TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 56


__ADS_3

Setelah berminggu-minggu akhirnya titik terangpun didapat oleh Nayla dan Adit.


Siang itu mereka sudah bersiap kesebuah perkampungan terkecil dipelosok kota "K"


Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam merekapun sampai dan segera mencari keberadaan orang yang mereka cari


Setelah bertanya kesana-kemari akhirnya merekapun sampai dikediaman bapak Dirman


Setelah menceritakan maksud kedatangan mereka nampak wajah sedih diwajah pak Dirman.


Untuk memastikan orang yang dimaksud adalah benar anaknya yang telah hilang beberapa tahun lalu pak Dirman mengambil sebuah foto yang telah usang dan telah berwarna kekuningan dan menunjukannya kepada Nayla


"apa ini nak wanita yang kamu maksud tadi"ucap pak Dirman sambil menyodorkan sebuah foto


Naylapun menerimanya dan melihat foto itu


"iya pak benar,ini orangnya"jelas Nayla


"apa kamu yakin Nay ini beneran orangnya?"tanya Adit menyakinkan


"aku yakin Dit"


"Bapak ingat nak dulu Yani pamit mau beli makanan tapi setelah ditunggu lama dia tak juga pulang sampai saat ini,Bapak sudah mencari kemana-mana tapi tak ketemu sampai akhirnya bapak pergi ke orang pintar katanya Yani itu sudah meninggal tapi bapak tidak percaya kalau ia meninggal dimana jasadnya"jelas pak Dirman dengan wajah sedih


"sebenarnya bapak juga masih belum percaya dengan yang eneng bilang"lanjut pak Dirman


"kalau bapak tidak percaya saya bisa nganterin Bapak kemakamnya terus bertemu dengan orang yang menceritakan pada saya soal kecelakaan itu" ucap Nayla menyakinkan oak Dirman

__ADS_1


"baiklah neng saya percaya dan saya mau minta tolong anterin saya kemakam Yani tapi kalau sekarang gak bisa soalnya udah sore gimana kalau hari ini neng sama nak Adit nginep disini aja terus besok pagi kita sama-sama kesana"usul pak Dirman


Setelah berbicara dengan Adit akhirnya kami pun setuju untuk nginap dirumah pak Dirman malam ini.


Suasana malam dikampung ini sangat sepi apalagi selepas magrib sudah tak ada orang yang berani keluar soalnya disini terdapat banyak pohon-pohon besar dan pohon jengkol yang konon kata orang pohon jengkol biasanya ada penunggunya.


Entah kenapa aku merasa tak tenang malam itu waktu terasa begitu lama.


"Adit aku takut,kamu udah tidur belum" aku pun memcoba menghubungi Adit lewat WA Setelah menunggu hampir 15 menit Adit baru membalas


"takut kenapa Nay,kalau ada apa-apa aku dibangku ruang tamu kok gak jauh dari kamu"balasnya


aku pun tak membalas,aku mencoba memejamkan mataku walaupun sejujurnya aku belum mengantuk


tok....tok...


tiba-tiba ada yang mengetuk jendela kamar yang aku tempati


"ihhh apa ini kok ada angin sih" ucapku sendiri sambil meremas selimut yang aku pakai


tak tahu kenapa aku merasa ada yang membelai pipiku begitu terasa dingin lalu berpindah seperti ada yang menyentuh lenganku terasa begitu lembut namun dingin


merasa ada yang tak beres aku pun berusaha untuk turun dari tempat tidur dan ingin menghampiri Adit di kursi ruang tamu namun seperti ada yang menahanku hingga badanku tak bisa aku gerakkan


"ahhhh to-----" tiba-tiba juga suaraku tak bisa keluar


aku semakin merasa ketakutan apa lagi saat mataku melihat sosok seperti bayangan hitam tinggi dan besar saking tingginya hingga menyentuh langit-langit kamar yang aku bilang tinggi.

__ADS_1


mahluk itu menatap learahku tajam dengan mata yang merah menyala


mulutku hanya bisa ternganga tanpa bisa mengeluarkan suara sedangkan tubuhku tak bisa digerakan sama sekali.


"Astagfirullah Al Aziiem"untungnya aku masih bisa beristigfar lalu aku teringat waktu kejadian erep-erep, a'Iwan bilang jangan panik dan baca-baca'an apa saja yang aku hafal aku pun membaca ayat-ayat suci apa saja yang aku bisa dan Alhamdulillah mahluk itu pun hilang.


Tubuhku mendadak lemas tak bertenaga dengan susah payah aku meraih ponsel dan menelfon Adit dan beruntungnya ia masih belum tidur


"Adit.... cepat tolong aku,aku takut" ucapku ditelepon


tanpa menjawab Adit langsung masuk kedalam kamar yang aku tempati dan alangkah terkejutnya Adit saat melihat keadaanku yang sudah pucat dan berantakan


"Nay kamu gak apa-apa kan?"tanya Adit kawatir


aku pun tak bisa menjawab aku langsung memeluk Adit erat dan menangis sejadinya karena takut


Pak Dirman yang mendengar suara sedikit ribut akhirnya menghampiri aku dan Adit dikamar


"ada apa nak Nay?" tanyanya sambil membawa segelas air hangat


"ada sosok hitam pak,tinggi dan besar saya takut" jelasku sambil terisak


Pak Dirman hanya menganggukan kepala


"itu mah yang nunggu pohon disamping neng" jawabnya sambil menyodorkan air hangat


aku pun langsung mengambilnya dan meminumnya sampai habis.

__ADS_1


"ya udah sekarang kamu tidur ya biar aku yang temenin"ucap Adit sambil mengelus lembut punggungku


aku pun merebahkan kembali tubuhku dan berusaha memejamkan mataku berharap malam ini dapat segera berlalu.


__ADS_2