
🌻🌻🌻 Selamat Membaca 🌻🌻🌻
Adit memperhatikan Nayla yang sedang asik menikmati makanannya.
"Berapa hari gak makan mbak?" goda Adit pada gadis itu.
Nayla tak menjawab pertanyaan Adit,ia asik menggigit sosis bakar jumbo yang pedas.
Adit menyeka sisa bumbu yang ada disudut bibir Nayla dengan tissue
"Makan aja masih belepotan Nay"ejeknya lagi sambil tersenyum
"Bodo"sahut Nayla ketus
Adit hanya tersenyum melihat gadis itu tanpa malu-malu menghabiskan semua makanan yg tadi dipesannya.
"Ahhh...kenyang nya.."ucap Nayla sambil nengelus perutnya yang terasa penuh.
"Dit anterin aku pulang yuk..."ajak Nayla dengan polosnya
"Enak aja udah kenyang langsung minta pulang"
"Aku kan udah lama disini Dit"
"Aku masih kangen Nay,masih pengen berdua'an ama kamu" jawab Adit jujur yang memang enggan untuk berpisah dengan gadis itu.
"Idihhh kamu kan udah berhari-hari bareng aku"
"Makanya Nay aku tuh gak bisa jauh dari kamu,kita nikah aja yuk besok"
Nayla langsung melotot mendengar ucapan Adit.
"Kenapa?emang salah kalau aku ngajakin nikah, pake melotot lagi, tuh mata apa telor ceplok, gede amat kalo lagi melotot" ucap Adit sambil nyengir
"Ihh jangan ngajakin aku nikah sekarang Dit,aku tuh gak bisa masak,gak bisa bebenah rumah,masih suka main, manja, males, emang kamu mau punya bini kaya gitu" ucap Nayla menjelek-jelekan diri sendiri agar Adit il feel dengannya.
Adit hanya tersenyum sambil meminum kopinya.
"Gak masalah yang, aku nerima kamu apa adanya,kalo gak bisa masak yang jual matengan banyak, kalo soal bebebah rumah bisa cari Art, kalo soal manja aku suka cewe yang manja tapi manjanya ama aku aja ya jangan ama yang lain,yang penting buat aku sih bisa diajak buat bikin anak aja udah cukup" ucap Adit menjelaskan semuanya.
"Tunggu, bisa buat anak?maksudnya?" tanya Nayla tak mengerti
"Ishhh masa mesti aku jelasin sih Nay,makanya kita nikah dulu tar aku ajarin cara nya" Jawab Adit sambil memainkan sebelah alisnya.
Nayla terus merengek minta diantar pulang,namun Adit masih enggan untuk berpisah dengan gadis itu.
Dengan terpaksa akhirnya Aditpun mengalah ia segera mengambil kunci motornya sedangkan Nayla kembali kekamar untuk mengambil tasnya.
Namun saat Nayla hendak keluar dari kamar Adit menerobos masuk dan menutup pintu kamarnya.
Nayla yang melihat Adit masuk kamar langsung merasa curiga.
"Dit kok pintunya ditutup"Nayla mulai waspada
"Kenapa takut ya" Adit menggoda Nayla,ia pun berjalan mendekati Nayla
__ADS_1
"Stooop Dit,berenti disitu" Nayla mulai merasa takut jika Adit akan melakukan sesuatu
"Ihh Adittt jangan deket-deket,ishhh kok kamu lebih nyeremin dari hantu sih kalo lagi gitu.." oceh Nayla yang malah membuat Adit semakin gemas melihatnya.
Adit langsung menarik tangan Nayla dan mendekap erat gadis itu.
Jantung Nayla langsung berdegup kencang seakan mau keluar saat Adit meniup wajah Nayla.
Nayla mengerjapkan matanya " Adit...ihss emangnya aku lilin apa ditiup-tiup"
Adit hanya tersenyum melihat gadisnya yang salah tingkah.
Nayla memalingkan wajahnya berusaha menghindari tatapan Adit.
Namun sial ternyata dua sosok itu juga ada disana sambil menampakan wajahnya yang jelek dan mengerikan.
Mau tak mau Naylapun kembali memalingkan wajahnya agar tak melihat dua sosok itu.
Namun saat ia membalikan wajahnya dengan cepat Adit mencium bibirnya.
Nayla hanya diam seakan tubuhnya mematung.
Sesaat kemudian Nayla tersadar dan langsung berusaha mendorong Adit namun usahanya sia-sia pria itu malah semakin erat mendekapnya.
