pelan.


"Assalamualaikum Pok,loe tidur y?" tanya Damra hati-hati.


"Wa'alaikum salam, gak Ra" jawab Empok sambil menghapus air matanya.


"Abis nangis ya?" tanya Damra heran, soalnya ini pertama kalinya Damra melihat Empok menangis.


"Mungkin Damra aja yang ngomong sama Nayla" pikir Empok sambil menatap kearah Damra.


"Pok jangan gitu napa liatinnya, serem gw" protes Damra


"Iya maaf Ra, sini duduk" ucap Empok sambil menepuk tempat kosong disampingnya.


Empokpun menceritakan semuanya pada Damra.


Wajah Damrapun langsung pucat dan air matanya langsung mengalir saat tau tentang Ryan.


"Kita harus kasih tau dia Pok, biar gimanapun dia istrinya"ucap Damra sambil menarik nafas dalam lalu menghembuskannya kasar.


"Ya udah kamu aja yang ngomong sama Nayla, Empok mah gak sanggup" ucap Empok.


Setelah merasa siap Damrapun memanggil Nayla dan kini mereka berada didalam kamar Nayla.


Sementara Damra berbicara dengan Nayla, Empok menjaga Rania dan membawanya keluar.


"Ada apa sih kayaknya serius banget" ucap Nayla heran melihat wajah Danra yang nampak serius.


Nayla semakin bingung dengan perkataan Damra "Lah ini ada apa sih?" tanya Nayla sambil mengerutkan keningnya.


"Emmm ini soal Ryan" ucap Damra pelan.


"Kenapa sama Ryan, dia kan udah berangkat Dinas" ucap Nayla.


Damrapun menceritakan apa yang baru saja ia dengar dari Empok.


"Gakk..kamu sama Empok pasti bohong kan, kamu lagi ngeprak aku kan" ucap Nayla sambil menangis dan mengira apa yang diucapkan Damra adalah bohong.


"Nay ..sabar.."


"Gw gak bohong Nay" ucap Damra sambil memeluk Nayla yang sedang menangis.


"Enggak...gak mungkin Ra, mas Ryan janji sama aku dia akan pulang" ucap Nayla dengan air mata yang terus mengalir.


Damra membiarkan Nayla menangis dalam pelukannya.


"Gw tau loe kuat Nay" ucap Damra sambil mengelus punggung Nayla.


"Kalo loe dah tenang nanti kita ke kantor Ryan buat nanyain keadaan Ryan" lanjut Damra.


Nayla berusaha menenangkan dirinya ia terus istighfar dalam hati.

__ADS_1


"Ra..ayo anterin aku ke kantor mas Ryan,aku gak apa-apa insyaallah"paksa Nayla.


Mereka pun langsung menuju kantor tempat Ryan bekerja.


Begitu tiba mereka langsung masuk kedalam ruangan atasan Ryan dan mendapatkan penjelasan.


"Saya yakin suami saya masih hidup pak,apa boleh saya tau di daerah mana kecelakaannya" tanya Nayla sambil menahan air matanya.


Nayla berusaha menahan air mata agar tidak terus mengalir.


Tiba-tiba saja dadanya terasa sesak, lalu penglihatannya mulai memudar akhirnya Naylapun tak sadarkan diri.


Damra yang kebetulan berada disamping Nyala dengan sigap langsung menahan tubuh Nayla yang jatuh,dan beruntung juga beberapa anak buah Ryan berada disana dan membantu Damra untuk membawa Nyala kerumah sakit yang kebetulan tak jauh dari kantor polisi tempat kerja Ryan.


Dua jam kemudian Naylapun siuman.


"Ra ..aku mau kesana,aku mau liat Mas Ryan" pinta Nayla dengan suara yang masih sangat lemah.


"Kamu yang kuat Nay,aku yakin kamu kuat, nanti aku coba tanya atasan Ryan dimana lokasinya sekarang" tutur Damra pelan.


Setelah mendapat keterangan Nayla dan Damra pun langsung pulang dan menyiapkan segala sesuatunya untuk mereka berangkat menemui Ryan yang kini sedang koma disebuah rumah sakit didaerah Sumatera Barat.


Adit yang mendapat kabar dari Damra langsung datang kerumah Nayla bersama Lilis dan juga Diana Putri mungilnya.


Nayla duduk di sofa ruang tamu dengan tatapan kosong,air matanya terus saja mengalir, tiba-tiba ia kembali teringat pada mimpinya.


"Apa ini arti dari mimpi aku,andai aku tau sudah pasti aku gak akan ijinin kamu mas" batin Nayla.


Adit yang baru saja sampai dan melihat Nayla menangis ikut merasakan kesedihan, hatinya ikut merasakan sakit.


"andai aku punya keberanian,ingin rasanya aku meluk kamu Nay" batin Adit.


Berhubung mereka tak dapat tiket pesawat akhirnya mereka memutuskan untuk naik mobil dengan Adit sebagai supirnya.


Tak menunggu lama akhirnya mereka pun berangkat menuju kota Padang.


Sepanjang perjalanan Nayla hanya menatap kosong jalan yang mereka lalui.


Pikirannya terus tertuju pada Ryan.


Sementara itu Empok dan Lilis dipercaya untuk mengasuh putra putri mereka.


Hallo semuanya Dah up lagi ni


Sebelumnya Author mau ngucapin


"SELAMAT TAHUN BARU 2022"


Maaf telat ngucapinnya.


Jangan lupa tetap kasih dukungan buat author ya.


Like,rate dan komennya author tunggu.


Kalau ada yg mau kasih Vote atau gif juga boleh.

__ADS_1


Salam Manis


Amellajj/Author


__ADS_2