
🍁🍁🍁 Selamat Membaca 🍁🍁🍁
Hari sabtu pagi Adit sudah membangunkan Nayla untuk bersiap-siap ikut ke kampung halamannya di kota "T".
Nayla yang awalnya bersikukuh tak mau ikut akhirnya pasrah karena Adit terus memaksanya.
"Emang kamu udah beli snack buat aku dijalan?"tanya Nayla pada pria yang sedang memperhatikannya menyisir.
"Tenang aja yang di tas aku tuh isinya jajanan buat kamu kok"jawab Adit sambil mendekati Nayla dan mengambil sisir dari tangan gadis itu lalu dengan perlahan Adit menyisir rambut Nayla.
Setelah selesai merekapun berangkat dengan taxi online menuju terminal.
Sepanjang perjalanan Nayla hanya diam sambil kadang memainkan ponselnya,kadang memakan cemilan yang Adit bawa,kadang pura-pura tidur, namun tidak mengajak Adit berbicara.
Adit yang tau kalau gadisnya masih ngambek gara-gara dia memaksanya ikut hanya tersenyum lalu muncul ide jahil dibenaknya.
Saat Nayla sedang memejamkan matanya sambil mendengarkan lagu dari ponselnya ia merasakan ada yang memegang kakinya.
Awalnya ia acuh namun lama-lama ia merasa geli juga karena ada yang mengelus-elus betisnya, ia pun penasaran dan mencoba melihat kebawah
"Aaa..hhhhh"
teriak Nayla saat melihat mahluk kecil peliharaan Adit sedang memegangi kakinya dan memamerkan giginya yang jelek.
Tanpa sadar kalau sekarang ia berada didalam bus.
Karena ulahnya ada beberapa pasang mata yang melihat kearah tempat duduk mereka.
"Aya naon neng?" tanya kenek bus pada Nayla
"he..he gak ada apa-apa Mang,tadi cuma ad...." Nayla tak dapat meneruskan kata-katanya karena Adit membungkam mulutnya dengan tangannya yang besar.
"Gak apa-apa Mang tadi dia cuma mimpi aja kok"jawab Adit cepat
"ka..." Nayla belum sepat meluapkan kekesalannya Adit sudah lebih dulu mengancamnya dan berhasil membuat Nayla diam dan cemberut.
" Itu bibir panjang amat Nay,apa minta di..."bisik Adit sambil memasang senyum yang mencurigakan
"Jangan macem-macem Dit"
Adit hanya tersenyum mendengar peringatan Nayla lalu dengan cepat ia mengecup pipi Nayla.
"ih..gak tau malu banget sih ini kan di angkutan umum Dit"protes Nayla kesal
Setelah bus keluar tol Cileunyi jalanan yang dilaluipun tak lagi lurus kadang naik,kadang turunan dan berkelak kelok.
Saat bus berhenti untuk istirahat para penumpang pun turun untuk sekedar meregangkan otot.
Setelah setengah jam bus pun kembali melanjutkan perjalanan ke kota "T" yang masih harus menempuh satu jam perjalanan lagi.
"Akhirnya sampe juga" ucap Nayla sesaat setelah turun dari angkot.
Ia pun merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara yang terasa masih sejuk walaupun jam sudah menunjukan hampir jam 4 sore.
Orang tua Adit nampak antusias menyambut kedatangan anak dan calon menantunya itu.
Lilis adik Aditpun langsung pulang setelah mendapat kabar jika ada calon kaka iparnya.
Begitu bertemu Lilis langsung memeluk Nayla erat.
"Dihh maen peluk aja, aa aja yang pacarnya ya Lis kalo meluk dia di tabok" ucap Adit sambil melihat kearah Nayla
"ya betul atuh a kalo ditabok mah,pan teuacan (belum) muhrim"jawab Lilis membela calon kaka iparnya.
Wweee
__ADS_1
Nayla menjulurkan lidahnya mengejek Adit.
"Untung rame ya Nay,kalo sepi kamu begitu lagi aku gigit tar tuh lidah" Adit mengirim pesan pada Nayla melalui WA.
Nayla langsung menutup mulutnya rapat
"Kenapa?"tanya Adit sambil tertawa
Nayla hanya menggelengkan kepalanya.
Setelah berbincang-bincang sebentar Nayla langsung istirahat di kamar Lilis.
Malam harinya Adit mengajak Nayla keluar sebentar untuk mencari makanan.
Saat sedang menunggu pesanan mereka ada seorang cewe yang menegur Adit.
Nayla mencoba mengingat-ingat wajah wanita itu.
"kaya pernah liat,tapi di mana ya?" Nayla nampak mencoba mengingat ingat siapa cewe itu namun hasilnya nihil.
Setelah pesanan mereka selesai merekapun langsung pulang.
Dirumah begitu mereka sampai Nayla langsung ditarik oleh Lilis mereka pun bercerita di dalam kamar.
"Hai...ni makanannya kok malah ditinggal sih Yang.."Adit menyusul Nayla dan adiknya sambil membawa sepiring martabak.
Akhirnya Aditpun ikut nimbrung bersama mereka di dalam kamar Lilis.
Namun kebersamaan itu terusik karena ada seseorang yang memanggil nama Adit.
Aditpun segera keluar menemui orang yang memanggilnya.
"Siapa Lis?"tanya Nayla pada Lilis
"Sigana mah eta teh Ina (kayanya sih itu teh Ina)"jawab Lilis
Tiba-tiba saja perasaan Nayla tidak enak begitu mendengar nama Ina.
