
SELAMAT MEMBACA
Rania dan Ardina akhirnya bisa bernafas lega saat acara bersami telah selesai.
Papa Adit sudah menunggu di parkiran untuk menjemput kedua putrinya.
"Alhamdulillah akhirnya bisa pulang terus tidur" ucap Rania begitu ia duduk di jok mobil Papa Adit.
"Ya gak gitu juga sayang, nanti itu mandi dulu terus makan baru deh istirahat" ujar Adit mengingatkan putrinya yang sedikit bar-bar.
"Rania mau tidur dulu Pah, gantukkk banget soalnya"
"Gak boleh Ran, mandi dulu terus makan baru istirahat" Papa Adit memang harus sedikit berdebat jika dengan Rania berbeda dengan Ardina yang lebih penurut dan sedikit lebih kalem.
Tanpa mendengarkan apa yang Adit bilang Rania ternyata sudah terlelap di bangku belakang.
"Astaghfirullah ni anak ya gak jauh beda sama Mamanya" keluh Adit saat sadar jika Rania yang ia ajak berbicara sejak tadi sudah terlelap.
Ardina hanya tertawa mendengarkan Papanya yang ternyata berbicara sendiri.
Karena terlalu lelap Rania tidak sadar jika mobil sudah terparkir di depan rumahnya.
Melihat Rania yang tertidur pulas Adit tidak tega untuk membangunkannya hingga akhirnya dengan terpaksa ia pun menggendong Rania hingga kedalam kamarnya.
Nayla hanya menggelengkan kepala melihat Rania yang tertidur pulas dalam gendongan Adit.
"Jangan dibangunin Mah, kasian kayanya dia cape banget" ujar Adit
"Tapi Pah dia kan belum mandi sama makan" Adit menarik tangan Nayla yang hendak membangunkan Rania.
Akhirnya Naylapun mengurungkan niatnya untuk membangunkan Rania.
Ia keluar dari kamar Rania dan melihat Ardina yang sudah berganti pakaian dan duduk manis diatas meja makan.
"Mah Ardina laper banget tadi liat di dapur gak ada apa-apa" ucap Ardina lembut.
"Iya sayang sebentar ya mama buatin omlet mau gak" ucap Nayla menawarkan.
"Gak usah mah biar Papa pesen online aja" Adit pun langsung mengeluarkan ponselnya dan memesan beberapa jenis makanan.
Tak menunggu lama akhirnya pesanan Aditpun tiba.
Ardina makan dengan begitu lahap, sedangkan Rania masih asik dengan mimpinya.
Di sebuah rumah Radit sedang asik bersama teman-temannya hingga suara ponselnya berdering.
Ia pun bergegas melihat beberapa buah pesan dari Mama dan juga seorang gadis yang terus saja mengganggunya.
Ia pun langsung membuka pesan dari Mama nya dan mengabaikan beberapa pesan dari wanita yang kini mulai ia hindari.
"Gw balik dulu ya, mama cantik gw udah wa nyuruh pulang"ujar Radit sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya tau yang anak Mama, udah sana pulang " celetuk temannya.
Radit hanya tersenyum mendengar ejekan teman-temannya.
Begitu tiba di rumah ia langsung mencari mama dan papanya.
"Mah liburan nanti Radit boleh gak ikut naik gunung bareng temen-temen" ucap Radit sedikit ragu karena ini pertama kalinya ia akan ikut camping bersama teman-temannya.
"Boleh, emangnya mau naik ke gunung mana?" tanya Papa Adit antusias.
"Mau ke gunung salak aja Pah yang deket" jawab Radit.
"Disana hati-hati ya jangan asal ngomong" Nayla tiba-tiba saja ingat saat Adit masih mendekatinya.
Di sekolah Radit memang dikenal pendiam dia banyak di sukai oleh wanita namun sampai saat ini ia belum ada niat untuk pacaran.
"Radit ....Dittt" teriak seorang siswa ciwe yang berlari mengejarnya
"Astaga loe budek apa ya" ucap cewe itu ya g bernama Kirana.
Radit hanya melihatnya sekilas lalu kembali ia memang wajah datarnya.
