
Haii para reader mohon maaf jika masih banyak typo yang bertebaran jangan lupa tinggalkan jejak ya buat Author dengan cara
like,rate,vote dan juga kritsarnya
Happy Reading
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Begitu senangnya kami saat tiba di parkiran tanpa menunggu lagi kamipun segera melanjutkan perjalanan menuju kawah Ratu mengikuti jalan aspal yang sangat mulus.
Hari mulai senja saat kami tiba dikawah Ratu kami memutuskan untuk mendirikan tenda disana. Kebetulan suasana malam itu cukup ramai dan ada banyak pendaki yang menghabiskan malam minggu disana.
Adit memesan bandrex untuk menghangatkan tubuhnya yang terasa dingin begitupun dengan Nayla mereka memang sengaja memisahkan diri sejenak dari teman-teman Nayla karena ingin menghabiskan waktu berdua.
Mata Nayla tertuju pada seorang anak perempuan yang nampak sedang bingung
"haii dek kamu sendirian?"sapa Nayla ramah sambil berjongkok mensejajarkan diri dengan anak wanita itu.
Adit yang melihat Nayla berbicara sendiri yakin kalau saat ini ia sedang berbicara dengan mahluk astral tanpa ia sadari.
Adit hanya memperhatikannya,namun ia segera berdiri saat melihat Nayla hendak pergi dengan tangan seperti sedang menggenggam tangan seseorang.
"kamu mau kemana Nay"cegah Adit sambil menahan tangan Nayla yang satunya lagi
"aku mau nganterin anak ini cari orang tuanya"jelas Nayla
__ADS_1
Adit hanya mengerutkan dahinya
"gak usah Nay,dia bukan manusia"jelas Adit
Nayla yangendengar ucapan Adit tak percaya lalu ia menengok kearah tangan yang tadi menggenggam tangan anak itu alangkah terkejutnya ia melihat anak itu sudah tidak ada.
"Makanya Nay jangan ngelamun"ucap Adit mengingatkan
"ayo balik ketenda aja bareng teman-teman kamu"ajak Adit lalu menuju tenda mereka yang berada tak jauh dari warung tempat mereka tadi berada.
"wihhh udah balik ni yang abis pacaran"ledek Badre sambil membakar jagung yang ia beli tadi
"siapa yang pacaran,orang abis jalan-jalan doang"protes Nayla sambil mengambil jagung yang sudah matang yang dipegang Badre.
"et dah itu punya gw Nay,bakar sendiri napa"
Nayla memperhatikan dahan pohon yang bergerak tak biasa,pohon itu bergerak lebih cepat dibanding dengan pohon yang lain.
Nayla sempat berpikir itu adalah **** hutan atau kera namun sesaat kemudian ia pun terkejut hingga terjungkal.
Adit,Badre,Dogol dan yang lain tertawa terbahak-bahak melihat Nayla yang menjengkang kebelakang mereka berpikir kalau Nayla sedang tertidur sambil duduk makanya ia terjungkal kebelakang saat kaget.
Dalam penglihatan Nayla dipohon itu ada sosok anak kecil yang dijumpainya tadi,anak itu sedang bermain ayunan disalah satu ranting pohon itu.
Anak itu melambaikan tangannya memanggil Nayla.
__ADS_1
Wajah Nayla nampak pucat dan Adit pun menyadari hal itu dengan cepat Adit mengingatkan Nayla untuk istigfar.
Ia pun membantu Nayla entah apa yang dibacanya Nayla tak tahu.
Nayla merasakan badannya dingin namun bukan karena cuaca,ia merasakan hawa yang berbeda entah kenapa.
"kaka ayo main" ajak sosok anak kecil itu dari pohon yang sedang dimainkannya
"enggak....aku gak mau main sama kamu"tolak Nayla sambil memegang tangan Adit erat.
Ali yang kebetulan juga sedikit bisa mengobati membantu Adit,ia takut hal kemarin kembali terjadi.
Bandre dan yang lain yang tadinya tertawa mendadak langsung diam mereka ikut membantu dengan membaca baca'an apa saja yang mereka hafal.
"kaka jahat gak mau temanin aku main"
"kaka jahat.....hik...hik...."
hantu kecil itu menangis suaranya terdengar begitu menyanyat hingga membuat bulu kuduk siapa saja yang mendengarnya berdiri.
"aaaaa--' teriak Nayla kencang lalu sesudah itu ia kehilangan kesadaran.
Adit langsung mengangkat tubuh Nayla dan memasukannya kedalam sleeping bag agar tubuh Nayla tidak kedinginan.
Saat ini yang ia takutkan adalah Nayla terserang hypotermia karena memang cuaca begitu dingin ditambah lagi dengan Nayla yang dalam keadaan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Beberapa orang membuat api unggun lalu Adit memdekap tubuh Nayla dengan posisi berada dekat dengan api agar lebih hangat.
Malam itu mereka lalui penuh dengan ketegangan sambil berhatap agar Nayla cepat bisa siuman.