Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (137. Kedatangan Zea)


__ADS_3

Dan dalam hitungan menit saja Rangga sudah tidak sadarkan diri.


"Ga, Rangga! Rangga sayang!" Miska terus memanggil nama Rangga, memastikan jika pria itu benar-benar sudah tidak sadarkan diri. Miska ternyata hanya pura-pura mabuk, setelah Rangga tidak sadarkan diri Miska kembali waras.


Setalah yakin Rangga tidak sadarkan diri, Miska dan Rizal segera tersenyum.


"Dia sudah benar-benar tidak sadarkan diri?" tanya Rizal lagi memastikan pada Miska.


"Sepertinya berhasil!"


"Bagus!"


Miska dan Rizal benar-benar melancarkan aksinya dengan menambahkan obat ke minuman Rangga agar Rangga tidak sadarkan diri.


Rizal sengaja membohongi Rangga untuk menjebaknya agar Rangga mau datang ke apartemen. Jika tidak begitu, sudah pasti Rangga tidak akan pernah mau datang.


"Baiklah sekarang bantu aku membawanya ke kamar!" perintah Miska, membuat Rizal menatap malas padanya.


"Masih merepotkan aku lagi!" keluh Rizal.


"Mana kuat aku menggendong Rangga sendiri."


Walaupun mengeluh, akhirnya Rizal pun membantu Miska membawa Rangga ke kamar. Rizal segera menidurkan Rangga di atas tempat tidur.


"Ahhhh, berat sekali dia!" keluh Rizal setelah berhasil membawa Rangga ke atas tempat tidur.


"Gitu aja ngeluh!"


"Ya udah, cepetan. Aku capek! Buka bajunya!" perintah Rizal.


"Iya, bawel!"


Miska pun segera mendekati Rangga, ia mulai melepas sepatu Rangga, jasnya dan kemejanya, ia melepas semua pakaian yang melekat pada tubuh Rangga hingga tanpa sehelai benang pun dan menutupinya dengan selimut,


"Sekarang apa lagi?" tanya Miska lagi pada Rizal.


"Masih tanya lagi, buka baju kamu juga!"


"Aku juga?"


"Masak aku yang buka baju!?" keluh Rizal kesal.


"Ya sudah, kamu keluar dulu!"


"Ngapain?"


"Masak kamu mau lihat aku telanjang sih?"


"Kamu lupa kalau aku sudah lihat semua isi tubuhmu!"


"Tetap saja, ya udah deh aku ke kamar mandi dulu!"


Akhirnya Miska pun masuk ke kamar mandi dan melepas semua pakaiannya tanpa tersisa. Setelah itu ia kembali ke keluar melilit tubuhnya dengan kain tipis.


"Kamu menuang apa di situ?" tanyanya saat melihat Rizal menuang cairan merah kenyal seperti darah di atas sprei yang akan menjadi tempat tidur Miska.


"Ini biar lebih meyakinkan?"


"Maksudnya?" Miska langsung tahu maksud dari Rizal, "Aku tahu sekarang!"


"Baguslah, jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi, sekarang cepat naik ke atas tempat tidur dan lakukan tugasmu!"


Akhirnya Miska pun naik ke atas tempat tidur, menutup tubuhnya dengan selimut yang sama dengan selimut yang di kenakan oleh Rangga.


Mereka pun akhirnya tidur di balik selimut, Miska sengaja membuat pose agar Rangga terlihat tengah mencumbuinya dan Rizal yang bertugas mengambil gambar.


"Sudah cukup, sekarang terserah kamu mau berbuat apa saja sama dia, aku pergi dulu! Tapi ingat, besok pagi kami harus kembali berakting dengan baik!"


"Iya mengerti, sudah sana pergi. Menggangu saja!"


Rizal pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari apartemen itu setalah mendapatkan foto-foto itu dan mengirimnya kepada Zea.

__ADS_1


Miska tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu, ia memeluk tubuh Rangga yang tanpa busana itu dan sesekali menciumi Rangga.


...***...


Pagi hari, saat Rangga membuka matanya, ia masih merasakan pusing di kepalanya. Sinar matahari yang menerobos masuk melalui tirai putih itu menandakan kalau sekarang sudah tidur pagi lagi.


