TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 246


__ADS_3

Selamat Membaca


Adit benar-benar dibuat pusing oleh sikap aneh Nayla beberapa hari belakangan ini hingga akhirnya kepulangannya pun harus ditunda.


Sore itu mereka sedang menikmati kebersamaan diteras depan rumah.


Nayla asik bermain air, ia menyerok ikan-ikan kecil dengan menggunakan saringan dan mengumpulkannya pada baskom kecil.


Ayah dan Ibu Adit hanya melihat dari jauh tingkah menantu mereka yang seperti anak kecil.


Saat Nayla sedang asik bermain dengan ikan tiba-tiba saja ia mencium wangi kembang tujuh rupa.


"Adit kok wangi kembang sih disini" Nayla bertanya pada Adit yang berada tak jauh dari tempat nya.


" Kan kamu deket sama pot-pot bunga yang jadi wajarlah kalo wangi bunga"


"Bukan wangi kembang ini Dit, tapi wangi kembang orang mati" celetuk Nayla


"ya udah yang kalo gitu kamu udahan main airnya" Adit langsung mengulurkan tangannya agar Nayla segera naik.


Naylapun meraih tangan Adit dan dengan sengaja menariknya kencang hingga Aditpun tercebut.


Ha..ha...


tawa Nayla terdengar begitu lepas tanpa beban.


"Aku tuh dah mandi Nay.... bi coba cium " Adit mengarahkan ketiaknya pada Nayla.


"Ihh apa sihh bau tau" Nayla menghindar sambil menutup hidungnya.


Tinggi Nayla yang hanya sebatas bahu Adit membuat Adit dengan sangat mudah memasukan wajah Nayla disela-sela ketiaknya.


"Ahh..Aditt janggan kaya gini tar aku muntah gimana" Nayla mendorong dada Adit.


Saat lepas dari cengkraman Adit Nayla langsung naik keatas dan menjauh dari Adit yang sudah ikutan basah.


"Nay.."


"Adit..."


"Udah cepat sana ganti baju, nanti kalian masuk angin" teriak ayah Adit.


Adit langsung menarik Nayla kesamping rumah.


Mereka masuk melalui pintu samping yang bersebelahan dengan kamar mandi.


Adit mengambil semua keperluan mandi Nayla dan dirinya.


Setelah selesai bersih-bersih Lilis membuatkan susu coklat hangat untuk Nayla.


"Apa itu Lis?" tanya Nayla ketika melihat Lilis membawa nampan berisi gelas.


"Susu coklat teh"jawab Lilis sambil meletakan nampan yang ia bawa di atas meja.


"Sayang sini minum dulu susunya biar badan kamu hangat"


Nayla langsung menghampiri Adit dan duduk di samping Adit.


Adit memberikan gelas yang berisi susu coklat untuk Nayla.


Uueekkk


Tiba-tiba saja perut Nayla langsung merasa mual ketika mencium aroma susu coklat.

__ADS_1


Ia langsung berlari menuju kamar mandi, Aditpun langsung menyusul Nayla.


"Kamu kenapa yang?" tanya Adit sambil mengelus-elus belakang leher Nayla.


"Perut aku mual Dit nyium bau susu coklat itu" jawab Nayla sambil membersihkan mulutnya dengan air.


"Ya udah gak usah diminum, kamu mau minum apa?" tanya Adit


"Aku mau kopi item pait"


Adit mengerutkan dahinya bingung " Kamu gak salah kan yang?" tanya Adit menyakinkan


"Gak"


"Emang salah ya kalo aku mau kopi item" tanya Nayla dengan wajah sedih


"Gak salah yang, aku cuma bingung aja, kamu kan suka banget sama semua yang berbau coklat" Adit menatap sekilas Nayla yang sedang memperhatikan Lilis yang membuat kopi hitam yang Nayla pinta.


Begitu Lilis meletakan gelas yang berisi kopi di atas meja air liur Nayla seperti ingin jatuh.


"Ishh jorok ya kamu yang" Adit menyeka air liur disudut bibir Nayla


Nayla langsung menepis tangan Adit "Apa'an sih Dit gak lucu tau"


Adit hanya tertawa melihat Nayla yang cemberut.


