TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 303


__ADS_3

Selamat Membaca


Malam itu Damra dan Ryan yang menemani Nayla di rumah sakit.


Sementara Aa ia harus pulang karena ada hal yang harus ia kerjakan.


Di kediaman Adit ia nampak begitu terpukul saat Dina bercerita mengenai kondisi Nayla.


"Kenapa dulu kamu harus bohong sama aku Adit, andai saja kamu jujur pasti gak akan kaya gini" Dina yang duduk di samping Adit nampak tak tahan lagi menahan air matanya.


Ia begitu merasa bersalah, andai saja dulu tak bertemu lagi dengan Adit, andai saja Dika tidak bercerita jika bertemu Adit dan berbohong kalau Adit masih sendiri pasti ia tak perlu merasa begitu bersalah pada Nayla karena secara tidak langsung ia menjadi orang ketiga.


"Aku mau ke sana Dina, anterin aku buat ketemu Nayla" pinta Adit


"Disana pasti ada Damra, dia pasti gak akan ijinin kita ketemu Nayla" jawab Dina


Karena Adit terus memaksa akhirnya Dina mau juga mengantar Adit kerumah sakit dimana Nayla dirawat.


Begitu tiba di rumahnya sakit mereka menanyakan ruang rawat Nayla dan resepsionis pun memberitahu jika Nayla dirawat dilantai 3.


Adit sedikit bingung saat sang resepsionis bilang Nayla diruagan Anyelir .


Setahunya ruangan Anyelir adalah ruang perawatan ibu hamil dan anak.


Ada banyak tanda tanya dalam benaknya, apakah Nayla sedang mengandung anaknya?


Dengan sedikit tergesa-gesa Adit ingin segera sampai diruagan perawatan Nayla ada hal yang sangat ingin ia tanyakan.


Saat Adit sudah sampai diruagan yang ia cari, ia sedikit ragu saat ia melihat ada Ryan yang sedang menemani Nayla yang terlihat sedang tertidur.


"Kenapa dia selalu ada disampingnya terus sih" gerutu Adit saat ia melihat dari kaca kecil yang ada dipintu.


"Kenapa gak masuk Dit?" tanya Dina saat melihat Adit yang berhenti.


Sementara itu didalam ruangan Ryan dengan setia menemani Nayla yang tertidur karena obat penenang yang diberikan oleh dokter.


**Flassback on


"Tidakkk aku gak mau Hamill"


"Tolong Yann, Ra aku gak mau hamill"


Ryan dan Damra berusaha menenangkan Nayla yang terus saja berteriak histeris saat Ryan memberitahu soal kehamilannya.


"Kasian anak aku nantinya dia lahir tanpa ayah Ra, tolong aku"


"Nayla...jangan bilang gitu, anak itu rezeki Nay kamu mau bunuh anak kamu sendiri" ucap Damra.


" Gakk mauuu"


" Tapi gimana nasib anak aku nanti, aku harus jawab apa kalo dia besar dan bertanya soal ayahnya Ra" ucap Nayla sambil menangis.


Nayla terus saja berteriak histeris masih tak terima jika kini dirinya telah mengandung anak Adit.

__ADS_1


Akhirnya Damrapun memanggil suster dan setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan akhirnya Naylapun diberi obat penenang hingga akhirnya ia pun tertidur.


Flassback off**.


"Nay andai kamu bisa nerima aku, aku mau jadi ayah dari anak yang kamu kandungan, aku ikhlas menerima kamu apa adanya Nay asal kamu mau kasih aku kesempatan" ucap Ryan sambil memandangi wajah Nayla dan mengelus lembut pipinya.


Adit yang melihat adegan itu merasa terbakar emosinya, ia pun langsung masuk.


"Ryan..." tegurr Adit dengan nada sedikit kencang.


Ryanpun langsung menoleh dan berdiri begitu melihat kehadiran Adit.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Ryan tak kalah ketusnya.


"Aku mau liat Nayla, apa dia lagi hamil anak aku Yan?" tanya Adit sambil berusaha mendekati Nayla namun Ryan dengan sigap tak mengijinkan Adit untuk dekat dengan Nayla.


Karena Adit terus memaksa akhirnya Ryan mengijinkan Adit untuk duduk didekat Nayla namun dengan syarat tak boleh menyentuhnya.


Awalnya Adit keberatan namun akhirnya ia pun setuju.


Setelah bercerai dengan Nayla ini lah pertama kalinya ia bisa dekat lagi dengan Nayla.


Ingin rasanya Adit mengelus wajah Nayla yang terlihat pucat namun tetap cantik.


