TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 223


__ADS_3

🌹🌹🌹Selamat Membaca🌹🌹🌹


Setelah Nayla ditemukan sifatnyapun sedikit berubah, kadang ia seperti anak kecil kadang makanpun masih berantakan hingga Adit pun harus lebih sabar menghadapi Nayla.


A'Iwan pun sudah sudah dikabarkan tentang kondisi Nayla dan ia pun bisa membantu walau dari jarak jauh.


"Ka ...itu siapa sihh kok mukanya jelek amat" ujar Nayla sambil menunjuk ke arah dua sosok teman ghaib Adit.


"Mana?"


"Itu loh ka.." tunjuk Nayla kearah salah satu tembok


"Gak usah diliatin Yang kalo kamu takut sihh" Adit mengalihkan pandangan Nayla agar tak melihat dua sosok temannya.


"Bukan gitu ka, kemaren waktu aku disana mereka cantik tuh, gak berantakan gitu rambutnya" ujar Nayla yang kini tak merasa takut melihat dua sosok temannya.


"Kamu gak takut mangnya??" tanya Adit


"ha..ha ngapain takut kan dia temen kamu ka" jawab Nayla lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Adit.


" Ka..emang beneran ya kita udah nikah?" tanya Nayla sambil memperhatikan wajah Adit.


"Kenapa mangnya yang? kan kamu sendiri udah liat tuh foto waktu kita nikah" jawab Adit yang langsung menangkap jari Nayla yang tak bisa diam.


"Yang aku liat ya ka..kalo orang udah nikah tuh ada anaknya, trus anak kita mana?" tanya Nayla dengan polosnya.


"Kamu mau kita bikin anak sekarang?" tanya Adit antusias


"Ya udah ayo kita bikin ka, bahannya apa aja?"


Adit seakan tak percaya dengan apa yang Nayla ucapkan.


"Bahan? gak pake bahan yang kita langsung praktek aja yuk" Adit langsung merebahkan tubuh Nayla


"Ka..kaka kok malah begini, ayo kedapur kita bikin anaknya" Nayla mendorong tubuh Adit


"Kalo bikin anak bukan di dapur sayang, tapi di kasur" bisik Adit yang begitu geregetan dengan Nayla


" Lah...ka..." Adit langsung mencium Nayla lalu menyatukan jari-jarinya dengan jari Nayla.


"masa aku harus ngelakuinnya saat kamu seperti ini sihh Nay??" batin Adit


Aditpun langsung menggulingkan tubuhnya kesamping.


" Udah malem Nay, ayo kita tidur, besok kita jalan-jalan ke sawah mau gak"


Nayla hanya tersenyum sambil mengangguk


"Ka..kaka kenapa suka banget sihh cium bibir aku?" tanya Nayla


" Karena aku sayang banget sama kamu Nay" jawab Adit sambil mengelus bibir Nayla yang sedikit memerah.


" Oh..berarti kalo sayang sama orang harus di cium bibirnya gitu" tanya Nayla lagi


" Ehh..bukan gitu Nay, kamu gak boleh asal cium orang, kamu hanya boleh cium aku aja" ralat Adit yang lupa jika saat ini Nayla pemikirannya begitu polos seperti anak kecil dan itu berarti dia tak boleh salah berbicara.


Haripun berganti pagi,setelah mandi Nayla langsung masuk kekamar, dengan tanpa rasa canggung ia melepaskan handuk mandinya.


Adit yang sedang berbaring nampak menatap penuh rasa yang bercampur aduk, ingin rasanya saat ini juga langsung mensetubuhi istrinya apa lagi Adit juniornya sudah sedikit menegang melihat pemandangan didepannya.

__ADS_1


Nayla yang kini hanya memakai dalaman saja nampak bingung memilih baju mana yang akan ia pakai.


" Kaka..aku pake baju mana" teriak Nayla dengan nada manja.


"ya ampun Nay...jangan sampe aku ilang kendali sayang, walaupun aku ingin tapi aku gak bisa ngelakuinnya saat kamu seperti ini" batin Adit.


Dengan sedikit terpaksa ia pun bangkit lalu mendekati Nayla.


Aditpun mengambil asal kaos dan celana pendek yang akan dikenakan Nayla.


Saat begitu dekat dengan Nayla ia pun langsung memeluk erat istrinya itu.


"Nay...biarpun sifat kamu seperti anak kecil aku akan sabar menemani kamu Nay, aku selalu berdoa semoga semua kembali seperti semula sayang" ucap Adit sambil mengecup kepala Nayla dan tanpa terasa air matanya mengalir hingga mengenai bahu Nayla yang polos.


