
Selamat Membaca
Hari pertama setelah menjadi istri Ryan.
Pagi-pagi sekali Nayla sudah bangun untuk membuatkan sarapan buat keluarganya dan juga keluarga Ryan yang kebetulan saat ini masih menginap dirumahnya.
Dengan dibantu Empok dan juga Damra akhirnya merekapun selesai membuat sarapan untuk keluarga besarnya.
"Ciiieee yang udah jadi nyonya komandan, pagi-pagi harus dah siap ya bikinin sarapan yang bergizi buat suaminya biar bisa selalu sehat dan bisa bertugas ya" suara Ryan yang baru saja bangun tidur dan langsung menggoda Nayla membuat semua yang ada disana langsung melihat ke arahnya.
"Eh komandan,bangun tidur tuh ya harusnya langsung ke kamar mandi,bukan menggoda istrinya" bela Mama Ryan yang kebetulan juga berada disana.
"Emm mentang-mentang udah punya mantu punya temen ya Mama" ucap Ryan sambil mengambil satu potong kue lalu memakannya.
" Ihh jorok banget sih Yan, kan kamu blom gosok gigi masa dah makan sih" celetuk Nayla
"Astaga sayang aku kan sekarang suami kamu, jangan panggil Yan aja dong" protes Ryan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Nayla langsung menutup mulutnya dengan tangan.
"Maaf mas Ryan"ucap Nayla masih terdengar kaku.
"Lucu banget sih manggil mas nya"
"Apa yang lucu Yan" tanya Nayla bingung.
"Masih kaku sayang" jawab Ryan.
"Aku kan belum biasa Yan"
"Aihh baru juga dibilangin dah Yan lagi kan, mas nya ketinggalan" protes Ryan
"Iya maaf,aku kan belum biasa" balas Nayla malu-malu.
"Mulai hari ini kalau kamu manggil aku Yan lagi aku bakal kasih kamu hukuman ya Nay" Adit pun berjalan menuju garasi lalu tak lama kemudian terdengar suara motor menjauh.
Nayla mengerutkan keningnya heran.
"Kan dia belum mandi, kok udah pergi sih"ucap Nayla.
"Biar aja Nay, pusing sendiri tar kamu kalo ikutin dia malah " ucap Mama Ryan.
Semua hidangan sudah tertata rapi di atas meja.
Nayla pun segera ke kamar dan melihat ternyata Radit masih tertidur pulas.
Selagi Radit masih tertidur Naylapun bergegas mandi.
Saat Nayla didalam kamar mandi Ryan datang dan langsung masuk kedalam kamar.
Saat mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi Ryan pun tersenyum.
Tanpa sengaja Ryan melihat handuk Nayla yang masih tergantung.
Ia pun langsung menyembunyikan handuk itu.
__ADS_1
Benar saja Nayla keluar dari kamar mandi dengan memakai kembali baju yang tadi ia pakai tanpa memakai dalaman.
Ia terkejut saat melihat Ryan yang sedang duduk diatas kasur berpura-pura tidur disamping Radit.
"Mas Yan keluar dulu gih aku mau pake baju"pinta Nayla.
"Ya udah ganti aja, aku gak ngintip kok" jawab Ryan sambil memejamkan matanya.
"Ih apa sih yan, sana keluar dulu" ucap Nayla kesal.
"Jangan marah dong sayang masih pagi ni" Ryan terus saja menggoda Nayla.
Setelah sarapan bersama rencananya hari ini mereka akan jalan-jalan ke pantai.
Awalnya mereka hendak ke Ancol namun entah kenapa Ryan malah membawa mereka ke pantai Anyer.
Begitu tiba di Anyer mereka langsung menyewa penginapan.
Setelah mendapat penginapan merekapun segera beristirahat.
"Kenapa jadi kesini sih Yan, kan rencana awal nya cuma mau ke Ancol aja" tanya Nayla sambil tiduran.
"Kita sekalian bulan madu aja sayang trus bikin adik buat Radit"ucap Ryan sambil tersenyum dan memainkan alisnya.
