TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 11


__ADS_3

Aku tak tahu kenapa sejak kejadian Ria yang kesurupan hampir setiap malam ada saja hal-hal aneh yang membuat aku semakin takut.


Aku pun menghubungi a'iwan dan akhirnya kami sepakat hari sabtu ini aku akan kerumahnya.


Ditemani oleh mama aku pun tiba dirumah a'iwan aku pun menceritakan semua kejadian yang aku alami sejak temanku kesurupan lalu suara orang yang berjalan seperti diseret,lalu ada yang menimpuk kaca kamarku belum lagi dikontarakan yang pintu kulkas terbuka sendiri dan kardus mie instan yang berpindah tempat semuanya aku ceritakan tanpa ada yang terlewat.


A'Iwan hanya tersenyum mendengarkan ceritaku


"hello ...kok cuma senyum doang a, ini gimana? Nay gak mau kaya gini terus a " ucapku pada a'iwan


"ya ampun a jangan senyum melulu dong bisa ambyar hati eneng kalo begini" batinku saat melihat senyum si aa


"Nay...kalo yang begituan jangan di pelihara jelek itu sih" ucap a'Iwan


"idih...siapa yang melihara a, orang Nay aja takut " protesku tak terima


"nah itu Nay, kalo Nay ngomongin hal itu lagi sama aja ama Nay manggil dia"jelas a'iwan


"iya deh a Nay janji abis ini gak bakal ngomongin hal-hal itu lagi" ucapku sambil mengangkat kedua jariku yang jari telunjuk dan jari tengah hingga membentuk huruf V


"sini Nay deketan dikit sama aa" pintanya

__ADS_1


tanpa rasa ragu aku pun mendekat dan entah apa yang si aa lakukan nampak mulutnya melafalkan sesuatu namun aku tidak mengerti yang aku tahu setelah ia membaca mungkin mantra ia mengusap wajahku dan seketika itu juga wajahku terasa sejuk


"sudah aa tutup lagi indra ke 6 Nay,kemaren itu kebuka sendiri makanya Nay bisa liat yang begitu" jelas a'iwan sambil meneguk kopi hitam yang mungkin sudah dingin


"a kenapa ya setiap kali Nay masuk kerumah aa kok hawanya beda ya" tanyaku


sebenarnya sudah lama aku ingin menayakan hal ini pada a'Iwan namun aku takut ia akan tersinggung namun kali ini aku memberanikan diri untuk bertanya agar rasa penasaranku terjawab


lagi-lagi ia tersenyum manis dan lagi-lagi juga dadaku berdebar-debar aku pun tak mengerti ada apa dengan jantungku padahal hasil medical cek-up kemarin semua hasil kesehatan ku ok tidak ada masalah tapi ini apa???


"hei...ngelamunin apa?mikirin aa ya" sontak ucapan aa membuatku malu


"bisa-bisa kena penyakit gula aku kalau begini terus" batinku


"udah jangan begitu ngeliatinnya tar gak bisa tidur loh inget muka aa terus" goda a'Iwan semakin jadi


aku tak tahu semerah apa mukaku saat ini, mama yang mendengar gurauanku dengan a'iwan hanya tersenyum


"a..Nay denger dari mama kalau a'iwan itu idolanya ibu-ibu ya" gantian aku yang menggoda a'iwan


lagi-lagi si aa mengumbar senyum manisnya

__ADS_1


"Nay...kalo orang suka sama kita ya terima aja tapi sewajarnya aja,lagi juga suka sama orang itu normal" jelasnya


"he...he a kalo masih sama-sama singel mah gak masalah tapi kalo sama-sama udah doubel itu baru masalah ya kannnnnn" ucapku


"Nay cemburu ya...." tiba-tiba si aa menggodaku


"ish...gak lah a"sangkalku sambil mengibaskan tanganku


a'iwan hanya tersenyum melihatku salah tingkah


"gimana Nay kapan kita ke kota "G" siapa tau pulang dari sana Nay dapet jodoh" tiba-tiba a'iwan kembali menanyakan hal yang hampir mama dan aku lupakan


"kapan ya...Nay juga gak tahu a"ucapku sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal


"Nay gak bisa bohong sama aa"ucap a'iwan mengingatkanku


aku pun hanya tersenyum, aku lupa kalau a'iwan bisa tau apa yang aku pikirkan


"ya udah deh a aku usahain sabtu ini bisa" jawabku dengan terpaksa


dan a'iwanpun hanya tersenyum puas dengan jawabanku yang akhirnya menyetujui ke kota "G" akhir pekan ini

__ADS_1


__ADS_2