
“Sudah cukup, kalian jangan bertengkar lagi, kita harus memikirkan cara lain! Lagi
pula itu juga nggak mungkin, suamimu selengean gitu, emang sih ganteng tapi
nggak yakin bisa pegang rahasia!” ucap Ersya.
Hehhhh ….
Mereka berdua menghela nafas dalam bersama-sama lalu menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur, kini mereka tiduran bersamaan kecuali tentunya dokter Frans. Ia
bisa melihat keribetan dua wanita jika sudah bersama, ia hanya bisa tersenyum, lucu juga mereka …,batin dokter Frans.
Setelah posisinya aman dokter Frans kembali duduk dan sibuk dengan game nyang ada di
ponselnya. Ia ingin mendengar kelanjutan perdebatan mereka.
“Kita akan datang ke sana, dan buktikan padanya kalau kita baik-baik saja!” ucap
Felic tiba-tiba, membuat dokter Frans kembali melotot. Tapi ia berusaha keras
menahan mulutnya agar tidak bicara agar ia bisa mendengar kelanjutan rencana
mereka.
“Mana bisa …., lo tega biarin gue datang sendiri dan liat mereka bergandengan! Sakit
banget pasti!” ucap Ersya sambil memegangi dadanya, yang walaupun hanya
membayangkan saja dadanya sudah begitu sesak.
“Siapa bilang lo bakal datang sendiri! Lo harus cari cowok yang mau datang sama lo,
selain Frans tentunya buat pura-pura jadi cowok lo, syukur-syukur itu beneran!”
“Lo buat gue tambah pusing Fe, dari mana gue bisa nemuin cowok secepat ini! Laki lo
aja nggak mau, emang lo masih punya stok cowok buat gue?”
“Frans …!” ucap felic memanggil suaminya itu berharap suaminya itu setuju untuk
mengikuti sarannya karena sangat mendesak. Dokter Frans pun menoleh padanya.
“Nggak…, sekali nggak ya nggak!” ucap dokter Frans yang sudah menegaskan jika ia
tidak akan pernah datang ke acara itu.
“Kenapa?”
tanya Felic lagi kali ini dengan nada yang di buat lebih lembut, ia juga
memilih untuk duduk dan menatap suaminya itu dnegan tatapan penuh harap.
“Aku nggak akan datang ke acara itu, kamu juga!” ucap dokter Frans lagi.
“Nggak bisa gitu dong, aku harus datang!” ucap Felic.
“Kalau di bilang nggak boleh itu ya nggak boleh!” ucap dokter Frans seperti memberi
penegasan.
“Aku nggak mungkin biarin Ersya datang sendiri! Kalau nggak mau datang nggak usaha
nglarang aku buat datang!” ucap Felic yang lebih keras dari pada suaminya itu
membuat Ersya menggelengkan kepalanya, pasangan suami istri di depannya
__ADS_1
benar-benar membuatnya pusing sekaligus bangga. Sesekali mereka berdebat dan
kemudian mereka kembali mesra.
Tidak seperti hubungannya dengan mantan suaminya yang rasanya sangat hambar, suaminya hanya sibuk dengan pekerjaannya bahkan mereka jarang sekali berkomunikasi.
Dokter Frans berdiri dari duduknya dan menghampiri Felic, ia menakup kedua pipi Felic, “Tapi keadaanmu nggak memungkinkan buat datang Fe!” ucap Felic dengan begitu
lembut. “Nggak usah datang ya!” bujuk dokter Frans lagi.
“Aku akan tanya sama dokter, pasti dokter kasih saran sama aku tentang keadaan aku!”
ucap Felic dengan pendiriannya walaupun ia juga sudah berkata begitu lembut.
“Tapi aku dokter kamu Fe, dokter mu mengatakan agar kamu nggak usah datang!” ucap dokter Frans lagi tanpa mengalihkan tangannya dari kedua pipi Felic.
“Aku mau cari dokter lainnya saja, nggak mau kamu dokter nya!” ucap Felic lagi, hal
itu berhasil membuat dokter Frans melepas tangannya dari pipi Felic dan
berbalik, mengusap rambutnya kesal tapi tidak berani marah pada istrinya itu.