Nayla yang mengerti arah mana ucapan Ryan langsung bergeser menjauh.
ha...ha..ha
"Sayang kamu kok malah ngejauhin aku sih" tanya Ryan sambil terus tertawa.
"Kenapa sayang, kita kan bisa pelan-pelan Nay" ucap Ryan lembut sambil menarik tangan Nayla hingga ia pun tersungkur kedalam pelukan Ryan.
Jantung Nayla berdegup kencang saat berada dalam dekapan Ryan.
Namun saat Ryan hendak mencium Nayla,Radit pun terbangun dan menangis hingga adegan romantis itu pun harus kembali tertunda.
"Yah harus lebih sabar ternyata" Ryanpun menggaruk kepalanya.
Nayla akhirnya bisa bernafas lega, ia pun tersenyum seakan mengejek pada Ryan " Maaf ya beb" lalu Nayla tertawa dan langsung menggendong Radit.
"Sayang Mama dah bangun" Nayla mencium putranya.
"Ayah gak dikasih sun juga Mah" ucap Ryan sambil memajukan bibirnya.
"Ih ogah ah kan kamu belum mandi" jawab Nayla.
"Ya udah Ayah mandi dulu ya sayang" Ryan berjalan kearah Nayla lalu mengecup sekilas pipi Nayla dan akhirnya masuk kedalam kamar mandi.
Setelah makan merekapun bermain dipantai.
Nayla asik bermain pasir bersama Radit sedangkan Ryan hanya memperhatikan istri dan juga putranya itu.
"Alhamdulillah akhirnya aku bisa juga miliki kamu Nay" batin Ryan.
Mama Ryan dan yang lain sedang mempersiapkan buat acara nanti malam.
__ADS_1
"Wah asik tar malem kita bakar-bakaran" Damra bersorak bahagia.
"Tante Nayla kan gak suka makan ikan, dia sukanya jagung sama sosis bakar" Damra memberitahu kesukaan Nayla pada Mamanya Ryan yang memang belum tahu banyak soal Nayla.
Haripun mulai malam selepas sholat isya acarapun dimulai.
Semua nampak begitu bahagia hingga tiba-tiba saja angin bertiup sangat kencang namun tak begitu lama.
Nayla yang tak ingin Radit masuk angin akhirnya masuk kedalam kamar mereka bersama Radit.
Sedangkan Ryan masih ikut membakar jagung untuk Nayla.
Saat Nayla hendak tidur tiba-tiba saja angin kembali bertiup sangat kencang hingga hordeng pun ikut bergerak.
Nayla sedikit heran dari mana angin itu datang,ia pun melihat sekelilingnya ternyata tertutup rapat.
Prranggg
Tiba-tiba saja sebuh vas bunga jatuh dan pecah.
"Kamu jahat Nayla....."
"Kamu ingkar ......"
Telinga Nayla mendengar suara wanita yang seakan marah kepadanya.
"Kamu siapa?"
"Aku gak ngerti apa yang kamu maksud"
"Aku gak pernah ngerasa berjanji apapun pada kamu" jawab Nayla pada sosok yang ia tak tahu siapa dan berada dimana.
Hi.....hi....hi....
Sosok itu tertawa hingga membuat bulu kuduk Nayla berdiri dan Radipun menangis .
Aa Iwan yang kebetulan ikut langsung berjalan menuju kamar Nayla, begitupun dengan Ryan yang nampak khawatir.
Bruakkk
Tiba-tiba saja pintu kamar mereka terbuka lalu tertutup kembali seperti dibanting hingga menimbulkan suara yang lumayan keras.
"Sayang ada apa?" tanya Ryan saat berada diambang pintu.
Ia melihat Nayla seperti ketakutan sambil mendekap Radit.
Hallo aku up lagi ni
Maaf ya cuma Sedikit.
Jangangan lupa kasih dukungan dan tinggalkan jejak ya biar author semangat.
Salam Manis
Amellajj/Author
__ADS_1