TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 23


__ADS_3

Persiapan untuk mulai masuk malampun mulai rampung begitu pun dengan orang-orang yang akan bekerja dengan Nayla tidak semuanya anak baru ada beberapa orang yang sudah senior namun walaupun begitu Nayla tetap harus mempelajari lagi dari ulang masing-masing sifat anak buahnya nanti.


"udah selesai Nay persiapannya?" tanya Dian yang memang pada saat bekerja merupakan atasan Nayla


"udah tinggal dikit lagi nih"jawab Nayla sambil membereskan sisa guntingan kertas.


"itu kok sampah belum diambil ya Nay?" tanya Dian yang melihat berbagai jenis sampah masih menupuk padahal biasanya setiap 1 jam sekali akan di ambil oleh helper


"gak tau dari tadi belum ada yang ambil,gak masuk kali pak imamnya" jawabku


"ya udah cari yang anak cowo gih yang digudang suruh buang sampah dulu"perintah dian dan aku pun segera mencari orang untuk membuang sampah tak lama kemudian aku pun mengantar kedua orang itu ketempat pembuangan sampah yang terletak disamping pabrik.


aku pun membuka penutup untuk membuang sampah yang nampak seperti perosotan dan segera membantu menurunkan sampah sesuai dengan kriterianya ada sampah kertas,pastik dan yang lainnya saat sampah yang kami buang tinggal sedikit rangga anak cowo yang aku minta bantuannya mendadak diam dan sedikit pucat


"loe kenapa ga?sakit?"tanyaku beruntun


rangga hanya menggelengkan kepala


"ngapa loe ga?"tanya darna ikut penasaran

__ADS_1


"loe berdua coba dengerin deh masa ada suara cewe nangis" ucapnya pelan


aku dan darna kemudian diam mempertajam pendengaranku karena penasaran aku pun melihat kebawah kearah perosotan yang digunakan untuk membuang sampah dan tak lama kemudian suara tangis itu terdengar


yah...kami bertiga mendengarnya bersamaan aku coba untuk takut agar kedua cowo disampingku tidak kabur dan meninggalkan aku sendirian ditempat itu.


"tenang ga ayo kita tutup dulu ni pintunya" ajakku pada kedua cowo itu kami pun menariknya namun kok terasa aneh seperti ada yang menahan kami bertiga menariknya bersamaan namun tetap tak bisa hingga suara tangisan itu terdengar lagi dan tanpa aba-aba kedua cowo itu pun lari meninggalkan aku


tanpa pikir panjang lagi aku pun ikut lari menuju line ku dan meninggalkan handjak dan kardus besar wadah sampah yang tadi kami bawa.


aku pun tiba di line dengan nafas yang terputus-putus akibat lari maraton tadi,dian yang kebetulan sedang berjaga di line karena aku tinggalkan tadi nampak binggung dan menghampiriku


"loe kenapa kok lari-larian sih kalo keliatan si bos diomelin loh"ucap dian mengingatkan


aku pun mulai bercerita pada Dian dia hanya tersenyum


"masa sih loe ditinggalin ama si rangga dan darna"


"terus handjak ama tempat sampahnya mana?" tanya dian beruntun

__ADS_1


"ya gw tinggalinlah disana masa gw lari sambil narik-narik handjak" jawabku sambil garuk-garuk belakang kepalaku


"ishhh kok ditinggal sih,ambil gih tar buang sampahnya gimana kalo gak ada tuh kardusnya" perintah dian


"tuh dia aja yang suruh ambil" tunjukku pada Darna yang kebetulan lewat


"apa mbak?" tanyanya tanpa merasa bersalah


"tempat sampahnya sama handjaknya kok ditinggalin sih" tanya dian pada darna yang hanya dibalas dengan senyum


"he...ditanya malah nyengir,ambil gih bawa sini" titah dian pada darna


"gah ah mbak serem disono"jawab darna lagi


"sona ambil pokoknya,berdua gih" bujuknya lagi


"gak ah mbak"tolak darna lagi


"ihh ayo ambil gw anterin" akhirnya dian dan darna kembali ketempat pembuangan sampah untuk mengambil handjak dan kardus besar yang biasa kami gunakan untuk menampung sampah.

__ADS_1


aku jadi heran kenapa akhir-akhir ini aku kok sering yah ngalamin hal-hal aneh kaya gini bahkan hampir tiap hari selalu saja ada dan aku pun masih belum terbiasa dan masih merasa takut jika melihat atau mendengar hal-hal yang mistis.


sepertinya aku memang harus belajar untuk tidak takut pada hal-hal seperti itu jadi inget dengan si aa seperti hari libur nanti aku harus konsultasi dengan a'iwan apalagi hari seninnya aku harus masuk malam.


__ADS_2