
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Jatuh hati itu tidak pernah bisa memilih
Tuhanlah yang telah memilihkan dan kita hanyalah bisa menjalaninya saja.
Jika kita merasa kecewa karena cinta itu adalah konsekuensinya.
Namun jika berakhir bahagia maka itu adalah bonus.
Nayla memutuskan untuk berangkat kerja hari ini, dari pada ia dirumah yang ada nantinya ia akan selalu teringat pada Dewa.
Seperti biasanya ia diantar oleh Papanya sampai halte tempat menunggu jemputan.
Nayla nampak tak bersemangat ia hanya duduk sambil termenung.
Tak lama kemudian jemputannya pun tiba,seperti biasa ia duduk dua bangku dibelakang supir.
Nayla menatap jalan yang nampak ramai namun pikirannya entah kemana ia merasa begitu hampa.
Brugh...
Nayla pun kaget setelah melihat siapa yang duduk disampingnya.
"ishh ganggu aja sih loe"Nayla pun merasa kesal karena Tari mengganggunya
"pagi-pagi udah bengong,kemaren ayam gw mati tau pagi-pagi bengong"
"bodo amat gw bukan ayam"jawab Nayla sewot
"jangan gitu muka loe Nay,gw gemes tau liat nya"ucap Tari namun diacuhkan oleh Nayla
"sial gw dicuekin"ucap Tari kesal
Naylapun memejamkan matanya pura-pura tidur,ia malas jika harus meladeni Tari yang terus saja mengganggunya.
Tiba-tiba Nayla kembali ingat Dewa,kenangan saat mereka bersama terus saja terputar dimemorinya,tanpa ia sadari air matanya mengalir saat ia ingat dengan foto pernikahan Dewa yang dikirimkan Frans.
__ADS_1
Tari yang melihat ada air yang mengalir dipipi Nayla nampak kaget.
"loe nangis Nay,ada apa?loe kesel ya ama gw'ucap Tari tiba-tiba merasa bersalah
Nayla tak menjawab,ia masih memejamkan matanya
Sesampainya ditempat Nayla bekerja tak seperti biasanya setelah menganti pakaiannya dengan seragam kerja ia mampir sebentar ke kantin hanya untuk membeli kopi saset dan makanan ringan lalu langsung ke mushola untuk sholat dhuha.
Setelah selesai sholat Nayla langsung naik keruang produksi dan membuat kopi.
Dengan cahaya yang remang-remang karena memang hanya ada beberapa lampu saja yang menyala Nayla duduk di Linenya.
"gw gak boleh kaya gini terus,dia disana lagi ketawa-tawa masa gw disini harus nangis gara-gara ditinggal kawin sih,kan gw punya Adit,gw gak boleh kaya gini sih" batin Nayla memberi semangat pada dirinya sendiri.
Saat Nayla sedang menikmati kesendiriannya,tiba-tiba Tari sudah ada disampingnya
"loe udah kaya jailangkung aja Ri"
"lagian pagi-pagi udah di line aja loe, dewekan lagi"celetuk Tari sambil menyodorkan sebuah roti rasa keju yang ia beli di kantin tadi.
"kan gw udah bilang gw gak mau maksa loe untuk jadi kaya gw,tapi gw mau jadi temen terbaik buat loe,ngerti gak sih"tanya Tari
"iya gw ngerti" jawab Nayla sambil mencelupkan roti kedalam gelas kopinya.
Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi.
Seperti biasa setelah meeting Nayla kembali ke linenya mengecek segala keperluan Linenya.
Setelah selesai Nayla bersandar di depan mesin solder,ia kembali melamun terbayang kembali foto Dewa yang sedang menikah,hati Nayla kembali terasa sakit.
Tak ingin ada yang melihatnya menangis ia pun berlari ketoilet dan memilih toilet yang jarang digunakan yaitu yang paling belakang.
Naylapun kembali menangis hatinya terasa begitu perih.
Ia berusaha menahan suara tangisannya saat mendengar suara kran dibuka,ia pun keluar namun ia melihat semua pintu toilet terbuka ia pun mematikan kran yang tadi menyala lalu kembali lagi ke toilet dibelakang.
Saat ia hendak duduk ia kembali mendengar suara air yang mengalir Nayla pun kembali keluar dan kembali mamatikan kran yang menyala tadi.
__ADS_1
"isshhh siapa sih ganggu aja"gerutu Nayla mulai kesal
saat ia hendak kembali ketoilet belakang tanpa sengaja matanya melihat kearah atas toilet dan ia melisat sesosok kunti sedang memainkan rambutnya sambil ongkang-ongkang kaki.
Naylapun ingin langsung berlari keluar namun tubuhnya seperti membeku tak dapat ia gerakan,ia pun memejamkan matanya dan beruntungnya ia masih ingat untuk membaca ayat-ayat suci Al-Quran yang ia hapal.
Walaupun sebenarnya tak boleh membaca al-Qur'an didalam toilet namun ia terpaksa untuk menghilangkan ketakutannya.
"loe lagi ngapain Nay disini"tanya seseorang yang sangat ia kenal
"alhamdulillah"ucap Nayla saat ia melihat keatas toilet ternyata sosok itu sudah tidak ada.
"gw abis pipis"jawab Nayla berbohong
"tapi kok mata loe merah sih kaya abis nangis"tanya Dian tak percaya
"gak...gw tadi kelilipan"
"oh...ya udah ke line gih tadi ada yang nanyain loe katanya dia mau ke toilet juga"ucap Dian memberitahu Nayla.
Naylapun bergegas keluar dari toilet dengan lutut yang masih gemetar karena takut.
Haii para reader terima kasih sudah mampir di karyaku yang receh ini
Jangan lupa terus dukung author dengan cara
Like
Rate
vote dan
Kritsarnya author tunggu
Salam Maniss
Amellajj/author
__ADS_1