Yah Ina, cewe yang katanya mantan Adit,dan karena dia juga waktu itu Nayla nekad pergi karena merasa Adit tak memperhatikannya lagi.
"Sayang..aku keluar sebentar ya" kepala Adit muncul dari balik pintu.
Ia nampak terburu-buru " ada apa sih kayanya penting banget " batin Nayla.
Karena kesal Nayla pun merebahkan tubuhnya diatas kasur tanpa memakan martabak yang Adit bawa tadi.
"Teh eta martabaknya kenapa gak dimakan" tanya Lilis yang heran melihat Nayla langsung tiduran dan menarik selimut hingga sebatas lehernya.
Jam sudah menunjukan diangka 10 malam namun Adit belum juga kembali.
Ada rasa kesal dalam hati Nayla karena Adit meninggalkannya dirumah orang tuanya sedangkan dia sendiri entah pergi kemana dengan wanita yang bernama Ina.
Akhirnya Naylapun terlelap dengan perasaan kesal.
Hampir jam setengah dua belas malam akhirnya Adit pun pulang.
Ia membuka pintu kamar Lilis dan melihat Nayla yang sudah terlelap.
Aditpun mendekati tempat tidur dan berjongkok pas didepan wajah Nayla.
"Maafin aku beib tadi aku tinggalin sebentar"ucap Adit sambil mengelus pipi Nayla dan mengecupnya.
Entah setan apa yang merasuki Adit begitu melihat leher Nayla yang terbuka ia langsung mencium dan sedikit menghisapnya hingga meninggalkan bekas merah disana.
Sedangkan yang punya leher hanya sedikit merintih merasakan perih dilehernya.
__ADS_1
Pagipun tiba Lilis mengajak Nayla untuk mandi di pancuran yang tak jauh dari rumah, mereka pun segera membawa peralatan mandi dan juga kain untuk basahan.
Tanpa sengaja Lilis melihat tanda merah di leher Nayla namun ia diam saja,gadis itu mencoba mengingat-ingat semalam Nayla tidur dengannya dan tadi malam juga tanda itu belum ada.
"ishh si aa nya meni konyol " batin Lilis yang lalu mengajak Nayla untuk segera menyelesaikan mandinya mumpung belum ada banyak orang yang melihat tanda dileher calon kaka iparnya itu.
Setelah mandi Naylapun segera berganti pakaian,namun ia terkejut saat melihat lehernya memerah.
"Lilis...Lis..." teriak Nayla
Lilis yang sedang berada didepan menegur Kakanya langsung berlari begitu mendengar suara teriakan Nayla.
"Ada apa teh.."tanya Lilis khawatir
"Hayu atuh kita bersihin kasur, kayanya ada tumbilanya deh"kata Nayla dengan polosnya
"Gak ada teh kasur Lilis mah bersih" tolak Lilis
"Ih..ini tuh liat leher aku pada merah trus semalem berasa perih pas digigit"ujar Nayla yang langsung membongkar seprei lalu mengebutinya.
Lilis yang bersandar di pintu hanya tertawa melihat kepolosan calon kaka iparnya itu.
"Teh Nay eta teh bukan ulahnya si tumbila tapi ulahna si aa" ucap Lilis
"Maksudnya?"tanya Nayla bingung
"itu mah namanya ****** teh bukannya merang" lanjut Lilis
"Idih ****** mah ikan Lis adanya di air bukan di kasur,kalo dikasur mah namanya bangsat atau kutu busuk alias tumbila" Nayla ngotot tak mau kalah dengan adik iparnya.
Adit yang mendengarkan perdebatan antara adik dan Nayla hanya tertawa mendengar kepolosan Nayla.
" kamu mau aku tambahin satu lagi Nay tanda merahnya?"tanya Adit yang semakin membuat Nayla bingung.
Nayla mengerutkan keningnya,ia masih mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Adit.
Adit yang mengerti kekasihnya sedang bingung langsung menghampiri Nayla dan mendoronya hingga mentok ke tembok dan sedikit memiringkan leher Nayla hendak membuat satu tanda lagi.
Nayla yang langsung mengerti akan adanya bahaya langsung mendorong tubuh Adit agar menjauh.
"Ih..gak tau malu banget sih ada ade nya juga" gerutu Nayla kesal.
"Abis kamu gemesin sih Nay" jawab Adit sambil tersenyum
"Oh..jadi yang semalem gigit aku tuh kamu,bukannya bangsat atau tumbila"
"Iya" jawab Adit sambil tesenyum
"Gak usah senyum-senyum deh, dasar vampire tua" maki Nayla asal ucap lalu pergi kedapur meninggalkan Adit yang masih tersenyum mendengar makian Nayla yang menurutnya lucu.
Ha..ha...
Lilis langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Nayla
" Kasian amat si a udah dikatain vampire pake tua lagi" ucap sang adik yang lalu pergi meninggalkan Adit sendiri di kamarnya.
Adit nampak duduk termenung dibangku depan rumahnya.
Ia nampak sedang memikirkan sesuatu,namun apa yang ada dalam pikirannya Nayla tidak tau, gadis itu hanya memandangnya dari jauh mencoba membaca apa yang ada dalam pikiran Adit saat ini.
**Haiii semua sampe sini dulu ya lanjut besok lagi.
Maaf hari ini telat lagi up nya soalnya tadi aku cek up dulu.
Terima kasih ya buat kalian yang udah nyumbang Vote nya,dukungan kalian penyemangat buat aku.
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/authorr**