
πΊπΊπΊ Selamat MembacaπΊπΊπΊ
Nayla tak dapat berkata-kata hanya air mata dan wajahnya yang pucat dan keringat yang sudah membasahi tubuhnya sudah menggambarkan rasa sakit yang ia rasakan.
" Sayang kamu harus kuat Nay, aa dan Haris lagi bantu kita" ucap Adit yang ikut menitikan air mata seakan ia juga merasakan sakit yang Nay rasa.
" Sayang jangan bikin aku khawatir, aku gak mau kamu kaya gini Nay" Adit menggenggam erat tangan Nayla sedangkan tangan yang satunya ia gunakan untuk menghapus air mata yang bercampur dengan keringat di wajah Nayla.
Sementara itu Haris, a'Iwan dan Ayah Adit nampak berjibaku melawan ilmu hitam yang menyerang Nayla.
Sementara itu Ibu Adit dan Lilis membantu dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an meminta pertolongan kepada Allah.
Sementara itu dikediaman Ayah Ina nampak kewalahan menerima serangan balasan dari a'Iwan yang dibantu dengan Haris dan Ayah Adit.
Ina yang kebetulan berada disana nampak panik saat beberapa kali melihat Ayahnya yang jatuh tersungkur dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
" Ayah..ayah gak apa-apa? "teriak Ina panik saat melihat sang ayah yang merangkap dukun itu terjungkal dan mulutnya mengeluarkan banyak darah.
" Na...sepertinya Ayah gak kuat melawan mereka, ayah bisa mati kalau ini diterusin.." ucap Ayah Ina sambil memegangi dadanya yang terasa sesak
" Trrus Ina gimana yah, Ina gak mau a'Adit jadi nikah sama dia" teriak Ina yang tidak terima ayahnya mengaku tak bisa melawan A'Iwan.
" Kamu harus iklasin Adit Nak, cari laki-laki lain.."
Huk..huk..
Ayah Ina batuk mengeluarkan darah kental.
Sejenak Ina tertegun melihat Ayahnya yang sudah nampak lemah.
Sementara itu di kediaman Adit
A' Iwan bisa bernafas lega setelah tak ada lagi serangan dari pihak lawan.
Ia menghampiri Adit yang sedang menjaga Nayla.
Nayla masih tak sadarkan diri karena rasa sakit diperutnya.
Wajahnya nampak pucat seperti tak dialiri darah dan tubuhnya menjadi sangat dingin.
" a ini gimana, apa Nayla gak apa-apa?" tanya Adit khawatir.
" untung tadi ada kake buyutnya yang jagain dia Dit, kalo gak aa juga gak tau gimana jadinya, itu tadi jahat banget Dit" ucap A' Iwan sambil mengelus wajah Nayla dan membaca sesuatu agar gadis yang sudah dianggapnya sebagai adik itu bisa tenang dan terlelap.
Malam itu terasa begitu lama, Adit dan Haris gantian menjaga Nayla,
Sedangkan a'Iwan, ayah Adit dan beberapa warga nampak berjaga-jaga di depan rumah sambil bernain kartu.
Pagi pun tiba.
Nayla terbangun, ia membuka matanya perlahan dan melihat Adit dan Haris yang tertidur di lantai beralaskan karpet saja.
" Aww..." Nayla meringis menahan sakit di perutnya.
__ADS_1
Adit langsung terbangun begitu mendengar suara rintihan Nayla.
" Kamu udah bangun yang? masih sakit perutnya?" tanya Adit yang langsung duduk di samping Nayla.
" Udah gak begitu sakit Dit" jawab Nayla pelan.
" Ya udah gimana kalau nikahnya di undur aja yang sampe kamu sembuh" ucap Adit sambil menggenggam tangan Nayla dan mengecupnya.
" Gak usah di undur Dit, kasian keluarga kamu udah nyiapin semuanya dan kasian juga aa sama Haris udah dateng kesini" jawaban Nayla ternyata di luar duga'an Adit.
Tadinya ia berpikir gadis itu pasti dengan senang hati mengundur pernikahan mereka seperti yang sudah-sudah.
" Kamu yakin?" tanya Adit seakan tak percaya
" Iya...tapi..." Nayla tidak melanjutkan kata-katanya ia hanya menundukan kepalanya.
" Tapi apa yang..." tanya Adit penasaran
" Tapi nikahnya begini aja, aku gak kuat kalau harus duduk" ucap Nayla sedih.
Adit kembali menitikan air matanya, ia merasa begitu bersalah, akhirnya apa yang ia takutkanpun terjadi gadis itu terluka karena dirinya.
