Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (58. Kencan yang tertunda)


__ADS_3

"Bukankah tadi dia masih pusing? Ahhh biarlah, mungkin sudah lebih baik!"


Zea pun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam apartemen.


Kembalinya Zea langsung di sambut oleh bibi,


"Ada apa bi? Kenapa bibi menatapku seperti itu?"


"Buk, apa ibuk tidak curiga dengan nona tadi?"


"Maksud bibi apa?"


"Dia itu mencurigakan. Ibuk tahu, dia menatap foto pernikahan ibuk sama bapak dengan tatapan penuh kebencian!"


"Benarkah? Bibi kali ya terlalu curiga!"


"Ibuk yang terlalu baik jadi orang. Ibuk tahu, dia tadi memotret foto masa kecil ibuk yang baru ibuk pajang di sana!"


Menfoto ..., buat apa?


"Memang ia mengatakan apa?"


"Katanya lucu, tapi bibi nggak percaya. Pas pulang dia juga buru-buru tadi kayak kebingungan!"


Zea hanya bisa menerka-nerka dengan sikap Miska.


"Bi, nanti nggak usah bilang sama Rangga yang tentang Miska ya, aku takut dia marah!"


"Tapi buk_!"


"Aku mohon!!!" Zea sampai menakupkan kedua tangannya di depan dada.


"Baiklah!"


"Bibi baik deh!"


"Sebaiknya sekarang ibuk makan siang sebelum bapak nelpon bibi!"


"Iya, iya ....!"


...***...


Miska duduk di tepi pantai seorang diri di atas cup depan mobilnya. Ia memandangi langit senja yang mulai memudar. Tangan kanannya tengah memegang kaleng minuman sedangkan tangan kirinya tengah menggenggam ponselnya.


"Ini tidak boleh terjadi, tidak boleh!"


"Zea .....!" teriaknya, "Kamu sudah mengambil Rangga dariku, tidak akan aku biarkan kamu mengambil papa dariku juga, tidak akan!"


Wajahnya tampak begitu frustasi dengan penampilan yang begitu kacau.


"Aku akan menyingkirkanmu bagaimana pun caranya, dengar itu Zea ...!"


"Habis lagi!?" gerutunya saat kaleng minuman yang di pegangnya telah kosong dan membuang begitu saja ke pasir pantai.


"Aku tahu caranya!?" gumamnya lagi, ia pun segera mengambil ponselnya dan mengubungi seseorang.


"Hallo!"


"....!"


"Aku ada pekerjaan untukmu!"


"...."


"Aku akan memberi aba-aba setelah tiba waktunya!"


Miska tersenyum penuh kemenangan saat mendapatkan cara untuk melancarkan rencananya.


...***...


"Hari ini kan hari libur, tidakkah kamu ingin mengajaknya ke suatu tempat?"


Rangga yang mendapatkan pertanyaan itu dari sang istri malah semakin mengeratkan pelukannya, ia bahkan enggan untuk turun dari tempat tidur hari ini.

__ADS_1


"Bukankah begini lebih nyaman? Kita bisa menghabiskan waktu berdua saja sepanjang hari!"


"Tapi aku bosan Ga, sepanjang hari aku di rumah. Tidak ada kesempatan untuk jalan-jalan! Lagi pula mobil itu untuk apa kalau tidak buat jalan-jalan!?"


"Baiklah, tapi jangan cemberut seperti itu dong. Senyum dan aku akan segera bangun tuan putri!"


Zea segara menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.


"Baiklah, hari ini akan menjadi hatimu. Hamba siap melayani!"


Ha ha ha ....


Zea tertawa melihat kelakuan sang suami, Rangga pun segara turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi.


"Jangan lama-lama!" teriak Zea saat suaminya sudah berada di ambang pintu.


"Siap!"


Mereka sudah siap dengan penampilan casualnya. Memakai mobil baru hadiah untuk Zea.


"Kita ke mana hari ini?" tanya Rangga sambil membatu zea memakaikan sabuk pengamannya.


"Aku ingin ke taman hiburan, nonton, berburu kuliner, pokoknya semuanya mau!"


"Semangat sekali!?"


"Ya iya dong, aku kan sudah lama tidak pergi ke mana-mana!"


"Baiklah, mari berangkat!"


Yang menjadi tujuan pertama mereka adalah gedung bioskop. Film horor menjadi pilihan mereka Setalah berdebat cukup lama.


