TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 274


__ADS_3

Selamat Membaca


Beberapa hari berlalu Naylapun masih saja memikirkan apa yang ia lihat dalam mimpinya.


Karena tak mau berprasangka buruk ia pun berusaha melupakan mimpi itu.


Siang itu Nayla mampir ke salon sebentar sebelum ke tempat kursus nya.


Ia ingin bercerita pada Damra tentang niatnya untuk mengadopsi anak bayi yang waktu itu ada di panti asuhan.


" Loe yakin bisa ngurusin tuh anak Nay" tanya Damra tak yakin.


"Bisa lah Ra, kan ada Empok yang bantuin gw"


"Laki loe setuju loe adopsi anak Nay" tanya Damra tak yakin.


"Adit sih terserah aku Ra" jawab Nayla


"Mending loe pastiin lagi Adit setuju apa gak Nay" ujar Damra memberi saran.


Akhirnya Nayla pun mengurungkan sementara niatnya untuk mengadopsi anak ia pun pamit untuk pergi ke tempat kursus.


Dengan mengendarai motornya ia pun sampai di tempat kursus.


Hari ini Nayla belajar aneka macam kue basah.


Dengan perasaan senang ia berniat akan mempraktekkan apa yang ia pelajari saat Adit pulang nanti.


Naylapun mengendarai motor matic nya dengan kecepatan sedang.


Mungkin karena ia sedang senang ia pun bersenandung sambil mengendarai motor.


Namun tiba-tiba ia melihat ada anak kecil yang menyebrang jalan sambil berlari dengan spontan Nayla pun mengerem mendadak.


Aaahhhh


Bruuakkk


Naylapun terjatuh, seketika itu juga beberapa orang yang melihatnya terjatuh langsung menolong nya.


Namun Nayla baru menyadari ternyata anak kecil yang menyebrang jalan tadi bukanlah manusia namun sosok anak kecil yang entah darimana asal nya.


"Aduhh sakitt" rintih Nayla saat ia merasakan kaki sebelah kanannya kembali berdenyut nyeri.


" Mbak gak apa-apa?" tanya salah seorang yang menolong nya.


"Kaki saya sakit banget Pak" jawab Nayla sambil terus meringis kesakitan.


Saat orang itu hendak menolong Nayla tiba-tiba seorang polisi yang kebetulan lewat sambil mengendarai motor berhenti.


"Selamat Sore, ada apa ini" tanya polisi itu yang langsung menerobos ke depan.


"Nayla...."


"Astaghfirullah Allazim"


"Maaf Semuanya ini Adik saya, terimakasih sudah menolong nya" ujar polisi yang ternyata adalah Ryan.


"Iya pak sama-sama" ujar seorang warga, lalu mereka pun membubarkan diri.


Ryan langsung menggendong Nayla dan menaruhnya ditempat aman.


Lalu ia pun mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.

__ADS_1


"Sebentar ya Nay, aku lagi minta seseorang bawa mobil kesini" ujar Ryan yang langsung mencoba memeriksa keadaan Nayla.


"Aaaww,. sakit Yan jangan dipegang" teriak Nayla saat Ryan menyentuh kaki nya yang terasa sakit.


" Maaf Nay, kayanya kaki kamu yang dulu sakit cidera lagi" ujar Ryan


"Sakit Yan" rintih Nayla saat merasakan sakit yang begitu hebat di kakinya.


"Sabar ya Nay, aku gak bisa bawa kamu kerumah sakit naik motor" ujar Ryan sambil menghapus keringat di wajah Nayla dengan sapu tangannya.


Nayla sedikit malu saat Ryan menghapus keringatnya.


"Ryannn..." paggil Nayla pelan


"Maaf Nay,aku cuma mau ngelap keringat aja" jawab Ryan


" Iya gak apa-apa" jawab Nayla dengan jantung yang berdegup kencang dan menunduk malu.


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai teman Ryan pun tiba, dengan sigap Ryan menggendong. Nayla dan langsung membawanya kerumah sakut.


Begitu tiba di rumah sakit Nayla langsung dibawa ke UGD dan langsung ditangani oleh dokter.


Setelah melalui beberapa proses akhirnya Nayla pun dipindahkan kan keruangan rawat inap.


Ryan pun menelepon Damra memintanya untuk menemani Nayla selama dirumah sakit.


Setelah Damra datang Ryan pun pamit pulang.


"Nay ...apa baiknya kita bilang Adit, gw gak mau kesalahan Nay"


"Jangan Ra,gw takut kalo dia tau tar kenapa-napa" balas Nayla yang tak ingin membuat Adit khawatir.


"Tapi...." belum sempat Damra menyelesaikan ucapannya Nayla sudah memasang wajah melasnya.


Hampir malam Empok tiba di RS,alangkah terkejutnya empok saat melihat kaki Nayla yang di Gif.


"Aduh Nay kenapa bisa sampe begini sih, gimana tar bilangnya sama si Adit" ucap Empok khawatir.


