TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 233


__ADS_3

🌺🌺🌺Selamat Membaca🌺🌺🌺


Hari ini terakhir Nayla dan Adit berada di kota Tasik karena esok rencananya Adit akan membawa Nayla kembali kekota "B".


Drettt....


Dretttt


Ponsel Nayla yang ditaruh diatas meja bergetar, memang kebiasaan Nayla hanya memasang mode gatar saja di ponselnya maka jangan heran jika ada pesan atau telp jarang terdengar oleh Nayla.


Nayla yang memang kebetulan sedang duduk dibangku langsung mengambil ponselnya.


Nayla sedikit mengerutkan dahinya saat melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.


"Dihh..dia nongol lagi sihh" guman Nayla pelan.


Adit yang memang sedang merapikan barang yang akan dibawa besok langsung melihat Nayla curiga.


Adit langsung memberi kode pada Nayla agar melound speker.


Nayla : Hallo Assalammualaikum


Tari : Wa'alaikum salam Gonay pa kabar loe Nayla langsung menjauhkan hp nya saat suara diseberang sana terdengar begitu nyaring


Nayla : Ihh pelan-pelan napa jangan pake toa,gw belom budek


Nayla : "Kabar gw baik"jawab Nayla sedikit jutex


Tari : "Gak berubah loe ya tetep aja judes ama gw, loe kemana sih kok gw kerumah loe gak ada"


Nayla : " Gw tinggal di kampung sekarang"


Adit langsung menyambar ponsel Nayla begitu tau jika Tarilah yang kini menelfonnya.


"Aditt aku belom selesai bicara sama Tari" Nayla langsung cemberut karena Adit begitu protektif terhadap dirinya.


"Aku Males ahh ama kamu" ucap Nayla kesal


"Trus mau ngapain kalo kamu males sama aku" tantang Adit


"Aku mau keluar aja gabung sama Lilis" Naylapun langsung keluar dan bergabung bersama Lilis, Ai dan teman-temannya.


Naylapun bergabung bersama Lilis dan teman-temannya yang sedang ngerujak.


"Ahh ada nanasnya, aku mau dong" Nayla langsung menyelip diantara teman-teman Lilis.


Mereka pun asik ngerujak disiang hari.


"Yahh buahnya udah abis,Lis beli kerupuk gih masih ada bumbunya nih" ucap Nayla langsung mengeluarkan uang pecahan 10 ribu dari sakunya.


"Kurang gak ceban?" tanya Nayla


"Ari ceban teh sabaraha teh?" tanya Ai dengan polosnya


"Ceban itu sepuluh ribu Ai" Lilis yang menjawab sambil berdiri dan melangkah keluar menuju warung kecil yang berada tak jauh dari rumahnya.


Saat hendak kembali tanpa sengaja Lilis menabrak seorang pria yang tak pernah ia lihat


"Maaf a" ucap Lilis sambil mengambil kerupuknya yang jatuh.


"Iya gak apa-apa" sahut pria itu yang langsung pergi meninggalkan Lilis.


Sejenak Lilis nampak berpikir,ia merasa pernah melihat pria itu namun dimana ia lupa.

__ADS_1


"Meni lila meser karupuk na Lis" Ai yang sudah tak sabaran langsung menyambar kerupuk dari tangan Lilis dan membukanya.


"Kamu kenapa Lis" tanya Nayla yang bingung memperhatikan Lilis yang terus melihat kearah gang kecil.


"Gak tau teh kayanya akhir-akhir ini Lilis sering liat orang-orang yang asing teh" jawab Lilis


"Orang asing? bule maksudnya Lis" tanya Nayla


"Bukan teh Nay, maksud Lilis bukan orang kampung sini"


"Oh...ya udah si Lis paling cuma numpang lewat aja kali" jawab Nayla


Adit yang mendengar percakapan antara Lilis dan Nayla pun langsung keluar dan menghampiri mereka.


"Kenapa Lis" tanya Adit menegaskan


Lilispun menceritakan apa yang ia lihat dan alami barusan.


Aditpun menatap gang kecil yang lurus dengan rumahnya.


Ia mengedarkan pandangannya seperti mencari sesuatu.


"Ya udah gak apa-apa Lis" ucap Adit berusaha menenangkan Lilis.


"Sayang kita masuk aja yuk, ini kan acara para jomlo, mending kita dikamar aja" tanpa menunggu jawaban dari Nayla Adit menarik tangan istrinya itu.


Begitu masuk kedalam kamar Adit langsung mengunci pintu dan menyimpan kuncinya didalam saku.


"Dihh kok di konci sih Dit" tanya Nayla yang bingung


"Kenapa sih yang, kayanya takut amat sihh" Adit langsung membuka kaos yang ia pakai lalu merebahkanndirinya diatas kasur dengan bertelanjang dada.


"Kenapa harus buka kaos sih Dit" tanya Nayla ragu


"Apa kamu mau...." Adit langsung tersenyum bermaksud menggoda istrinya.