"Ahhhh, pusing sekali!"


Ia merasakan tangan kirinya terasa kebas, seperti sedang di tindih oleh sesuatu. Ia juga merasa ada yang menempel di tubuhnya saat ini. Ia pria yang normal yang langsung menyadari apa yang tengah menempel di sana.


Perlahan ia membuka matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk. Tapi betapa terkejutnya dia saat melihat Miska yang tertidur pulas sambil memeluk tubuhnya.


"Miska!" dengan cepat ia mendorong tubuh Miska hingga membuat wanita itu terbangun.


"Sayang, kamu sudah bangun?" tanyanya tanpa rasa bersalah.


Rangga baru menyadari kalau kini ia bahkan tidak memakai sehelai benang pun.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak_?" Rangga kembali mengingat-ingat apa yang terjadi semalam, tapi ia benar-benar tidak mengingat apa-apa.


"Sayang, semalam kita sudah melakukannya dengan begitu hangat!"


"Kamu pasti bohong, iya kan? Ini tidak benar!" Rangga benar-benar tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Miska saat ini. Ia benar-benar merasa tidak melakukan apapun semalam tapi bagaimana bisa seperti ini?


"Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu, kita sudah melakukannya!" Miska pura-pura menangis melihat penolakan Rangga. Ia segera menarik selimut hingga menutupi dadanya, tangisnya semakin tersedu melihat sikap yang di berikan oleh Rangga.


Kemudian Miska mengingat sesuatu, ia segera menyibakkan selimut yang menutup tempat tidur di bawahnya.


"Lihat ini, ini buktinya!" Miska memperlihatkan noda darah di seprai putih itu, "Kamu yang pertama, Ga! Bagaimana bisa kamu mengelak. Aku harus apa sekarang kalau kamu tidak menerimaku?"


Ia yakin dengan seperti itu, Rangga tidak mungkin bisa menolak lagi.


"Ini tidak mungkin, kamu pasti bohong!"


"Bagaimana dengan ini?" Miska menunjuk noda darah itu dengan kata-kata yang meyakinkan, "Apa menurutmu ini sebuah kebohongan?"


"Tapi aku tidak mungkin melakukannya!"


"Kita melakukannya, Rangga. Aku tidak pernah melakukannya selain sama kamu!"


Miska menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia pura-pura menangis agar Rangga semakin meras bersalah, "Bagaimana lagi aku harus mengatakannya padamu! Kita benar-benar melakukannya."


"Lalu aku harus melakukan apa?"


Akhirnya ....., Miska menyembunyikan senyumnyadi balik tangisnya,


"Pokoknya aku tidak mau tahu, kamu harus menikah denganku!"


"Itu tidak mungkin!"


"Kenapa? Kamu dulu calon suamiku, dan kamu sudah memutuskan pertunangan itu dengan sepihak. Tapi sekarang kamu malah meniduriku!"


Belum selesai perdebatan mereka, tiba-tiba pintu kamar itu di buka dari luar dengan kasar,


"Rangga!?"


Rangga benar-benar terkejut. Ia menutup kembali tubuhnya dengan selimut,


"Zea!"


Kedatangan Zea karena sebuah foto yang sengaja di kirim oleh Rizal. Foto bagaimana Miska dan Rangga tampak tengah bercumbu.


Miska masih dengan pura-pura menangisnya, tapi ia senang melihat kedatangan Zea, memang itu yang tengah ia tunggu-tunggu.


"Lihatlah, Rangga sudah tidur denganku!"


Wajah Zea tampak begitu marah, selain Zea ternyata ada tuan Seno yang berdiri di belakang Zea.


"Papa, papa lihat sendiri kan, kami semalam sudah melakukannya!" Miska masih mengadukan apa yang terjadi semalam pada papanya.


"Pakai baju kalian, kita bicara di luar!" ucap tuan Seno, lalu merangkul bahu Zea, "Ayo sayang!"