“Emang ya …, suka banget ngeyel kalau di bilangin!” gerutu dokter Frans yang tampak
begitu frustasi karena gagal meyakinkan istrinya.
Ersya yang sedari tadi hanya sebagai penonton gemas ingin melerai mereka. Sungguh pasangan yang aneh …., batin Ersya. Ia pun segera berdiri.
“sudah jangan bertengkar lagi, gue sudah punya ide!” ucap Ersya begitu yakin sambil
tersenyum.
“Apa?”
“Apa?”
“Rangga!” ucap Ersya kembali sambil tersenyum penuh arti, ia juga menganggukkan
kepalanya.
“Maksudnya?”
tanya Felic, membuat dokter Frans melotot padanya.
“Iiiissstttt …., apaan sih Frans!?” gerutu Felic karena mendapat pelototan dari suaminya
itu. Ucap dokter Frans.
“Iiistttt …, aku kan cuma nanya, nggak sampek meluk orangnya!”
“Jangan mulai ya! Aku pernah liat kamu melik dia lama banget!” ucap dokter Frans yang
tidak mau kalah.
“Itu nggak seperti yang kamu pikir ya! Kejadiannya nggak gitu!” ucap Felic membela
diri.
“Aku juga, nggak seperti yang kamu pikir! Tapi kamu hukum aku kayak gini!” ucap
dokter yang juga tidak mau kalah.
Ersya hanya bisa mangap-mangap aja karena tidak punya kesempatan untuk bicara di
tengah perdebatan mereka.
__ADS_1
“Tapi aku sudah nggak cinta lagi, kamu masih saja nyimpen rasa …!”
Melihat perdebatan mereka semakin sengit saja Ersya jadi berkewajiban untuk
menghentikan perdebatan mereka.
“Stoooppppppp!”
teriak Ersya membuat dua orang yang saling berdebat itu diam sekita.
“Kalian benar-benar seperti anak kecil semua ya!” ucap Ersya kesal, “Dengerin gue, ini
nggak akan bikin kalian bertengkar lagi, ok!”
“Dia begitu banget nanggepinnya denger nama Rangga! Bikin kesel aja!” gerutu dokter
Frans kesal. Ia masih tidak rela jika mengingat pria itu.
“Lo nggak cemburu kan Fe?” tanya Ersya pada Felic.
“Cemburu
kenapa gue? Jangan macam-macam ya Sya!” ucap Felic. “Emang rencana lo apa sih
Sya?”
“Jadi gini, gue sama lo kan sudah kenal lama sama Rangga, kita sudah mengenalnya
sejak SMP dan kebetulan nya dia kan sedang jomblo, jadi nggak akan ada yang
marah kalau gue pinjem dia buat datang ke acara itu! Gimana menurut lo kalau
gue minta dia buat jadi pacar bo'ongan gue?” tanya Ersya pada felic.
“Hahhh?”
Felic benar-benar terkejut dengan ide Ersya. Ia bahkan tidak pernah memikirkan
hal itu.
“Tuh kan …, lo cemburu, lihat tuh suami lo udah mau bakar rumah noh …!” ucap Ersya.
“Bukan cemburu mimin …, tapi lo yakin kalau mas Rizal nggak bakalan tahu? Undangan itu
yang ngasih Rangga loh, siapa tahu mereka punya hubungan!” ucap Felic memastikan.
“Ya yakinlah …, soalnya waktu itu mas Rizal pernah cemburu sama si rangga gara-gara
dia nganterin gue pulang pas abis jenguk lo dari rumah sakit waktu itu!” ucap
Ersya, ia mengigat moment saat menjenguk Felic ke rumah sakit waktu itu dan
Rizal begitu marah saat melihat Ersya pulang dengan Rangga.
Sebenarnya bukan salah Rangga atau Ersya karena saat itu Rizal sudah bilang tidak bisa
menjemputnya dan kebetulan Rangga punya perlu yang sama yaitu menjenguk Felic
yang sedang sakit. Jadi sekalian mereka barengan dan baiknya Rangga mau
mengantar Ersya sampai ke rumahnya.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