" Maafin aku sayang, aku emang bodoh, aku nyesel Nay, aku berharap kamu mau rujuk lagi sama aku demi anak kita" ucap Adit pelan namun Ryan masih dapat mendengar apa yang Adit ucapkan.


Dina yang melihat Adit seperti itu merasa begitu bersalah ternyata Adit masih sangat mencintai Nayla.


Malam semakin larut dengan langkah gontai Aditpun terpaksa meninggalkan ruangan perawatan Nayla karena beberapa kali scurity menegurnya.


Entah itu suatu pertanda atau apa Nayla langsung terbangun dari tidurnya dan berusaha duduk.


Ia termenung dan mencoba berpikir tentang mimpinya tadi.


Perlahan ia mulai sadar jika ia harus ikhlas menerima kehadiran calon anaknya yang kini ada dalam rahimnya.


Nayla mengelus pelan perutnya yang masih rata " maafin ibu ya nak, ibu janji akan membesarkan kamu dengan baik Walaupun tanpa ayahmu" ucap Nayla yang tiba-tiba kembali sedih.


Nayla berusaha kembali memejamkan matanya namun terasa sulit, ia merasa ada yang sedang memperhatikannya namun apa dan siapa ia masih belum tau.


Ia melihat Ryan yang tertidur di lantai dan hanya beralaskan karpet bulu yang entah punya siapa.


Bukannya tak merasa jika Ryan menaruh hati padanya namun ia takut untuk kembali memulai hubungan dengan seorang pria.


Ryan yang mendengar seperti ada yang menangis langsung terbangun dan melihat kearah Nayla.


"Kamu kenapa Nay?" tanya Ryan dengan suara parau.


"Gak apa-apa Yan, maaf jadi nyusahin kamu" ucap Nayla pelan sambil menunduk.


Ryanpun langsung berdiri lalu duduk disisi ranjang Nayla.


"Apa yang kamu rasain Nay, apa ada yang sakit" tanya Ryan sambil memegang dahi Nayla.

__ADS_1


"Ih apa-apa'an sih Yan, aku gak apa-apa, kira-kira besok aku boleh pulang apa gak ya" tanya Nyala.


"Emang kamu udah enakan Nay?" tanya Ryan.


" Udah Yan, dan aku juga udah bisa nerima kalau aku hamil anak Adit" ucap Nayla pelan sambil menunduk.


Ryan yang sedari tadi merasakan detak jantungnya berdetak sangat kencang saat berada didekat Nayla berusaha mengendalikan dirinya .


Ia pun mengambil ponselnya


"Matahari mungkin tak menyinari cerita masa lalumu


Bolehkan aku yang menyinarinya saat ini???


Aku tau....


Engkau sangat lelah setelah berlari jauh


tapi yakinlah ...


Selalu ada tempat untukmu berteduh


Selalu ada tempat untukmu berlabuh


Selalu ada tempat untukmu menetap


Yaitu aku...Ryan"


Sebuah pesan panjang telah terkirim ke ponsel Nayla.


Nayla yang mendengar ponselnya berbunyi langsung mengambil hp nya yang berada di atas meja kecil dan sebuah pesan dari Ryanpun ia baca.


Dada nya tiba-tiba bergetar saat tanpa sengaja matanya dan mata Ryan saling beradu pandang.


Mereka saling tatap beberapa detik lamanya hingga tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka mereka pun langsung melihat kearah pintu.


Nayla mengerutkan dahinya saat melihat pintu masih tertutup rapat begitupun dengan Ryan.


"Kok pintunya gak kebuka ya Yan" tanya Nyala


"Mungkin pintu kamar sebelah Nay yang dibuka" jawab Ryan.


Naylapun mengangguk walaupun ia yakin suara itu bukan dari kamar sebelah maleinkan dari kamarnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 dinihari, Ryan sudah kembali tertidur pulas sedangkan Nayla masih tak bisa tidur, ia pun meraih ponselnya dan membuka apk Al Qur'an digital dengan suara pelan ia pun mulai mengaji, baru beberapa menit ia mengaji tiba-tiba saja ia merasakan kantuk yang sangat luar biasa hingga tak butuh waktu lama iapun kembali tertidur dengan ponselnya yang masih melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.


**Hallo semua aku up lagi tapi maaf ya masih sedikit.


Terima kasih buat para reader yang masih setia menunggu upnya Adit dan Nayla.


Jangan lupa untuk selalu kasih dukungannya buat author dengan cara Like,rate dan komennya kalau mau kasih hadiah atau vote buat author juga boleh kok.


Salam Manis

__ADS_1


Amelajj/authorr**


__ADS_2