Nayla langsung melihat ke arah wajah suaminya begitu merasakan ada air yang menetes di bahunya.


" Kaka..kenapa kok nangis sihh??"


"Aku nakal ya trus bikin kaka kesal"


Adit hanya diam mendengar ucapan Nayla


"Nay janji deh sama kaka Nay gak akan nakal trus gak akan bikin Kaka nangis" ucap Nayla sambil mengusap air mata di pipi Adit dengan ibu jarinya.


"Kaka jangan marah ya..." lanjut Nayla


Adit hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla.


Cup...


Nayla naik keatas kasur lalu menundukan wajahnya dan mengecup sekilas bibir Adit.


"Nay..."


"Kan kata kaka kita boleh nyium orang yang kita sayang dan Nayla sayang kaka emmmuuahhh" ujar Nayla lalu kembali mencium bibir Adit.


" Udah cepet pake bajunya, kita jalan-jalan yuk"


Dengan perasaan senang Naylapun langsung memakai baju yang Adit ambil.


Adit langsung menyisir rambut Nayla lalu mengikatnya.


Setelah rapi merekapun berjalan-jalan sambil bergandengan tangan.


Saat melewati kontrakan anak buah Anto nampak mereka langsung menelpon bosnya untuk menyampaikan kabar tentang Nayla.


Anto langsung menaiki mobil yang disewanya menuju rumah kontarkan anak buahnya.


Senyum Anto mengembang saat melihat Nayla yang sedang asik sendirian sambil memainkan kakinya di sebuah saluran air dekat rumahnya.


" Hallo cantik..." sapa Anto saat melihat tak ada Adit di dekat Nayla


Nayla menatap pria didepannya dengan sedikit bingung.


"Kaka siapa? kok mukanya ditutup gitu, takut panas ya"


Awalnya Anto sedikit terkejut mendengar Nayla memanggilnya kaka, namun ia ingat kata-kata anak buahnya yang bilang jika saat ini gadis itu seperti hilang ingatan.


Adit yang baru saja keluar rumah sedikit terkejut saat melihat Nayla sedang berbicara dengan orang yang tak dikenal.

__ADS_1


Adit sedikit curiga soalnya pria itu memakai masker dan topi hingga ia tak dapat melihat dengan jelas wajah pria itu.


Anto yang melihat Adit berjalan kearahnya langsung pergi menjauh, ia tak ingin usahanya sia-sia.


"Sayang ayo pulang" Adit menarik tangan Nayla agar gadis itu berdiri.


"Tadi siapa Nay?" tanya Adit


"Aku juga gak tau ka, tiba-tiba orang itu disebelah aku trus ngajak ngobrol" jawab Nayla


" Lain kali kalo gak kenal trus diajak ngobrol jangan mau ya"


"Katanya kamu gak mau liat kaka nangis lagi" ucap Adit mencoba mengimbangi gaya bicara Nayla.


" Iya...kaka ganteng" jawab Nayla sambil mencubit pipi Adit.


Adit tertawa saat Nayla mencubit pipinya.


"Kaka..Nay cape" rengek Nayla


"Trus maunya gimana?" tanya Adit


"Gendong.." pinta Nayla


Adit pun tersenyum lalu ia berjongkok


"Kaka ngapain kaya gitu" tanya Nayla bingung


"Dihh katanya minta gendong, ayo naikk"


"Oh..iya lupa..." Naylapun langsung naik ke punggung Adit lalu mengalungkan tangannya di leher Adit.


" Pelan amat jalannya ka.." ejek Nayla dari atas punggung Adit.


" Maunya gimana?"tanya Adit..


" Lari dong ka..." pinta Nayla sambil tertawa


"Gak bisa sayang nanti jatoh"


"Ya...payah..kaka...letoyy" ejek Nayla lagi


"Dihh.. sembarangan ngatain letoyy..." jawab Adit tak terima dikatakan letoy oleh Nayla.


Cup...


Nayla mengecup pipi Adit dari samping


"Hadiahh buat kaka yang udah gendong aku" ucap Nayla malu-malu.


Aditpun tersenyum bahagia walaupun saat ini keada'an Nayla bisa dibilang masih tidak seperti biasanya namun ia senang karena Nayla bisa bersikap manis.


Udah dulu ya guy's up nya...


Maaf masih banyak Typo


jangan lupa tetep kasih dukungan buat authorr yang imut ini ya.


Salam Manis

__ADS_1


Amellajj/authorr


__ADS_2