
πΊπΊπΊ Selamat Membaca πΊπΊπΊ
Nayla merasa bosan saat Anto sedang membicarakan sesuatu dengan temannya.
Beruntung ia mengajak Lilis dan Dedi hingga tingkat jenuhnya pun bisa berkurang.
Dan beruntungnya lagi tempat makan yang dipilih adalah rumah makan yang ada kolam pemancingannya dan pemandangannya pun lumayan bagus.
Saat Nayla sedang Asik berselfi ria dengan duduk manis diatas sebuah ayunan tiba-tiba saja ia merasa ada yang memeluknya dari belakang.
" Anto jangan kurang ajar dong, kan perjanjiannya kamu gak nyentuh aku" protes Nayla yang kesal karena Anto memeluknya dari belakang.
" Aku suka Nay kalo kamu marah-marah gitu, makin maniss" bisik Anto yang langsung mencium pipi Nayla.
Nayla langsung mendorong Anto sekuat tenaga, ia langsung berjongkok lalu nenyembunyikan wajahnya diantara lututnya sambil menangis.
Ia tak terima jika ada pria lain yang menyentuhnya kecuali Adit.
" Nay..Nayla aku minta maaf, aku gak bisa nahan kalo deket kamu, lagi juga itu kan cuma pipi" ucap Anto yang ikutan berjongkok
Nayla langsung mengangkat wajahnya dan menatap wajah Anto dengan penuh kebencian.
" Aku mau pulang " Naylapun langsung meninggalkan Anto dan berjalan menuju parkiran.
Karena tak memperhatikan jalan Naylapun menabrak seseorang dan ia pun terjatuh.
" Aaawwww..." Nayla meringis karena telapak tangannya terasa perih dan benar saja ada sedikit darah disana kerana terkena batu kerikil yang lumayan tajam.
" Aduhh teteh maaf ya..saya gak liat..." ucap pria yang Nayla tabrak.
" Eh..maaf mas harusnya kan saya yang ninta...m...." alangkah terkejutnya Nayla saat melihat siapa yang ia tabrak.
" Ibnu..loe ama siapa kesini" tanya Nayla sambil menyambut uluran tangan Ibnu yang membantunya berdiri.
" Maaf mbak Nay aku gak sengaja" ucap Ibnu yang senang karena bisa bertemu dengan mantan Lidernya dulu.
" Loe ama siapa Nu" tanya Nayla sambil membersihkan celananya yang kotor karena terjatuh tadi.
" Aku sama Mbak Dian dan Erni, kami lagi mau survey lokasi, mbak Nay sendiri ngapain disini" tanya Ibnu
" Aku nikah sama orang sini Nu" jawab Nayla tapi kini wajahnya berubah sendu.
" Lok kok gak ngundang sih mbak" tanya Ibnu
Tanpa mereka sadari Anto yang berdiri tak jauh dari tempat Nayla berdiri nampak marah melihat Nayla begitu akrab berbicara dengan lelaki yang tidak ia kenal.
" Nayla ayo pulang" titah Anto dengan nada kencang sambil menatap nyalang kearah mereka.
" Tar dulu To ak..." belum sempat Nayla melanjutkan kata-katanya Anto langsung menarik tangan Nayla kasar.
" Ehh..mass jangan maen tarik aja dong" Ibnu langsung menghadang Anto
" Kamu siapa? maen pegang aja" balas Anto tak terima
__ADS_1
" Nay..ini siapa? laki loe, tapi.." belum sempat Ibnu melanjutkan kata-katanya Nayla langsung memotong
" Bukan Nu ini temen gw" jawab Nayla sambil menatap kesal pada Anto.
" Haii...Nay...." teriak dua orang gadis dari arah toilet yang ternyata Erni dan Dian.
Nayla pun sangat bahagia karena bisa bertemu teman-temannya lagi.
Anto yang masih menggenggam tangan Nayla erat langsung melepaskannya saat melihat ada dua orang wanita yang menghampiri Nayla.
Merekapun berpelukan karena lama tak bertemu.
Saat Nayla masih kangen dengan sahabat-sahabatnya itu Anto menghampiri dan tanpa tahu malu langsung memperkenalkan diri
" Hallo saya Anto suaminya Nayla, kalian siapanya ya?" Nayla yang ingin protes langsung diremas tangannya oleh Anto hingga ia meringis merasakan sakit dan juga perih karena luka tadi waktu terjatuh.
Setelah berbasa basi sebentar akhirnya Anto pun berpamitan pada Kedua teman Nayla.
Anto menarik tangan Nayla dan membawanya kearah mobil mereka.
Anto sedikit menghempas tubuh Nayla hingga terbentur body mobil, Ia memegang bahu Nayla dan sedikit meremasnya hingga Naylapun meringis kesakitan.
Lilis yang melihat Nayla di sakiti oleh Anto ingin membantunya namun di cegah oleh Dedy karena takut akan menambah amarah Anto.
" Tapi kasian atuh Ded si teh Nay..." ucap Lilis
" Tapi kalo kamu kesana yang ada nanti Anto malah makin jadi Lis" ujar Dedi menjelaskan pada Lilis.
Sementara itu Nayla berusaha melepaskan tangan Anto dari bahunya.