"Tunggu dan bawa tiketnya, aku akan beli popcorn dan minuman buat kita, tanpa soda!" Rangga meminta Zea untuk duduk di ruang tunggu, masih ada lima belas menit lagi hingga filmnya di mulai.


Tidak berapa lama Rangga kembali dengan membawa satu popcorn ukuran besar dan dua minuman tanpa soda.


"Sudah mau mulai, biar aku bantu ya!"


"Nggak usah, kamu cukup jalan aja di depanku!"


"Baiklah!"


Ini kencan impianku dan aku tidak pernah menyangka kamu yang akan mewujudkannya ...., Rangga mengusap kepala Zea dan mengecupnya membuat Zea mendongakkan kepalanya.


"Ga kenapa kamu menangis?"


"Tidak, siapa yang nangis?"


"Itu ada air matanya!"


"Mungkin tadi kelilipan!"


"Ga, aku serius! Ini film horor Lo bukan film sedih!"


"Sudah jangan bawel, ayo lihat lagi!" Rangga memilih menatap ke depan mengalihkan perhatian Zea.


Zea pun semakin memeluk suaminya.


Hingga film selesai Zea tidak melepaskan pelukannya,


"Kamu tertidur ya? Kenapa terus memelukku? Filmnya sudah selesai!"


"Tidak pa pa, hanya ingin saja. Hari ini pengen banyak-banyak peluk kamu!"


"Tapi filmnya sudah selesai, bukankah kita akan ke taman hiburan!?"


"Ahhh iya, kenapa aku hampir lupa. Ayo ...!" Zea langsung berdiri dari duduknya tanpa aba-aba.


"Pelan dong sayang!" Rangga mengusap perut Zea yang sudah sedikit berisi.


"Maaf lupa!"


Tempat kedua yang mereka kunjungi adalah taman hiburan. Zea menatap biang Lala yang siap berputar.

__ADS_1


"Sayang, serius kamu mau naik ini? Jangan ya!"


"Tapi aku pengen!"


"Tapi kamu lagi hamil!"


Hehhhhh .....


Tapi kemudian Zea menatap Rangga, Rangga yang di tatap seperti itu segera melambaikan tangannya,


"Enggak, enggak! Jangan macam-macam deh, aku takut sungguh!"


"Please ...., kasihan anak kita, dia ingin! Mau ya!!!! Ya ya ....! Demi anak kita!?"


Kenapa jadi aku yang terjebak seperti ini ....


"Mau ya? Please ....!"


"Baiklah!" akhirnya Rangga hanya bisa pasrah.


Zea segara mengabaikan moment itu dengan kamera ponselnya. Ia melambaikan tangannya setiap kali Rangga melintas di depannya.


"Rollercoaster!" lagi-lagi Zea menatap dengan penuh harap.


"Lagi?" Rangga yang hanya bisa pasrah.


"Iya, please ...!"


Entah sudah berapa permainan yang harus Rangga naiki. Tapi ia tidak mau membuat sang istri kecewa walaupun ia begitu takut dengan ketinggian.


"Hoekss ...., hoekss ...., hoeksss ....!" Rangga memuntahkan semua isi perutnya. Zea terus menepuk punggungnya.


"Maafkan aku, mual sekali ya!? Minumlah dulu!"


"Tidak apa, demi anak kita. Aku akan melakukan apapun, masuk ke jurang pun mau!"


Plekkkk


Zea memukul punggung Rangga,


"Ahhhh, nggak segitunya juga Ga!"


"Aughhh, sakit tahu!" Rangga pura-pura mengaduh.


"Maaf, kekencengan ya mukulnya?"


"Iya, ini sakit sekali!" Rangga mengusap bekas pukulan Zea.


"Maafkan aku, tidak sengaja tadi!"


"Cium aja biar sembuh!?"


"Isssttttt!"


Cup


Zea membelalakkan matanya saat tiba-tiba bibir Rangga sudah menempel di bibirnya hingga beberapa detik barulah Zea mendorong Rangga.


"Ga, ini tempat umum. Malu kan di lihat orang banyak!" Pipi Zea benar-benar memerah saat ini.


"Kenapa malu, kita kan suami istri!"


"Tapi tetap saja!"


Zea segara menarik tangan Rangga setelah menyadari semua mata menatap pada mereka.


Bersambung


...Ini sudah tanggal 29 ya, jangan lupa di tanggal 1 juli akan ada yang baru. Langsung cari di afatar aku tanggal 1 nanti ya judulnya "Ternyata, aku bukan satu-satunya" kayaknya bakal menguras air mata. Jadi siap-siap buat siapin tisu...


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2