" Maafin aku yang" ucap Adit lalu mencium kepala Nayla
" Maaf? maaf untuk apa Dit?" tanya Nayla bingung
" Maaf untuk semuanya yang, maaf karena aku kamu jadi begini, maaf karena aku membohongimu, maaf karena aku terlalu cinta sama kamu aku jadi egois" ucap Adit yang lalu mendekap Nayla erat.
" Ihh.. kamu mah yang aku tuh lagi serius sedih kamu malah...bikin sebel ah.." jawab Adit kesal yang lalu mencium kening Nayla
" ehemmm.. cium-ciumaannya tar aja, mending sekarang teh Nay mandi dulu" ucap Lilis dari ambang pintu
Nayla berusaha untuk duduk namun rasa sakit yang teramat sangat membuatnya kembali merebahkan tubuhnya.
" Aku gak bisa bangun Dit, sakit banget" keluh Nayla sambil menahan rasa sakit diperutnya.
" ya udah kamu tiduran aja biar nanti aku bantu bersihin badan kamu" ucap Adit tanpa sadar.
PLAK...
Nayla memukul bahu Adit
" Ih..apa sih yang kok mukul" protes Adit
" Enak aja mau bantu ngelap badan aku, aku ama Lilis aja kami keluar sana" ucap Nayla sambil mendorong tubuh Adit
" ya ampun Nay kan bentar lagi juga udah sah masa gak boleh sih"
" Ahhh udah sana keluar .." ucap Nayla dengan nada sedikit kencang hingga membuat Ibu Adit langsung menghampirinya.
" Ada apa sih kok rame" tanya sang Ibu yang melihat calon mantunya sedang merajuk.
" Ibu suruh Adit keluar aku mau ganti baju"
__ADS_1
Tanpa menunggu sang Ibu bersuara Adit langsung keluar dari kamar dan segara bersiap-siap.
Jam 10 pas semua sudah siap, Nayla yang sudah memakai baju kebaya dan sedikit dirias nampak begitu cantik walaupun masih terlihat pucat.
Adit telah memberitahukan penghulu mengenai kondisi Nayla dan itu bukan menjadi penghalang.
Aditpun segera melakukan Vidio call dengan Papa Nayla yang memang sudah menunggu.
Setelah mendapat ijin dan mewalikan pernikahan Nayla pada penghulu akhirnya proses Akad Nikahpun selesai kini status Nayla sudah sah menjadi istri Adit.
Tak ada pesta hanya ada acara kecil-kecilan yang dihadiri saudara dari Adit dan para tetangga sekitar rumah Adit.
Sementara itu di sebuah rumah yang tak jauh dari rumah Adit nampak seorang pria yang sedang mengamuk, ia membanting apa saja yang ada didekatnya.
Beberapa orang nampak menahannya kemudian seorang dokter menyuntikan obat penenang pada Anto.
Yahh.. pria yang sedang mengamuk itu adalah Anto anak dari camat "P"
Pagi itu Anto mendapat kabar kalau gadis yang di incarnya akan menikah, ia pun tak terima.
Anto yang memang mempunyai riwayat depresi akibat di tinggal kekasihnya dahulu memang tak pernah menyukai wanita lagi.
Takut akan kembali ditinggalkan membuatnya menjauhi wanita begitu pun dengan beberapa wanita yang hendak dijodohkan selalu ia tolak.
Namun entah mengapa saat pertama kali melihat Nayla dia langsung tertarik dan bertekad akan merebutnya dari Adit.
Sementara itu di kediaman Ina nampak seorang gadis yang sedang menangis terisak, kadang tertawa sendiri ya gadis itu Ina ia nampak stress karena Adit sudah sah menjadi milik Nayla.
Ia pun keluar dan melajukan motornya entah mau kemana.
Hingga di sebuah persimpangan saat motornya melaju dengan kencang tiba-tiba ada seorang anak kecil yang melintas.
Karena ingin menghindar dari anak kecil yang menyeberang Ina pun kehilangan kendali dan
Bruuuakkkk
Motor Ina terjatuh dan Ina sendiri kini terkapar di jalanan dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
Melihat Ina terkapar anak kecil itu pun tersenyum puas sebelum akhirnya menghilang entah kemana.
**Haii semua senengkan akhirnya Adit jadi nikah sama Gonay alias Nayla tapi masih ada banyak kejutan diantara hubungan mereka loh.
Untuk itu tetep kasih dukungan ya buat author biar buru-buru sehat dan bisa doubel up.
Kayanya gak usah di kasih tau caranya pasti udah pada hafalkan caranya.
Authorr tunggu dukungan kalian
Love you all
πππ
Amellajj/author**
__ADS_1