
Haii para Reader author mohon maaf jika masih banyak typo yang bertebaran
jangan lupa like,rate,kritsar dan votenya autor tunggu
Happy Reading
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Suara azan subuh terdengar sayup-sayup karena memang posisi Masjid yang berada jauh dari kediaman pak Dirman.
Nayla mengerjapkan matanya dan perlahan membukanya sedikit-demi sedikit.
Ia pun melihat kebawah tempat tidurnya dan melihat Adit yang masih terlelap.
Karena ketakutan semalam Adit tidur dikamar Nayla namun ia tidur dilantai beralaskan karpet.
Perlahan Nayla menurunkan kakinya dan memakai sendal jepit yang sudah tersedia lalu menuju kamar mandi yang terletak dibelakang.
Nayla membasuh wajahnya dengan air dan seketika itu juga wajahnya terasa kaku karena air yang bersentuhan langsung dengan kulit wajahnya seperti air es begitu terasa dingin hingga menusuk ketulang.
"ihhhh dingin"ucap Nayla sambil membalikan badannya ingin keluar dari kamar mandi
"ahhhhhh"
teriak Nayla kencang saat membuka pintu ternyata ada sosok wanita berambut panjang yang sedang berdiri dengan wajah yang tertutup rambut.
Jantung Nayla berpacu sangat kencang tak berpikir panjang Nayla langsung menutup kembali pintu yang sudah dibukanya dengan kencang hingga menimbulkan suara dentuman yang sangat keras.
__ADS_1
Dikamar Adit yang masih terlelap langsung terbangun begitu mendengat suara teriakan Nayla di iringi suara dentuman yang sangat keras.
Ia pun langsung bangun dan memcari asal suara sambil memanggil nama Nayla
"Adit.....aku dikamar mandi"teriak Nayla dari balik pintu kamar mandi
tak lama kemudian terdengar suara ketukan dipintu kamar mandi di iringi suara yang tak asing lagi buat Nayla
tok.....tok....
"Nayla...."
"buka pintunya"
Nayla membuka pintu dengan perlahan dan begitu melihat wajah Adit ia pun langsung membuka puntu lebar-lebar dan langsung memeluk Adit.
"ada apa Nay?"tanya Adit lembut
"oh...ya sudah,sekarang kamu mau ngapain aku tungguin"
"aku mau ambil wudhu Dit,tunggu situ ya" Nayla pun mengisi ember bekas cat yang sudah dilubangi bawahnya untuk berwudhu.
Setelah sarapan mereka pun bersiap menuju makam Yani yang terletak dikota "C" dekat pool bus jemputan Nayla.
Setelah semua siap Pak Dirman pun menitipkan istrinya yang sakit pada bu Dedeh tetangga sekaligus masih saudara dengannya.
Nayla sudah duduk manis dijok belakng motor Adit sedangkan Pak Dirman berboncengan dengan Asep keponakannya.
__ADS_1
"Dit...Dit itu ada Yani"ucap Nayla sambil menunjuk kearah sebuah pohon yang cukup rindang.
"lagi ngapain?" tanya Adit pura-pura tidak tahu padahal Aditpun dapat melihat sosok Yani yang kini sedang memperhatikan mereka dari bawah sebuah pohon dengan raut wajah sedih.
"Pak ...pak itu ada Yani" ucapan Nayla sontak membuat pak Dirman dan Asep nampak bingung.
Nayla yang baru tersadar jika kedua orang itu tidak dapat melihat Yani langsung menutup mulutnya "maaf" kata itu lah yang keluar seolah menyesal.
Kedua motor itupun melaju menjauh meninggalkan rumah pak Dirman menuju po bus "H".
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam akhirnya mereka pun tiba dan langsung menuju makam tanpa nama yang terletak dibagian belakang pemakaman.
Wajah pak Dirman nampak begitu sedih setelah hilang bertahun-tahun akhirnyabia dapat menemukan putrinya yang hilang walaupun dalam bentuk berbeda.
Pak Dirmanpun langsung tersungkur menangis dipusara yang diyakini bernama Yani hanya sebongkah batu besar sebagai tanda bagian kepala yang terdapat disana
Nampak wajahnya mendadak pucat dan tak lama kemudian ia tak sadarkan diri.
Rasa sedih yang mendalam membuat jiwa Pak Dirman sedikit terguncang menerima kenyataan bahwa putrinya telah tiada.
Adit membawa tubuh Pak Dirman kesebuah klinik yang berada tak jauh dari pemakaman.
Setelah Pak Dirman siuman dan merasa lebih baik akhirnya Adit dan Nayla pamit pulang karena misinya dirasa sudah selesai.
Saat Nayla hendak keluar dari ruang perawatan Pak Dirman ia melihat sosok Yani berdiri tak jauh dari Pak Dirman dengan air mata yang membasahi pipinya.
Kali ini wujud Yani yang Nayla lihat tidak semenyeramkan saat pertama kali melihatnya kini ia menampakan diri dengan wajah yang utuh dan bersih walaupun sangat pucat.
__ADS_1
"Terima kasih Nayla" kata-kata itu yang Nayla dengar sebelum sosok Yani yang ia lihat mulai sedikit memudar dan akhirnya hilang tak terlihat lagi.
"sama-sama semoga sekarang kamu sudah tenang dialam sana Yani dan semua amal ibadah kamu diterima disisi Allah aamiin" ucap Nayla lalu mengusap wajah dengan kedua tanganya lalu mengajak Adit keluar dan kembali kekontrakannya.