__ADS_1


Zea pun dengan perasaan terlukanya ikut bersama tuan Seno dan menunggu hingga Rangga dan Miska keluar dari kamar dengan pakaiannya.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka pun keluar dengan pakaiannya lengkapnya. Mereka duduk di sofa yang berhadapan dengan Zea dan tuan Seno.


Zea masih terlihat terdiam, membuat rangga semakin merasa bersalah padanya,


"Zea, ini benar-benar tidak seperti yang kamu lihat, sungguh aku bisa menjelaskannya!"


"Rangga, bagaimana bisa kamu masih mengingkarinya? Kamu lihat sendiri buktinya! Pokoknya aku nggak mau tahu, Rangga harus menikahiku!" Miska benar-benar tidak akan membiarkan Rangga lepas, ia ingin rangga untuk menikahinya.


Tuan Seno masih terdiam, membiarkan rangga dan Miska terus berdebat, begitupun dengan Zea.


"Sayang, sekarang waktunya!" perintah tuan Seno pada Zea dan Zea pun mengangukkan kepalanya. Ia mengambil ponselnya yang ia simpan di dalam tas dan memutar sebuah rekaman.


Ternyata rekaman itu adalah rekaman percakapan Miska dengan Rizal yang tanpa sengaja ia dengar di food court waktu itu.


Flashback on


Sore itu, saat Zea sedang membeli pisang coklat di sebuah kedai di samping butik tempatnya membeli gaun untuk pest peresmian nanti malam, tanpa sengaja Zea mendengar percapakan dua orang yang cukup ia kenal.


Ia pun mengurungkan untuk segera pergi, ia memilih duduk di salah satu bangku yang tepat berada di belakang mereka dengan sekat pembatas papan yang menghalangi keberadaan Zea di sana.


Zea sengaja mengeluarkan ponselnya, merekam percakapan mereka.


"Apa rencana kamu?" tanya Miska.


"Sudah ku bilang kan kemarin! Sepertinya malam ini waktu yang tepat, semakin cepat kita lancarkan rencana ini akan semakin bagus!"


"Baiklah, caranya bagaimana?"


"Aku akan meminta Rangga untuk datang, dan untuk selanjutnya aku akan mencampur obat pada minumannya!"


"Lalu?"


"Dengan cara ini, kita bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus!"


"Maksudnya?"


"Pertama, kamu akan mendapatkan Rangga. Dia itu pria yang baik, tidak mungkin dia akan mengelak bertanggung jawab. Dan yang kedua kita bisa membuat Zea benci dengannya!"


"Aku tahu sekarang, apa saja yang akan aku lakukan!"


"Baguslah!"


Flashback off


Setelah selesai, Zea kembali menyimpan ponselnya.


"Enggak, itu pasti diedit. Itu tidak mungkin . Itu pasti bukan suaraku, iya kan. Kamu sengaja kan mengacaukan semuanya!"


Rangga mengepalkan tangannya, ia begitu marah. Rangga segera berdiri dari duduknya,


"Jika kamu masih punya muka, pergi dari sini dan jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di sini!" kali ini Rangga benar-benar mengusir Miska dari apartemennya.


"Rangga, sayang. Aku bisa jelaskan semuanya. Itu tidak benar, yang terjadi semalam adalah benar!"


"PERGI!" ucap Rangga dengan penuh penekanan, "Sebelum kesabaranku benar-benar habis!"


Akhirnya Miska tidak punya pilihan lain selain benar-benar pergi dari tempat itu.


"Tuan, maafkan kekacauan yang terjadi. Sungguh saya tidak tahu apa-apa, saya benar-benar terkejut saat pagi tadi!" Rangga benar-benar tidak tahu harus menjelaskan apa lagi, walaupun sudah terbukti siapa yang salah, tetap saja ia merasa semuanya terjadi karena kelalaiannya. Seandainya saja ia tidak mudah percaya, tidak mungkin semuanya terjadi.


"Bukan padaku, sebaiknya kamu minta maaf pada putriku, Zea. Untuk itu saya titip Zea, saya masih ada pekerjaan lain. Kita bertemu di kantor nanti siang!"


Akhirnya tuan Seno memilih pergi dan meninggalkan Zea bersama Rangga.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2