Dengan sangat hati-hati Nayla menuang kopi pada piring kecil agar cepat dingin.


Setelah dirasa kucup hangat Nayla langsung menyeruputnya


Ssstttttt


"Ahh enak bangett..., mau gak Dit" Nayla melirik Adit Adit yang dari tadi memperhatikannya.


"Gak buat kamu aja yang" Adit tersenyum lalu mengelus lembut rambut Nayla.


Dahi Nayla sedikit mengkerut, ia menajankan penglihatannya.


"Itu siapa sih Dit, koj siputih ada dua ya" guman Nayla pelan namun masih dapat didengar oleh Adit.


"Kamu liat apa sih sayang" Adit yang bingung mencoba mengikuti arah pandangan Nayla.


"Cewe itu kaya Ina deh"


Nayla coba mengingat wajah Ina.


"Kamu tuh kenapa sih yang" tanya Adit penasaran


"Itu loh Dit ada cewe selain si cantik tapi kok mukanya kaya Ina ya" tanya Nayla bingung


"Jangan asal ngomong Nay, Ina itu masih ada" Sahut Adit.


"Iya tau.." jawab Nayla sambil cemberut.


Adit yang melihat perubahan di wajah Nayla langsung membujuk Nayla.


"Nay jangan cemburu kaya gitu dong, aku kan cuma bilang ..."


"Iya aku tau..." Nayla langsung masuk kedalan kamar.


Aditpun langsung menyusul Nayla


"Sayang jangan tersinggung, aku minta maaf" ucap Adit

__ADS_1


" Iya udah aku maafin, udah sana aku mau tidur"usir Nayla


"Nay masih magrib gak boleh tidur dulu" Adit mengingatkan


"Iya ..aku gak tidurr tapi kamu keluar sana,aku gak mau liat kamu" Usir Nayla sambil mendorong Adit keluar dari kamar.


Setelah Adit keluar Nayla langsung mengunci kamarnya lalu merebahkan dirinya.


"Sayang..." panggil Adit dari balik pintu


"Maafin aku yang, jangan marah dong"


Adit terus menggedor pintu hingga Naylapun kesal sendiri.


Ia pun langsung turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamar.


"Ihh berisik banget sih Dit.."begitu pintu kamar dibuka nampaklah wajah Nayla yang sedang kesal.


"Sayang maaf dong jangan marah" Adit terus membujuk Nayla agar tak lagi marah padanya.


"Ya udah kamu mau apa sebagai permintaan maaf aku sayang" bujuk Adit


Nayla tersenyum sambil menatap Adit.


"Ehh kok senyumnya gitu sih yang" Adit mulai curiga


"Perasaan aku kok gak enak ya" batin Adit sambil melihat kearah Nayla.


"Katanya kamu mau nurutin kemauan aku" Nayla kembali tersenyum sambil menatap Adit.


"Iya yang, tapi jangan minta yang aneh-aneh ya Nay"


"Aku pengen banget makan kecapi Dit" ucap Nayla sambil menarik air liurnya yang hendak jatuh


"Astaga Nay...kamu mau kecapai??" ulang Adit seakan tak percaya


"iya" Nayla tersenyum


"Aku mau yang masih ada tangkainya ya sama daunnya satu" pinta Nayla


"Sayang disini gak ada kecapi, nanti ya kalo udah di jakarta aku beli' in" ucap Adit dengan sangat hati-hati


"Ha...ha..aku maunya sekarang" Tiba-tiba Nayla menangis kencang


Ssstttt


"Iya ...besok aku cariin tapi kamu jangan nangis lagi dong yang" Adit langsung membungkam mulut Nayla dengan tangannya


" Ihhh lepas dong .." Nayla melepaskan tangan Adit dari mulutnya


"Tangan kamu bau tau.." Nayla semakin kesal


Adit langsung mencium tangannya


uueekkk


"Iya bau yang, maaf ya" Aditpun tersenyum lalu ia menuju kamar mandi untuk mencuci tangannya.


Hallo semua maaf aku baru up


Maaf juga masih banyk typo


Jangan lupa kasih author Like dan Vote ya biar author makin semangat.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/author


__ADS_2