"Ah...apa?" ulang Nayla yang masih bingung


Sesaat kemudian ia tersadar


"Ah aku gak mau kok, aku cuma mau tidur juga kok Dit" Nayla langsung naik dan merebahkan dirinya disamping Adit


Nayla yang asal saja merebahkan tubuhnya baru menyadari jika wajahnya pas bersebalahan dengan ketiak Adit yang terbuka lebar karena Adit menaruh kedua tangannya dibawah kepala dan menjadikannya sebagai bantal.


"Aditt jangan gini tangannya" Nayla berusaha menutup tangan Adit yang terbuka.


"Apa sih yang, udah merem aja sihh" jawab Adit masih dengan mata yang terpejam.


" Ini lohh akar beringinnya ganggu tau"


Adit hanya tersenyum lalu mengahap Nayla.


" Mau posisi gini tidurnya Nay" Adit semakin menggoda Nayla dengan dadanya yang berada pas didepan wajah Nayla.


Nayla menelan kasar salivanya " mending aku madep tembok aja dehh" desis Nayla lalu membalikan tubuhnya.


"Udah tidur yang" Adit mengecup kepala Nayla lalu melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Nayla.


Tak lama kemudian merekapun tertidur dengan posisi Adit memeluk Nayla dari belakang.


Orang tua Adit sudah sampai dari kota mereka sengaja pulang untuk menemui Adit dan Nayla.


Malampun tiba setelah makan malam. Setelah makan malam seperti biasa merekapun berbincang-bincang diteras depan.

__ADS_1


Adit mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.


Sebuah benda bulat lumayan besar berwarna putih, karena lampu teras tak terlalu terang dan merekapun mengira itu sebuah gelang.


Adit mengambil sebelah tangan Nayla dan memasangkan satu lingkaran itu ditangan Nayla dan satunya lagi ditangannya sendiri.


Mata Nayla terbelalak saat melihat benda ditangannya.


" Adit kok tangan aku di borgol sihh" protes Nayla tak terima.


"Aku tuh cuma jaga-jaga sayang, aku gak mau peristiwa kemarin terulang lagi, cuma ini cara nya yang" Adit mengangkat tanganya yang sama terborgol otomatis tangan Naylapun ikut terangkat.


Orang tua Adit dan Lilis tertawa melihat ulah putranya sementara Nayla nampak kesal.


Malam itu mereka langsung tidur tanpa melakukan apa-apa karena rencananya mereka akan berangkat pagi.


Gelapnya malam pun mulai berganti dengan munculnya matahari yang masih malu-malu untuk menampakan dirinya.


Nayla merentangkan kedua tangannya bermaksud melakukan peregangan.


Tanpa sengaja tangan Nayla menyentuh sesuatu dibawah Adit yang mengeras.


"lah kok gak diapa-apain bisa keras ya" batin Nayla.


Ia pun melihat kearah Adit yang masih terpejam, perlahan-lahan ia pun turun dari tempat tidur.


"Mau kemana, gak tanggung jawab" Adit langsung menarik belakang baju Nayla yang dapat ia gapai.


Mau tak mau Nayla langsung menghentikan gerakannya karena leher baju yang menempel dilehernya yang hampir membuatnya seperti tercekik.


"Aditt lepasinn aku mau mandi" rengek Nayla


"Tanggung jawab dulu baru mandi"


"Tanggung jawab apasihh Dit"


Adit langsung menarik tangan Nayla hingga Nayla kembali terlentang dikasur.


Tanpa basa basi Adit langsung mencium bibir Nayla dan sebelah tangannya masuk kedalam baju Nayla dan meremas bukit kecil milik isrinya itu.


"Segini aja ya yang nanti dirumah kita lanjutin lagi, mandi gih sana" ucap Adit dengan nafas yang terengah-engah.


"Nyebelinn ihh" pagi-pagi Nayla sudah dibuat kesal oleh suaminya.


Adit hanya tersenyum melihat Nayla yang kesal terhadapnya.


"Jangan marah-marah mulu Nay, kamu kecewa ya kita gak jadi..." goda Adit sambil mengecup pipi Nayla sekilas lalu langsung berlari menjauh karena takut kena amuk istrinya.


Tadinya Adit berencana naik bus namun sang ayah sangat khawatir dan memaksa ingin mengantarnya jadilah mereka diantar dengan mobil ayah Adit dan mau tak mau Dedipun ikut untuk menjadi supir nanti saat kembali kekota Tasik.


Setelah selesai memasukan barang yang akan dibawa mobil pun mulai menjauh dari rumah Adit.


Tanpa disadari Anto dan anak buahnya mengikuti mobil itu hingga saat mobil berada ditempat yang sepi mobil Anto pun langsung menyalip mobil yang Adit dan Nayla tumpangi dan memalangkan mobilnya ditengah jalan hingga mau tak mau Dedipun langsung mengerem mendadak.


Besok lagi ya up nya


Maaf gantung dikit gak apa-apa ya...


Jangan lupa tap tombol like nya dan Vote ya biar semangat nihhh.


Salam Manisss


Amellajj/authorr

__ADS_1


__ADS_2