"Aa.." ia berusaha melepaskan bibirnya dari bibir Adit namun namun pria itu malah semakin dalam menciumnya hingga akhirnya Nayla menggigit bibir Adit sedikit kencang dan pria itu pun meringis kesakitan
"Sukur loe,sariawan deh loe lagian maen nyosor aja"gerutu Nayla kesal sambil memegang bibirnya yang sedikit bengkak
"ihh jontor deh bibir gw" Nayla masih ngedumel sambil berjalan keluar.
"Anggap aja itu hukuman karena kamu kemaren udah maen peluk Jafar didepan aku Yang" sahut Adit sambil menutup pintu rumahnya.
Adit mengedarkan pandangannya mencari Nayla
"Elis...Eliss bagi belimbingnya dong"teriak Nayla dari depan pagar rumag temannya.
Setelah Motor Adit menyala ia pun menghampiri Nayla.
"Ihh ngapain sih berisik didepan rumah orang"
"Biarin aja temen aku ini..."
"Katanya mau pulang...ayo cepetan"Lagi-lagi Adit tak sabaran.
Akhirnya Elis pun keluar "eh ada Gonay..suara loe cempreng tau kaya motor 2tax" Elis keluar sambil mengejek Nayla
"biarin mau 2 tax apa 4tax apa dijitak emang gw pikirin,gw minta belimbing ama jambu keletuknya kan waktu itu loe janji kalo udah gede boleh diambil" cerocos Nayla
Adit hanya menggelengkan kepalanya sambil menepuk jidatnya.
"Maaf ya mbak jadi ngerampok"ucap Adit yang merasa tak enak pada tetangganya itu.
Begitu sampai dirumah tanpa bilang terima kasih Nayla langsung masuk dan naik keatas kamarnya.
Setelah mandi Nayla langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur,ia pun memainkan ponselny.
__ADS_1
Tiba-tiba ia melihat daun pohon mangganya bergerak-gerak.
Awalnya ia tak mau ambil pusing namun lama-lama ia pun penasaran.
Ia menghampiri jendela kamarnya dan mengintip kearah dahan yang bergerak-gerak tadi.
Alangkah terkejutnya Nayla saat melihat sosok anak kecil yang sedang duduk dipohon mangganya sambil memainkan dahan pohon.
Nayla mencoba memberanikan diri untuk melihatnya lagi,ia langsung mundur ketakutan saat sosok anak kecil itu menyeringai kearahnya memperlihatkan giginya yang kuning.
Jantung Nayla kembali berolah raga,ia pun segera menutup hordeng jendela kamarnya dan menelpon a'Iwan.
Setelah menelpon a'Iwan Nayla sedikit tenang soalnya si aa bilang pagar ghoib dirumahnya masih ada jadi hantu yang berniat jahat gak akan bisa masuk.
Nayla pun kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil memainkan ponselnya.
Tak lama kemudian ia pun terlelap.
Paginya Nayla masih saja berguling-guling diatas kasur sambil memeluk boneka kesayangannya.
"Nay...tar mau makan apa"teriak Empok dari depan pintu
"Apa aja Pok yang penting enak ama pedes"sahut Nayla tanpa beranjak dari tempat tidurnya.
Siangnya Nayla berangkat ke salon ,nampak salon sedikit ramai.
"Assalam mualaikum"
"Haii Ra maaf aku telat"sapa Nayla yang langsung membantu Damra melayani pelanggan.
Setelah semua pelanggan habis merekapun beristirahat.
"Gimana Nay urusannya udah selesai?"tanya Damra sambil rebahan di sofa yang ada diruangan itu.
"Udah selesai Ra sambil menyeruput es kelapa yang dibelinya tadi.
Naylapun menceritakan semuanya pada Damra.
Saat mereka sedang asik menikmati waktu istirahatnya masuklah seorang pria yang ninta dipotong rambutnya.
Pria itu meminta Nayla yang memotong rambutnya.
Naylapun segera melaksanakan tugasnya.
Selama Nayla melayaninya pria itu terus saja mengajaknya ngobrol.
Damra yang sedikit curiga kalau pria itu suka dengan Nayla akhirnya menceritakan pada Nayla kalau beberapa hari ini pria itu sering datang kesalon seperti mencari seseorang namun ia langsung keluar lagi karena hanya ada Damra sendiri di salon itu .
👋 Hai **Semua maaf ya bab ini lebih sedikit soalnya authornya masih flu.
Author mau ucapin terima kasih buat semua yang sudah setia mengikuti cerita aku yang kentang ini dan memberi aku dukungan baik itu melalui Like,Vote Rate dan juga Kritsarnya.
Salam Maniss
Amellajj/author**
__ADS_1