"Dit..lo berenti sebentar kenapa gw mau ngomong"protesnya
"ngomong tinggal ngomong aja pake ribet loe" jawab Radit dingin.
"Loe jadi ikut camping nanti liburan?" tanya Kirana
"Gw boleh ikut ya" lanjut nya
"Jangan tanya gw, loe tanya aja sama yang lain kalo mereka ngijinin ya loe ikut aja" jawab Radit langsung meninggalkan Kirana.
"Asikkk mereka pasti ngijinin lah" teriak Kirana kegirangan karena setidaknya Radit sudah memberi ijin untuk nya ikut.
Akhirnya liburan pun tiba .
Radit dan teman-temannya sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju lokasi.
Mereka terpaksa mengubah tujuan pendakian karena ada beberapa cewe yang ingin ikut, awalnya Radit menolak mereka ia takut jika mereka akan membuat masalah, namun beberapa teman mereka mengijinkan dengan terpaksa Radit mengikuti suara terbanyak.
Sementara Rania dan Ardina liburan mereka isi dengan ikut bekerja di toko kue mama nya.
"Nyari uang ternyata cape juga ya" ucap Rania yang baru saja belajar membuat adonan kue.
Awalnya ia sangat senang saat haru memixser adonan kue bolu namun lama-lama dia merasa letih juga.
Ardina yang memilih untuk melayani pembeli sedikit lebih santai.
Nayla tersenyum bahagia melihat kedua putrinya ikut membantunya di toko.
Saat toko tutup Naylapun memberikan mereka uang jajan.
__ADS_1
Rania dan Ardina nampak bahagia saat ia menerima uang sebesar 200 ribu rupiah.
Sementara itu Radit dan teman-temannya nampak asik bermain di sungai dengan air yang sangat jernih.
Mereka sengaja mendirikan tenda tidak jauh dari sungai.
Malam pun tiba, kabut yang turun membuat udara terasa begitu dingin.
Radit sudah memakai beberapa pakaian dan juga jaket namun rasa dingin tetap saja ia rasakan.
"Dingin banget ya Dit" ucap Kirana sambil menggesek-gesekkan kedua telapak tangan nya di dekat api.
"iya" jawab Radit singkat.
"Dit loe mau kopi gak ni, mumpung masih ada air panasnya nih" teriak Yandi yang sedang sibuk membuatkan beberapa minuman hangat buat teman-temannya.
"Boleh Yan"
"Gw juga mau dong teh manis anget Yan" ujar Kirana
Tak berapa lama minuman mereka pun jadi.
Radit terus saja memegang gelas kopinya agar tangannya terasa hangat.
Karena merasa di acuhkan Kirana pun akhirnya masuk kedalam tenda.
Didalam tenda ia langsung merebahkan diri disamping temannya yang bernama Kiki.
"Sudah banget sih deketin Radit"
"Ki ..loe udah tidur belum sih" ucap Kirana sambil menguncang-guncang lengan Kiki
"Ih tidurnya udah kaya kebo susah banget di banguninnya" gerutu Kirana kesal karena ia hanya berbicara sendiri.
Karena merasa bosan akhirnya Kirana pun keluar dari tenda dan ikut bergabung bersama teman-temannya yang sedang asik bernyanyi sambil di iringi gitar.
Saat sedang asik bernyanyi mata Kirana melihat kearah Kiki.
Ia pun merasa bingung dan heran karena seingatnya tadi Kiki sedang tidur dan sulit sekali untuk dibangunkan.
"Ki.. bukannya loe lagi tidur ya tadi" tanya Kirana heran.
"Gak, gw dari tadi di sini gabung sama anak-anak, gw belum masuk tenda dari tadi" ucap Kiki menjelaskan.
" Iya Na, dari tadi Kiki disini kok sama kita nyanyi bareng" timpal Yandi dan yang lain.
"Lah terus yang tadi tidur disebelah gw siapa dong" tanya Kirana yang tiba-tiba merasa merinding.
Kata takut akhirnya Kirana yang sudah sangat mengantuk terpaksa harus menahan rasa kantuknya.
Kirana pun mulai mendekati satu per satu teman Radit dan meminta ijin untuk ikut acara kemping bersama mereka liburan nanti.
__ADS_1