" Jangan bilang Adit Pok, dia kan lagi kerja, takutnya tar dia kepikiran" ucap Nayla.


Sementara itu di dalam kamar kecil messnya Adit nampak gelisah, sejak siang tadi pikirannya selalu teringat dengan Nayla.


Ia pun mengambil ponselnya hendak menghubungi Nayla namun sialnya teenyata ponselnya mati entah sejah kapan.


Ia pun segera mencas ponselnya.


Mungkin karena terlalu lelah ia pun terlelap.


Sementara itu Nayla masih tak dapat memejamkan matanya, ia kembali teringat dengan mimpinya beberapa hari lalu.


Empok sudah terlelap dilantai beralaskan karpet yg dibawa dari rumah, sedangkan Nayla masih terjaga, pikirannya terus menerka-nerka apa yang akan terjadi ada Adit atau dirinya.


Bruuakkk


tiba-tiba pintu kamar mandi tertutup sendiri dengan kencang, Nayla pun terkejut mendengar suara pintu yang seperti dibanting.


"Astaghfirullah Allazim, itu pintu kok ketutup sendiri ya" batin Nayla sambil melihat kearah kamar mandi.


Seketika itu juga bulu kuduk Nayla berdiri.


Perlahan Nayla menaikan selimut nya hingga menutupi wajahnya.


"Pergi kamu jangan ganggu aku" guman Nayla.

__ADS_1


"Pokk...bangun..." teriak Nayla kearah Empok yang tertidur pulas.


Nayla yang kakinya sedang di gif terang saja kesulitan untuk bergerak.


"Kamu siapa? dan mau apa? jangan ganggu aku" teriak Nayla ketakutan.


Tak lama kemudian tirai jendela bergerak sendiri seperti ada yang memainkannya.


Nayla yang ketakutan namun penasaran membuka sedikit selimut yang menutupi wajahnya, ia melihat dengan jelas sosok anak kecil yang tadi menyebabkan ia terjatuh.


Seketika itu juga rasa takutnya berubah menjadi rasa kesal.


Ia membuka selimutnya dan menatap sosok anak kecil itu.


"Kamu ngapain gangguin aku,aku kan gak punya salah sama kamu" ucap Nayla sedikit kesal.


Sosok anak kecil itu hanya tersenyum sambil memainkan hordeng lalu ia berlari-lari seakan ingin mengajak Nayla bermain.


Sesaat kemudian tiba-tiba saja sosok anak kecil itu sudah berada di samping Nayla.


"Astaghfirullah Allazim, pergii.."


"Jangan ganggu aku...." teriak Nayla ketakutan saat anak kecil itu memainkan tempat tidurnya.


Sosok anak kecil itu tersenyum menyeringai kearah Nayla dan berhasil membuat Nayla ketakutan.


Naylapun langsung menarik selimutnya kembali menutupi seluruh wajahnya.


"Pergi sana aku gak kenal kamu, kamu jangan ganggu aku" teriak Nayla sambil terisak menangis karena takut.


Sosok anak kecil itu terus saja mengguncang-guncang tempat tidur Nayla hingga Naylapun semakin ketakutan.


Keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuh Nayla hingga baju yang dipakainya pun basah.


Cekklekk


Pintu ruangan Nayla pun terbuka lalu masuklah seorang suster yang hendak mengganti infus Nayla yang ternyata sudah habiss.


"Mbak Nay ganti infus dulu ya" ucap suster yang nampak masih muda itu sambil tersenyum ramah.


" Iya suster" jawab Nayla pelan


"Embak kenapa kok keringetan gitu, apa AC nya gak terasa" tanya suster itu sambil mengambil remot AC.


"Gak suster saya cuma lagi ngerasain kaki saya sakit dikit" ujar Nayla sedikit berbohong.


"Oh...mungkin reaksi dari obat penahan rasa sakit nya udah abis mbak, sebentar ya" Suster itu pun lalu meninggalkan Nayla.


Tak lama kemudian suster itu pun kembali dengan membawa obat penahan rasa sakit dan meminta Nayla untuk meminumnya.


Tanpa banyak tanya Nayla pun langsung meminum obat itu tak lama kemudian ia pun merasakan rasa kantuk yang sudah tak dapat ia tahan lagi.


Namun sebelum ia memejamkan matanya ia masih sempat melihat suster yang tadi memberinya obat keluar dari ruangannya tanpa membuka pintu.


Naylapun terkejut namun rasa kantuknya sudah tak dapat ia tahan lagi sesaat kemudian ia pun tertidur dengan sangat pulas.


Hallo semua maaf baru sempat up lagi.


Semoga para Reader gak bosen ya dengan kisah Adit dan Nayla.


Terima kasih buat yang masih setia menunggu upnya jangan lupa tinggalkan jejak buat authorr Like, komennya kalian penyemangat buat authorr.


Salam Maniss

__ADS_1


Amell ajj/author


__ADS_2