" Aku gak suka Nay liat kamu deket sama cowo lain biarpun itu teman kamu" Anto semakin mendekatkan tubuhnya pada Nayla hingga kini tak ada jarak lagi.
" Ihh dasar gila, jangan kaya gini" Nayla berusaha mendorong tubuh Anto namun tidak bisa.
Anto yang emosinya sudah naik hingga ke kepala langsung mencium bibir Nayla tanpa permisi.
Lilis yang melihat pemandangan itu langsung marah ia tak terima kaka iparnya di lecehkan tanpa menghiraukan teriakan Dedi ia langsung berlari kearah Anto dan menarik tubuh pria itu dari belakang hingga dengan terpaksa ciuman itu pun berakhir.
Nayla hanya bisa menangis sambil memeluk Lilis, tubuhnya bergetar hebat karena takut.
Akhirnya merekapun pulang namun kini Nayla duduk dibangku tengah sambil memeluk Lilis.
Saat sudah sampai dirumah Nayla langsung turun dan tanpa berkata-kata lagi ia langsung lari kedalam rumah dan mengunci diri dikamarnya.
Nayla mengambil ponselnya lalu ia mengirimi Adit pesan " Aku gak mau disini, aku mau pulang Dit....π’π’π’" pesan pun terkirim.
Nayla menangis sejadi-jadinya di kamar ia terus menggosok bibir nya dengan kasar, ia marah, ia benci karena Anto sudah menciumnya.
Lilis yang merasa khawatir langsung membuka kamar Nayla dengan kunci cadangan.
Ia langsung menarik tangan Nayla saat kaka iparnya itu sedang menggosok bibirnya dengan kasar hingga kulit bibirnya terkelupas.
"Teh..jangan kaya gini Lilis mohon" Lilis ikut menangis saat melihat Nayla yang mulai hilang kendali.
__ADS_1
Beruntung Ayah dan Ibu Adit langsung masuk dan menahan tangan Nayla yang terus menggosok bibirnya.
" jangan kaya gitu Nay nanti makin luka" ujar Ibu Adit yang ikut menangis melihat kondisi menantunya.
Lilis yang sudah menceritakan kejadian tadi pada orang tuanya akhirnya ikut bicara
" Teteh sekarang maunya gimana kita sih terserah aja sama teteh" ujar Lilis yang sedihh melihat Nayla.
Naylapun akhirnya mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke kotanya.
Akhirnya dengan ijin dari keluarga Adit Naylapun kembali ke kota " B" dengan diantar Lilis merekapun pagi-pagi sekali menuju pull bus yang akan membawa Nayla kembali ke kota yang sudah lama ia rindukan.
Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam akhirnya Naylapun tiba dirumahnya yang langsung di sambut manis oleh mpok yang memang tinggal dirumahnya.
Malamnya Adit mengirimi Nayla pesan kalau saat ini ia sudah tidak menjadi Offshore (sebutan untuk pekerja di tengah laut) melainkan hanya di kilang minyak pesisir saja, itu artinya ia akan selalu bisa berhubungan dengan Nayla melalui ponselnya.
Ada rasa takut di hati Nayla ketika ingin jujur pada suaminya kalau saat ini ia ada di kota " B" bukan dirumah orang tua Adit.
Namun bagaimanapun ia ingin jujur walaupun nantinya Adit akan marah.
Akhirnya ia pun memberitahukan Adit soal kepulangannya ke kota " B".
Benar saja Adit langsung melakukan panggilan melalui Vidio call.
Sebelum menggeser tanda hijau di ponselnya Nayla menarik nafas dalam-dalam bersiap menerima apa pun resiko dari tindakannya yang telah berani pulang kerumahnya tanpa ijin suaminya.
" Hallo ..."sapa Nayla sambil memasang senyum manis dan menatap pada layar ponselnya yang terdapat sosok Adit dengan wajah yang sulit dibaca.
" Hallo Sayang...itu bibir kamu kenapa? kok sampe begitu?" tanya Adit yang langsung marah melihat luka Nayla
" Emm ... ini.. ini..." mata Nayla nampak berkaca-kaca saat akan menceritakan kejadian yang menimpanya kemarin.
" ohh..ini ..kemarin aku jatoh trus bibir aku kena ubin" dusta Nayla.
Adit tidak percaya begitu saja dengan yang di ucapkan oleh istrinya.
Setelah puas melepas rindu dengan Nayla akhirnya Aditpun menyudahi telponnya.
Karena penasaran dengan luka di bibir Nayla Aditpun langsung menelpon Lilis dan meninta penjelasan.
Adit nampak menahan emosinya, ia sangat marah begitu tau kalau Anto telah lancang mencium paksa Istrinya.
Ingin rasanya ia segera kembali dan menjaga istrinya namun ia sudah terlanjut menandatangani kontrak kerja.
" Kamu yang sabar sayang, aku pasti cepat kembali dan saat itu tiba aku akan selalu jagain kamu" Adit berbicara sendiri sambil menatap jauh ketengah lautan lepas sambil berharap agar pujaan hatinya selalu baik-baik saja.
**Hallo aku udah up ni
Terima kasihh buat semua dukungannya
Jangan lupa tetap kasih dukungan buat author ya biar akunya tambah semangat.πππ
Salam Maniss
__ADS_1
Amellajj/author**